Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Penyuluhan Pencegahan Obesitas Sejak Dini pada Baduta dengan Media Poster di Wilayah UPTD Puskesmas Pengasinan Anugrah, Aulia; Firlia Ayu Arini; Anita Yuningsih
ABDIMAS Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025): ABDIMAS JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Research and Community Service INSTITUT TEKNOLOGI DAN BISNIS KALBIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53008/abdimas.v6i1.3505

Abstract

Berdasarkan Depkes RI baduta dapat diartikan sebagai anak di bawah dua tahun atau sekitar 0-23 bulan. Masa periode emas atau masa dimana terjadinya pertumbuhan fisik dan mental pada anak terjadi pada masa baduta ini, Sehingga masa ini sangat memerlukan perhatian khusus dan pemberian makan yang baik supaya dapat mengoptimalkan pertumbuhan dan perkembangannya. Baduta merupakan kelompok umur yang rentan terhadap kesehatan dan gizi jika terjadi gangguan gizi pada awal kehidupan tentu akan mempengaruhi kualitas kehidupaannya. Sebagai indicator kesehatan, status gizi menjadi hal yang penting supaya pertumbuhan dan perkembangan balita tidak terganggu. Gizi lebih adalah kondisi ketika adanya ketidakseimbangan antara jumlah energi yang dikonsumsi dengan yang dibutuhkan oleh tubuh. Apabila seorang anak telah mengalami gizi lebih sejak kecil, biasanya akan berlanjut sampai usia dewasa dimana dapat menimbulkan berbagai penyakit degeneratif seperti diabetes hingga gangguan kardivaskular. Oleh karena itu, diperlukan penyuluhan terkait pencegahan gizi lebih sejak dini. Tujuan dari kegiatan ini adalah mengkaji permasalahan gizi pada baduta serta faktor penyebab terjadinya masalah gizi tersebut di wilayah kerja UPTD Puskesmas Pengasinan Kota Depok. Kegiatan Penyuluhan COD (Cegah Obesitas sejak Dini) dilakukan di salah satu rumah kader di Pengasinan dan di salah satu rumah kader di Bedahan pada 2 September 2023. Penyuluhan dilakukan dengan menggunakan poster kepada 30 ibu baduta. Hasil yang diperoleh dari kegiatan ini adalah adanya peningkatan skor pengetahuan ibu sebesar 80.0%. Uji wilcoxon menunjukkan bahwa nilai Sig. 0,001 < 0,05. Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan pengetahuan ibu sebelum dan sesudah dilakukannya penyuluhan
Penyuluhan Pencegahan Obesitas Sejak Dini pada Baduta dengan Media Poster di Wilayah UPTD Puskesmas Pengasinan Anugrah, Aulia; Firlia Ayu Arini; Anita Yuningsih
ABDIMAS Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025): ABDIMAS JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Research and Community Service INSTITUT TEKNOLOGI DAN BISNIS KALBIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53008/abdimas.v6i1.3505

Abstract

Berdasarkan Depkes RI baduta dapat diartikan sebagai anak di bawah dua tahun atau sekitar 0-23 bulan. Masa periode emas atau masa dimana terjadinya pertumbuhan fisik dan mental pada anak terjadi pada masa baduta ini, Sehingga masa ini sangat memerlukan perhatian khusus dan pemberian makan yang baik supaya dapat mengoptimalkan pertumbuhan dan perkembangannya. Baduta merupakan kelompok umur yang rentan terhadap kesehatan dan gizi jika terjadi gangguan gizi pada awal kehidupan tentu akan mempengaruhi kualitas kehidupaannya. Sebagai indicator kesehatan, status gizi menjadi hal yang penting supaya pertumbuhan dan perkembangan balita tidak terganggu. Gizi lebih adalah kondisi ketika adanya ketidakseimbangan antara jumlah energi yang dikonsumsi dengan yang dibutuhkan oleh tubuh. Apabila seorang anak telah mengalami gizi lebih sejak kecil, biasanya akan berlanjut sampai usia dewasa dimana dapat menimbulkan berbagai penyakit degeneratif seperti diabetes hingga gangguan kardivaskular. Oleh karena itu, diperlukan penyuluhan terkait pencegahan gizi lebih sejak dini. Tujuan dari kegiatan ini adalah mengkaji permasalahan gizi pada baduta serta faktor penyebab terjadinya masalah gizi tersebut di wilayah kerja UPTD Puskesmas Pengasinan Kota Depok. Kegiatan Penyuluhan COD (Cegah Obesitas sejak Dini) dilakukan di salah satu rumah kader di Pengasinan dan di salah satu rumah kader di Bedahan pada 2 September 2023. Penyuluhan dilakukan dengan menggunakan poster kepada 30 ibu baduta. Hasil yang diperoleh dari kegiatan ini adalah adanya peningkatan skor pengetahuan ibu sebesar 80.0%. Uji wilcoxon menunjukkan bahwa nilai Sig. 0,001 < 0,05. Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan pengetahuan ibu sebelum dan sesudah dilakukannya penyuluhan
Nutrition Education on Obesity Prevention for Students at Insan Cendekia Syech Yusuf High School Damayati, Dwi Santy; Ibrahim, Irviani A.; Syam, Aditya Mulyadi; Munifah, Andi Naila; Aisyah, Andi Qaila Nur; Asrafiah N; Anugrah, Aulia
Unihealth Community Research Vol 2 No 1 (2026): September-February
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/ucr.v2i1.65718

Abstract

The WHO reports that the global prevalence of adolescent obesity has exceeded 20%. This condition emphasizes the importance of promotional interventions through nutrition education in Islamic schools that are prone to unbalanced diets and limited physical activity. This community service activity was carried out at Insan Cendekia Syekh Yusuf High School on September 19, 2025, involving 49 students in grades XI and XII. The activity methods included a pre-test, interactive nutrition education, provision of healthy food, and a post-test. The results of the paired t-test showed a significant effect of nutrition education on increasing student knowledge, with the average score increasing from 17.47 to 24.82 (p < 0.001). These findings reinforce the importance of nutrition education in Islamic schools as a preventive strategy. Thus, this community service activity proved to be effective in improving adolescents' understanding of obesity and is recommended to be implemented continuously with the support of schools to shape healthy living behaviors.