Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Penggunaan Metode Problem Posing untuk Meningkatkan Motivasi dan Minat Belajar Siswa Kelas X OTKP SMK Wirdayati, Wirdayati
Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 1 No. 2 (2022): Jurnal Multidisiplin Indonesia
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jmi.v1i2.37

Abstract

Penelitian ini berdasarkan permasalahan: (a) Apakah pembelajaran metode Problem Posing memiliki pengaruh pada hasil belajar Mengelola Dokumen dan Arsip? (b) Seberapa tinggi tingkat penguasaan materi pelajaran dengan diterapkannya metode belajar kooperatif Problem Posing? Penelitian ini mengadopsi desain penelitian tiga siklus. Setiap siklus terdiri dari empat tahap : rancangan, kegiatan dan pengamatan, refleksi, dan revisi. Subyek utama penelitian ini adalah siswa kelas. X OTKP 1. Data yang didapat adalah hasil tes formatif, lembar pengamatan kegiatan belajar mengajar. Hasil analisis menunjukkan bahwa prestasi siswa meningkat dari siklus I (71,4%), siklus II (80%) dan siklus III (91%). Kesimpulan penelitian ini adalah metode problem posing memiliki pengaruh positif pada motivasi belajar siswa kelas X OTKP SMK Negeri 1 Serang dan metode ini dapat digunakan sebagai pilihan metode pembelajaran OTKP.
Pentingnya Penggunaan Media Terhadap Pembelajaran IPA di Sekolah Dasar SDN 005 Rokan IV Koto Wirdayati, Wirdayati
Journal of Exploratory Dynamic Problems Vol. 1 No. 2 (2024)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/edp.v1i2.63

Abstract

Anak sekolah dasar merupakan anak yang umurnya berada pada 7-11 tahun. Kemampuan berpikir yang dimiliki oleh siswa sekolah dasar tersebut mempengaruhi seluruh kegiatan pembelajaran yang diselenggarakan oleh guru. IPA merupakan salah satu mata pelajaran yang membuat peserta didik mudah bosan sehingga tidak memperhatikan penjelasan guru. Salah satu hal yang dapat dimanfaatkan adalah media pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan media yang cocok sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan sekolah. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan observasi kepada guru, siswa dan pihak sekolah. Sehingga penelitian ini menghasilkan suatu media pembelajaran yang dapat digunakan dalam kegiatan pembelajaran serta mendorong motivasi siswa untuk meningkatkan minat belajar.
Peningkatan Hasil Belajar Siswa Materi Perubahan Wujud Benda Melalui Pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL) di SDN 005 Rokan IV Koto Wirdayati, Wirdayati
Journal of Exploratory Dynamic Problems Vol. 1 No. 2 (2024)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/edp.v1i2.65

Abstract

Rendahnya hasil belajar siswa pada pelajaran IPA. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan peningkatan hasil belajar siswa materi perubahan wujud benda melalui Pendekatan Contextual Teaching and Learning terhadap peningkatan hasil belajar materi perubahan wujud benda kelas II SD. Jenis peneltian ini adalah penelitian tindakan kelas. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas II SDN 005 Rokan IV Koto dengan jumlah 9 anak. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode tes dan angket. Instrumen pengumpulan data yang digunakan berupa essay, Data yang telah dikumpulkan, dianalisis dengan tabel dan grafik. Hasil pengujian hipotesis menunjukkan bahwa adanya peningkatan yang signifikan pada siklus 1 dari 55,5% siswa belum tuntas pada siklus 2 presentase ketuntasan mencapai 100%. Dengan adanya perbedaan yang signifikan ini membuktikan bahwa terdapat Pengaruh Model Pembelajaran Contextual Teaching and Learning terhadap Hasil Belajar materi perubahan wujud benda Kelas II SDN 005 Rokan IV Koto. Berdasarkan hasil yang telah didapatkan, penelitian ini memiliki implikasi antara lain: Bagi Siswa (Pendekatan Contextual Teaching and Learning memberikan kesempatan kepada siswa lebih banyak untuk memanfaatkan linkungan dalam mempelajari materi). Bagi Guru (mampu menerapkan Model Pembelajaran Contextual Teaching and Learning pada mata pelajaran lain) dan bagi sekolah (alternatif untuk meningkatkan kualitas akademik).