Kinerja karyawan merupakan faktor krusial dalam kesuksesan organisasi, terutama di sektor Bank Perkreditan Rakyat (BPR) yang sangat bergantung pada kualitas pelayanan. PT. BPR NBP 20 menghadapi tantangan dalam pengelolaan kinerja karyawan, dengan data pra survei menunjukkan hanya 48% karyawan merasa sistem kompensasi sudah sesuai, 48% merasa kurang dihargai atas kontribusi mereka, dan hanya 48% menganggap pelatihan yang diberikan relevan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kompensasi, motivasi intrinsik, dan pelatihan kerja terhadap kinerja karyawan pada PT. BPR NBP 20. Penelitian menggunakan metodologi deskriptif kuantitatif dengan pendekatan survei. Populasi penelitian terdiri dari seluruh karyawan PT. BPR NBP 20 yang berjumlah 43 orang. Metode sampling jenuh digunakan sehingga seluruh populasi dijadikan sampel penelitian. Instrumen penelitian berupa kuesioner dengan skala Likert 5 poin yang telah diuji validitas (r hitung > 0,301) dan reliabilitas (Cronbach's Alpha > 0,60). Teknik pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner langsung kepada responden. Analisis data menggunakan regresi linier berganda dengan software SPSS versi 25, meliputi uji asumsi klasik (normalitas, multikolinearitas, heteroskedastisitas), uji t, uji F, dan koefisien determinasi. Hasil penelitian menunjukkan secara parsial kompensasi (t-hitung (2,287) > t-tabel (2,022), sig. (0,028), motivasi intrinsik t-hitung (2,611) > t-tabel (2,022), sig. (0,013), dan pelatihan kerja t-hitung (7,827) > t-tabel (2,022), sig. 0,000 berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan. Secara simultan, ketiga variabel berpengaruh signifikan (F-hitung 31,109 > F-tabel 2,85, sig. 0,000) dengan kontribusi 68,3% (Adjusted R² = 0,683). Penelitian ini memberikan implikasi praktis bagi manajemen PT BPR NBP 20 untuk mengoptimalkan sistem kompensasi, meningkatkan motivasi intrinsik, dan mengembangkan program pelatihan berkelanjutan guna meningkatkan kinerja karyawan secara keseluruhan.