Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Pengaruh Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Terhadap Tingkat Kemiskinan Kota Pontianak Nurul Khaffifah
AL-Ikhtiar : Jurnal Studi Islam Vol. 2 No. 2 (2025): AL-Ikhtiar : Jurnal Studi Islam
Publisher : 4

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71242/rbt2cx79

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) terhadap tingkat kemiskinan di Kota Pontianak selama periode 2014-2024. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan deskriptif, menggunakan data deret waktu (time series) yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Pontianak. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui jurnal, dokumentasi buku, serta laporan terdahulu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PDRB memiliki pengaruh signifikan terhadap tingkat kemiskinan di Kota Pontianak. Nilai R² = 0.7134 berarti 71.34% perubahan dalam jumlah kemiskinan dapat dijelaskan oleh perubahan PDRB, sementara 28.66% dipengaruhi oleh faktor lain di luar model penelitian ini. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa peningkatan PDRB berkontribusi terhadap penurunan tingkat kemiskinan, sedangkan penurunan PDRB dapat meningkatkan angka kemiskinan di Kota Medan. AbstractThis study aims to analyze the effect of Gross Regional Domestic Product (GRDP) on the poverty rate in Pontianak City during the period 2014-2024. The method used is quantitative with a descriptive approach, using time series data obtained from the Central Statistics Agency (BPS) of Pontianak City. Data collection techniques are carried out through journals, book documentation, and previous reports. The results of the study indicate that GRDP has a significant effect on the poverty rate in Pontianak City. The R² value = 0.7134 means that 71.34% of the change in the number of poor people can be explained by changes in GRDP, while 28.66% is influenced by other factors outside this research model. Thus, it can be concluded that an increase in GRDP contributes to a decrease in the poverty rate, while a decrease in GRDP can increase the poverty rate in Medan City.
Analisis Pengaruh Kebijakan Bantuan Langsung Tunai (BLT) Terhadap Kemiskinan Di Kalimantan Barat Ditinjau Dalam Perfektif Ekonomi Islam Ain Rahmi; Nurul Khaffifah
Al-Iqtisodiyah : Jurnal Ilmu Ekonomi dan Ekonomi Islam Vol. 1 No. 3 (2025): Ilmu Ekonomi dan Ekonomi Islam
Publisher : Al-Iqtisodiyah : Jurnal Ilmu Ekonomi dan Ekonomi Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to analyze the impact of the Direct Cash Assistance (BLT) policy on poverty in West Kalimantan, particularly from the perspective of Islamic economics. West Kalimantan is one of the regions that receives the BLT program as a government effort to ease the economic burden on the community, with 3,350 households registered to receive assistance in Pontianak. According to BPS data, in 2021, West Kalimantan recorded the second-highest percentage of poor people in Kalimantan Island and had the highest percentage of poor children in 2016. The study found that although the BLT program had a positive impact on poverty reduction, the relationship between household consumption and poverty levels was not significant. The analysis results show that while there is a tendency for a unidirectional relationship, its strength is relatively weak and cannot be used as a strong basis for conclusions. From the Islamic economic perspective, the BLT program is expected to encourage the community to be more responsible in managing the assistance funds to meet basic needs, in line with the principles of social justice and economic empowerment of the ummah. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak kebijakan Bantuan Langsung Tunai (BLT) terhadap kemiskinan di Kalimantan Barat, khususnya dari perspektif ekonomi Islam. Kalimantan Barat merupakan salah satu daerah penerima program BLT sebagai upaya pemerintah untuk meringankan beban ekonomi masyarakat, dengan jumlah 3.350 rumah tangga terdaftar sebagai penerima bantuan di Pontianak. Menurut data BPS, pada tahun 2021, Kalimantan Barat mencatat persentase penduduk miskin tertinggi kedua di Pulau Kalimantan dan memiliki persentase anak miskin tertinggi pada tahun 2016. Penelitian ini menemukan bahwa meskipun program BLT berdampak positif terhadap penanggulangan kemiskinan, namun hubungan antara konsumsi rumah tangga dan tingkat kemiskinan tidak signifikan. Hasil analisis menunjukkan bahwa meskipun terdapat kecenderungan hubungan yang searah, namun kekuatannya relatif lemah dan tidak dapat dijadikan dasar yang kuat untuk mengambil kesimpulan. Dari perspektif ekonomi Islam, program BLT diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk lebih bertanggung jawab dalam mengelola dana bantuan untuk memenuhi kebutuhan dasar, sejalan dengan prinsip keadilan sosial dan pemberdayaan ekonomi umat.