Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Kajian Aspek Sosial Penanganan Stunting Sugiyanto; Darwin , Devi; Yulianti. N; Safrillah, Nur Fadhilah; Irmayanti; Lubis
Bunda Edu-Midwifery Journal (BEMJ) Vol. 8 No. 1 (2025): Februari 2025
Publisher : Akademi Kebidanan Bunga Husada Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54100/bemj.v8i1.376

Abstract

Stunting disebabkan oleh multifaktor, beberapa diantaranya adalah status gizi, sanitasi lingkungan, PHBS, dan Pelayanan KIA. Selain itu, sosial ekonomi (kemiskinan, pendidikan dan pendapatan) menjadi faktor predisposisi terjadinya stunting. Stunting memiliki dampak yang sangat luas dan serius bagi generasi emas bangsa. Hal ini pada gilirannya akan berdampak pada kualitas sumber daya manusia, kesejahteraan sosial dan ekonomi negara secara keseluruhan dan pada ujungnya akan mempengaruhi pembangunan Daerah dan Nasional. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kendala atau hambatan yang dihadapi dalam penanggulangan stunting Kabupaten Luwu Timur serta cara untuk mengatasi kendala atau hambatan tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan campuran (kombinasi kuantitatif dan kualitatif). Penelitian ini merupakan suatu langkah penelitian dengan menggabungkan dua bentuk penelitian yang telah ada sebelumnya yaitu penelitian kuantitatif dan penelitian kualitatif. Metodelogi kuantitatif yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey dengan pembagian kuesioner yang akan disebar kepada petugas kesehatan dan masyarakat Kabupaten Luwu Timur. Sedangkan metode kualitatif yang digunakan untuk memberikan gambaran yang lebih lengkap terkait hambatan atau kendala penanganan stunting. Hasil kajian aspek social penanggulangan stunting menemukan bahwa adanya stigma negative tentang stunting di masyarakat, yang membuat ibu menjadi enggan untuk membawa balitanya untuk datang keposyandu, pemberian PMT hanya smpai 56 hari saja sehingga kurang maksimal dalam menangani stunting, kurangya dukungan keluarga khususnya suami dalam pencegahan stunting. Selain itu ada jumlah anggota keluarga yang tinggal di satu rumah membuat kondisi tidak ideal
Relationship between age and weight with the incidence of anemia in seko barat public health center Irmayanti, Irmayanti; Yulianti. N; Devi Darwin
Jurnal Konseling dan Pendidikan Vol. 13 No. 2 (2025): JKP
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/1151500

Abstract

Anemia is a medical condition in which the number of red blood cells (erythrocytes) or hemoglobin levels in the blood are below normal. The phenomenon of anemia in remote areas such as Seko Barat can be explained by several main factors. According to Guyton and Hall (2016), limited access to health services in remote areas can hinder early detection and treatment of anemia. The type of research used is a Cross Sectional Study. The population in this study were pregnant women who were able to check themselves at the Seko Balralt Health Center. The population in this study was 34 people. The sample size used in this study used a total sampling technique, namely by taking all members of the population as samples. By testing using the chi-square technique, p = 0.013 is obtained, which is smaller than α = 0.05, this means that Ho is rejected and Ha is accepted. Thus, there is a relationship between body weight and the incidence of anemia at the Seko Barat Health Center, North Luwu Regency, South Sulawesi.