Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Penguatan Hari Wajib Literasi Dalam Gerakan Literasi Membaca Kelas V Bagi Siswa SDI Utaseko Anjelina Rina Bili; Elisabeth Tantiana Ngura; Yasinta Maria Fono; Marsianus Meka
urn:multiple://2988-7828multiple.v3i24
Publisher : Institute of Educational, Research, and Community Service

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemampuan literasi membaca merupakan salah satu aspek penting dalam pengembangan keterampilan kognitif siswa, namun masih banyak ditemukan rendahnya minat dan kebiasaan membaca di kalangan siswa sekolah dasar. Untuk mengatasi permasalahan ini, penelitian ini bertujuan untuk memperkuat gerakan literasi membaca melalui implementasi program Hari Wajib Literasi di kelas V SDI Utaseko. Program ini dirancang untuk meningkatkan motivasi siswa dalam membaca, membentuk kebiasaan membaca yang lebih baik, serta memperkuat pemahaman dan analisis teks secara kritis.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode observasi dan dokumentasi sebagai instrumen pengumpulan data. Data dikumpulkan melalui observasi langsung terhadap aktivitas literasi siswa serta dokumentasi terkait keterlibatan mereka dalam kegiatan membaca. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, dengan pendekatan tematik untuk mengidentifikasi pola peningkatan motivasi membaca, kebiasaan membaca, serta keterampilan memahami dan menganalisis teks.Hasil penelitian menunjukkan bahwa program Hari Wajib Literasi memberikan dampak positif terhadap minat dan kebiasaan membaca siswa. Siswa menunjukkan peningkatan motivasi dalam membaca, memperluas wawasan mereka, serta memiliki pemahaman teks yang lebih baik. Selain itu, program ini berkontribusi dalam penguatan keterampilan berpikir kritis melalui aktivitas membaca yang dilakukan secara rutin.Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa implementasi Hari Wajib Literasi di SDI Utaseko terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan literasi siswa. Oleh karena itu, program ini direkomendasikan untuk terus diterapkan secara berkelanjutan dengan dukungan guru dan orang tua guna membentuk budaya literasi yang lebih kuat di lingkungan sekolah.