Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Peran Pesantren Dalam Membentuk Karakter Religius dan Sosial Santri di Era Digital Muhammad Assyauqi Zam-Zami; Khoirotul Idawati; Hanifudin
Tarbiyah bil Qalam : Jurnal Pendidikan Agama dan Sains Vol. 10 No. 1 (2026): Vol X Edisi I 2026 (In-Press)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Al-Bukhary Labuhanbatu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pesantren merupakan lembaga pendidikan Islam yang memiliki peran penting dalam membentuk karakter religius dan sosial santri. Di era digital, tantangan yang dihadapi pesantren semakin kompleks karena derasnya arus informasi, budaya global, serta perubahan gaya hidup generasi muda yang tidak terlepas dari penggunaan teknologi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana pesantren tetap konsisten menjaga nilai-nilai religiusitas sekaligus menanamkan karakter sosial di tengah perkembangan digital yang kian pesat. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan memadukan kajian literatur dan data lapangan melalui wawancara serta observasi pada beberapa pesantren. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pesantren memiliki peran strategis dalam membentengi santri dari dampak negatif teknologi melalui internalisasi nilai agama, penguatan disiplin, serta pembiasaan akhlak mulia. Selain itu, pesantren juga beradaptasi dengan memanfaatkan teknologi digital, misalnya melalui kelas daring, kajian kitab via media sosial, hingga literasi digital untuk santri agar tetap selektif dalam menggunakan teknologi. Dengan demikian, pesantren tidak hanya berfungsi sebagai pusat pendidikan agama, tetapi juga sebagai agen sosial yang membentuk karakter santri agar religius, berakhlak mulia, dan mampu bersosialisasi secara positif di era digital.
Aktualisasi Nilai-Nilai Ahlussunnah Wal Jamaah An-Nahdliyah dalam Membentuk Akhlaqul Karimah Nindya Pratiwi Putri M; Rofiatul Hosna; Khoirotul Idawati
Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Vol. 7 No. 6 (2025): RESLAJ: Religion Education Social Laa Roiba Journal
Publisher : Intitut Agama Islam Nasional Laa Roiba Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47467/reslaj.v7i6.6817

Abstract

This research is motivated by the prevalence of extreme incidents in the field of education, such as bullying, student brawls, and the spread of free association, which have tarnished the reputation of educational institutions. By integrating Aswaja (Ahlussunnah wal Jamaah) values, educational institutions can shape students who contribute positively to the development of science and technology while adhering to Islamic principles in their daily lives. This study employs a qualitative descriptive research design. The data collection techniques used include three methods: observation, interviews, and documentation. To ensure data validity, source triangulation was applied. The data analysis follows the Miles and Huberman model, consisting of data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The aims of this research are 1) to actualize the values of Aswaja An-Nahdliyah in shaping students' noble character at SMA Trensains Tebuireng Jombang. 2) to identify the supporting and inhibiting factors in the process of actualizing Aswaja An-Nahdliyah values in shaping students' noble character at SMA Trensains Tebuireng Jombang. Based on the research findings, it can be concluded that the Aswaja values actualized at SMA Trensains Tebuireng include tawasuth, tasamuh, tawazun, i’tidal, and amar ma’ruf nahi munkar. These values are reflected in curriculum integration, extracurricular activities, organizational development, etc. The supporting factors include the localized environment of SMA Trensains Tebuireng, the uniformity of Aswaja NU understanding, and teachers consistently fostering enjoyable learning experiences. Meanwhile, the inhibiting factors are the negative influence of external environments, high achievement targets, and the separation of female dormitories from room supervisors.