Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hubungan Gula Darah Puasa dengan Fungsi Kognitif pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Noviandini Diah Afiyati; Desy Puspa Putri; Nurhasan Agung Prabowo; Ira Ristinawati
Plexus Medical Journal Vol. 4 No. 1 (2025): Februari
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/plexus.v4i1.552

Abstract

Pendahuluan: Diabetes melitus yang terjadi pada usia paruh baya dapat menyebabkan berbagai komplikasi termasuk gangguan fungsi kognitif. Gangguan pada gula darah puasa berkaitan dengan proses mengingat serta penurunan fungsi kerja memori dan eksekutif pada usia lansia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara gula darah puasa dengan fungsi kognitif pada pasien diabetes melitus tipe 2. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Pengumpulan data dengan menggunakan consecutive sampling. Data gula darah puasa didapatkan dari rekam medis pasien selama tiga bulan terakhir. Data mengenai gangguan fungsi kognitif didapat dari hasil wawancara kuesioner MoCA-Ina dan uji statistik dilakukan dengan uji Chi-Square. Hasil: Dari total 41 pasien diabetes melitus tipe 2 yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi, didapatkan 24 orang (58,5%) mengalami gangguan fungsi kognitif. Dari hasil analisis data dengan uji Chi-Square didapatkan hubungan yang bermakna antara gula darah puasa dengan fungsi kognitif yang ditandai dengan nilai p=0,016 (p<0,05) dan OR sebesar 6,5. Namun, tidak terdapat hubungan yang bermakna antara jenis kelamin, usia, pendidikan terakhir, lama menderita DM, obat yang dikonsumsi, hipertensi, dan merokok dengan fungsi kognitif (p>0,05) pada pasien diabetes melitus tipe 2. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang bermakna antara gula darah puasa dengan penurunan fungsi kognitif pada pasien diabetes melitus tipe 2.
Predictive Value of Neutrophil-to-Limphocyte Ratio for Detecting Nonalcoholic Fatty Liver Disease in Type 2 Diabetes Mellitus Patients Daniswara, Gede Abhirama; Nurhasan Agung Prabowo; Putri, Desy Puspa; Shofiyah, Laily
Gema Lingkungan Kesehatan Vol. 24 No. 1 (2026): Gema Lingkungan Kesehatan (on progress)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/gelinkes.v24i1.455

Abstract

Type 2 diabetes mellitus (T2DM) is a chronic metabolic condition characterized by insulin resistance, leading to increased blood glucose levels (hyperglycemia). Insulin resistance is a key factor in the development of nonalcoholic fatty liver disease (NAFLD), a condition defined by excessive hepatic fat accumulation that is not caused by alcohol consumption. NAFLD can progress from simple steatosis to hepatic inflammation and fibrosis. The neutrophil-to-lymphocyte ratio (NLR) is a simple biomarker for systemic inflammation. Elevated NLR values may indicate increased inflammation, such as that observed in NAFLD. This study aimed to determine differences in NLR values in T2DM patients with NAFLD and without NAFLD. This cross-sectional study used secondary data from the medical records of 88 T2DM patients from 2022 to 2024, divided into groups without NAFLD (n=45) and with NAFLD (n=43) based on ultrasonographic liver findings. The Welch t-test was applied to compare NLR values, and receiver operating characteristic (ROC) analysis was used to identify the optimal cut-off value for NLR. The NAFLD group had significantly higher NLR values (mean difference = 3.80; 95% CI: 2.75–5.24; p<0.001), with an AUC of 0.962 (95% CI: 0.915–1.000; p<0.001) and an optimal cut-off value of ≥3.1964 (sensitivity 90.7%; specificity 100%). In conclusion, NLR is significantly elevated in T2DM patients with NAFLD and demonstrates strong discriminatory ability, indicating its potential use as a simple inflammatory biomarker in T2DM managements.