Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Peningkatan Pemahaman Imunohematologi Bagi Petugas Bank Darah Rumah Sakit Melalui Pelatihan Pelayanan Darah Resti Ariani; Anna Kartika Yuli Astuti; Rina Puspita; Hendro Pratomo Setyo; Dea
urn:multiple://2988-7828multiple.v3i39
Publisher : Institute of Educational, Research, and Community Service

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelayanan darah yang aman dan efektif sangat penting dalam dunia medis, terutama untuk mendukung keberhasilan berbagai prosedur medis seperti operasi besar dan perawatan pasien dengan penyakit kronis. Bank Darah Rumah Sakit (BDRS) memiliki peran krusial dalam memastikan kecocokan darah antara donor dan resipien. Imunohematologi, ilmu yang mempelajari interaksi golongan darah dan sistem imun tubuh, menjadi dasar penting dalam proses pencocokan darah yang tepat untuk mencegah reaksi transfusi yang berbahaya. Pengetahuan yang kurang memadai tentang imunohematologi dapat meningkatkan risiko kesalahan transfusi. Oleh karena itu, pelatihan bagi petugas BDRS sangat diperlukan untuk memperdalam pemahaman tentang konsep-konsep dasar imunohematologi dan prosedur transfusi yang aman. Penelitian ini mengkaji pelaksanaan pelatihan imunohematologi bagi petugas BDRS di PMI Kota Semarang, dengan tujuan meningkatkan pemahaman dan keterampilan praktis peserta. Pelatihan ini menggunakan metode pemaparan materi secara sistematis dan interaktif, dengan evaluasi menggunakan pre-test dan post-test untuk mengukur perubahan pemahaman peserta. Hasil pelatihan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman yang signifikan tentang aspek teknis imunohematologi, seperti pencocokan darah dan penanganan reaksi transfusi. Pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas layanan darah di rumah sakit, mengurangi risiko kesalahan medis, serta meningkatkan keselamatan pasien dalam proses transfusi darah.
Pemberdayaan Masyarakat Melalui Optimalisasi Pemanfaatan Buah Bit dalam Upaya Mengurangi Risiko Anemia di PKK RT 08 RW 03 Kelurahan Candisari Kota Semarang Puspita, Rina; Hendro Pratomo Setyo; Tulus Puji Lestari; Tasya Widyana Sejati
INDONESIAN JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT (IJCE) Vol. 7 No. 2 (2025): Indonesian Journal of Community Empowerment November 2025
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijce.v7i2.4429

Abstract

Anemia is a global health problem that significantly affects women of reproductive age, adolescent girls, and pregnant women. The prevalence of anemia in Indonesia reaches 48.9%, with adolescent girls being the highest-risk group. This condition leads to decreased productivity, reduced learning concentration, increased risk of pregnancy and delivery complications, and even potential rejection in blood donation. Therefore, preventive efforts are needed through education and community empowerment based on locally sourced foods rich in iron. This community service activity aimed to empower the community through education on the utilization of beetroot (Beta vulgaris) as an effort to prevent anemia. The methods used included socialization, Focus Group Discussion (FGD), and practical sessions on making beetroot juice. The activity was conducted at PKK RT 08 RW 03, Candisari Village, Semarang City, in February 2025, involving PKK administrators, local residents, lecturers, and students. The results showed a significant increase in community understanding and knowledge regarding the importance of anemia prevention and the benefits of beetroot as a natural source of iron. Based on the evaluation results, more than 85% of participants were able to correctly answer questions related to anemia and balanced nutrition after the activity. Participants also showed great enthusiasm during the beetroot juice-making practice and expressed interest in trying the recipe at home. In addition to improving knowledge and skills, this activity also inspired small-scale entrepreneurial ideas based on beetroot products, such as bottled juice and beetroot jam, which have the potential to increase household economic value.   ABSTRAK Anemia merupakan masalah kesehatan global yang berdampak signifikan pada wanita usia subur (WUS), remaja putri, dan ibu hamil. Prevalensi anemia di Indonesia mencapai 48,9%, dengan remaja putri sebagai kelompok berisiko tertinggi. Kondisi ini berdampak pada penurunan produktifitas, konsentrasi belajar, serta peningkatan risiko komplikasi kehamilan dan persalinan, potensi tertolaknya untuk donor darah. Oleh karena itu, diperlukan upaya preventif melalui edukasi dan pemberdayaan masyarakat berbasis pangan lokal dan kaya zat besi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat melalui edukasi pemanfaatan buah bit (Beta vulgaris) sebagai upaya pencegahan anemia. Metode yang digunakan adalah sosialisasi, Focus Group Discussion (FGD), dan praktik pembuatan jus buah bit. Kegiatan dilaksanakan di PKK RT 08 RW 03 Kelurahan Candisari Kota Semarang pada Februari 2025 dengan melibatkan pengurus PKK, masyarakat setempat, dosen, dan mahasiswa. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pemahaman dan pengetahuan masyarakat mengenai pentingnya pencegahan anemia dan manfaat buah bit sebagai sumber zat besi alami. Berdasarkan hasil evaluasi, lebih dari 85% peserta mampu menjawab dengan benar materi terkait anemia dan gizi seimbang setelah kegiatan berlangsung. Peserta juga menunjukan antusiasme tinggi dalam praktik pembuatan jus buah bit serta minat untuk mencoba resep tersebut di rumah. Selain peningkatan pengetahuan dan keterampilan, kegiatan ini juga menumbuhkan ide wirausaha kecil berbasis olahan buah bit, seperti jus kemasan dan selai bit, yang berpotensi menambah nilai ekonomi bagi keluarga.Simpulan program edukasi pengolahan buah bit ini efektif meningkatkan pengetahuan, kesadaran dan keterampilan masyarakat dalam pencegahan anemia. Pemanfaatan buah bit sebagai pangan fungsional tidak hanya bermanfaat bagi kesehatan, tetapi juga membuka peluang pengembangan ekonomi kreatif berbasis bahan pangan lokal.