p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Plexus Medical Journal
Desy Puspa Putri
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hubungan Gula Darah Puasa dengan Fungsi Kognitif pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Noviandini Diah Afiyati; Desy Puspa Putri; Nurhasan Agung Prabowo; Ira Ristinawati
Plexus Medical Journal Vol. 4 No. 1 (2025): Februari
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/plexus.v4i1.552

Abstract

Pendahuluan: Diabetes melitus yang terjadi pada usia paruh baya dapat menyebabkan berbagai komplikasi termasuk gangguan fungsi kognitif. Gangguan pada gula darah puasa berkaitan dengan proses mengingat serta penurunan fungsi kerja memori dan eksekutif pada usia lansia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara gula darah puasa dengan fungsi kognitif pada pasien diabetes melitus tipe 2. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Pengumpulan data dengan menggunakan consecutive sampling. Data gula darah puasa didapatkan dari rekam medis pasien selama tiga bulan terakhir. Data mengenai gangguan fungsi kognitif didapat dari hasil wawancara kuesioner MoCA-Ina dan uji statistik dilakukan dengan uji Chi-Square. Hasil: Dari total 41 pasien diabetes melitus tipe 2 yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi, didapatkan 24 orang (58,5%) mengalami gangguan fungsi kognitif. Dari hasil analisis data dengan uji Chi-Square didapatkan hubungan yang bermakna antara gula darah puasa dengan fungsi kognitif yang ditandai dengan nilai p=0,016 (p<0,05) dan OR sebesar 6,5. Namun, tidak terdapat hubungan yang bermakna antara jenis kelamin, usia, pendidikan terakhir, lama menderita DM, obat yang dikonsumsi, hipertensi, dan merokok dengan fungsi kognitif (p>0,05) pada pasien diabetes melitus tipe 2. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang bermakna antara gula darah puasa dengan penurunan fungsi kognitif pada pasien diabetes melitus tipe 2.
Hubungan Antara Rasio Neutrofil Limfosit dengan Tingkat Keparahan Penyakit pada Pasien Kolitis Kronis Berdasarkan Gambaran Colonoscopy di RS UNS Warsita, Syahidah Rahayu; Coana Sukmagautama; Desy Puspa Putri
Plexus Medical Journal Vol. 4 No. 2 (2025): April
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/plexus.v4i2.2026

Abstract

Pendahuluan: Kolitis adalah peradangan yang terjadi di usus besar yang ditandai dengan peradangan pada mukosa dan submukosa kolon. Meskipun merupakan penyakit yang umum terjadi, prevalensi kejadian kolitis meningkat di seluruh dunia. Gold standard penegakan kolitis menggunakan pemeriksaan colonoscopy dan histopatologi. Beberapa metode indirect baru-baru ini digunakan untuk menentukan aktivitas penyakit, Rasio Neutrofil-limfosit  (RNL) adalah salah satunya. RNL diketahui merupakan penanda biologis yang memiliki potensi prognostik pada penyakit inflamasi dan neoplastik. RNL didapatkan dari pemeriksaan darah yang rutin dilakukan, sederhana, murah, dan cepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah RNL dapat memprediksi tingkat keparahan penyakit pada pasien kolitis. Metode: Penelitian Observasional analitik dengan pendekatan potong lintang retrospektif terhadap pasien kolitis yang dirawat di RS UNS pada periode Januari 2022 – Desember 2023. Data demografis, hasil colonoscopy dan Rasio Neutrofil-limfosit saat pasien terdiagnosis diambil dari rekam medis. Uji Regresi Logistik Ordinal digunakan untuk menganalisis hubungan antara RNL dengan tingkat keparahan penyakit. Hasil: Terdapat 59 subjek penelitian yang dilakukan analisis dengan subjek dominan usia 51-60 tahun, dan tingkat keparahan penyakit didominasi oleh mild colitis. Rasio Neutrofil-limfosit (RNL) tidak signifikan berhubungan dengan tingkat keparahan penyakit pada pasien kolitis. Simpulan: Rasio Neutrofil-limfosit tidak signifikan dalam memprediksikan Tingkat keparahan penyakit kolitis. Rasio Nutrofil-limfosit tidak dapat digunakan untuk menggantikan colonscopy dalam memprediksi tingkat keparahan penyakit.