Silvia, Erlita
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Internalisasi Nilai-nilai Oikumene Gerejawi dalam Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia Cabang Makassar Silvia, Erlita; Hermanus, Rio Rocky
LOKO KADA TUO: Jurnal Teologi Kontekstual dan oikumenis Vol. 2 No. 1 (2025): Maret 2025
Publisher : SEKOLAH TINGGI TEOLOGI MAMASA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70418/60jvte14

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendalami nilai-nilai Oikumene Gerejawi (OG) yang dipraktikan dalam kerja-kerja organisasi Gerakan Makasiswa Kristen Indonesia. Pendekatan studi komparasi memudahkan penulis untuk melihat perbandingan Dokumen Keesaan Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (DKG-PGI), secara khusus tentang Oikumene Gerejawi (OG) dan implementasi program kerja GMKI Cabang Makassar. Nilai OG secara khusus derajat keterhubungan (degree of connectivity) antar seluruh warga gereja yang dibina menjadi Aktivis Oikumene Gerejawi (AOG). Pada akhirnya penelitian ini sebagai upaya mengokohkan nilai-nilai OG misalnya pembelajaran, pemuridan (discipleship), dan pendewasaan umat melalui penyiapan SDM melalui program kerja GMKI Cabang Makassar sebagai upaya menghadirkan kader yang berintegritas dalam segala kepelbagaian.
Konstruksi Nilai Hospitalitas dalam Lukas 10:25-37 sebagai Upaya Menyikapi Tindakan Rasisme Hermanus, Rio Rocky; Silvia, Erlita
LOKO KADA TUO: Jurnal Teologi Kontekstual dan oikumenis Vol. 3 No. 1 (2026): Maret 2026
Publisher : SEKOLAH TINGGI TEOLOGI MAMASA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70418/lkt.v3i1.98

Abstract

Penelitian ini berangkat dari kegelisahan terhadap maraknya praktik rasisme yang masih mengakar dalam kehidupan bermasyarakat dan akademik di Indonesia. Rasisme dalam konteks lokal tidak hanya termanifestasi melalui diskriminasi warna kulit, tetapi juga berkelindan secara kompleks dengan sentimen etnisitas, kesukuan (tribalisme), serta tumpang tindih identitas keagamaan. Secara etimologis, ras sering disalahpahami hanya sebagai kategori biologis, padahal rasisme merupakan ideologi sistemik yang menyerang atribut intrinsik manusia demi melegitimasi dominasi kelompok tertentu. Tujuan penelitian ini adalah mendekonstruksi akar rasisme tersebut melalui lensa teologis untuk membangun nilai hospitalitas yang inklusif. Metode yang digunakan adalah hermeneutik biblika dengan pendekatan social-scientific. Pendekatan ini mengintegrasikan teori sosial mengenai stratifikasi dan prasangka dengan analisis teks Lukas 10:25-37 guna memahami dinamika permusuhan antara orang Yahudi dan Samaria pada masa itu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kisah "Orang Samaria yang Murah Hati" merupakan kritik tajam terhadap eksklusivisme rasial dan religius. Yesus mendefinisikan ulang konsep "sesama" bukan berdasarkan kedekatan primordial, melainkan pada keberanian untuk melampaui batas-batas identitas demi kemanusiaan. Kesimpulannya, hospitalitas kristiani yang berakar pada tindakan kasih (agapao) menjadi jawaban krusial untuk menangkal rasisme. Hospitalitas mengubah pandangan terhadap "Yang Lain" dari musuh atau objek asing menjadi sesama subjek yang setara. Implikasi dari penelitian ini mendorong gereja dan masyarakat untuk mengonstruksi ruang perjumpaan yang menerima keberagaman sebagai kekuatan, bukan sebagai alasan untuk melakukan diskriminasi atau intoleransi.