Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penggunaan Anestesi Inhalasi Dengan Obat Sevoflurane Terhadap Post Operative Nausea And Vomiting (PONV) Pada Klien Bedah Dengan Anestesi Umum Di RSUD Karangasem Lewar, Emanuel Ileatan; Yusniawati, Yustina Ni Putu; Sudiana, I Ketut; Putra, I Gde Agus Shuarsedana; Meikayani, Ida Ayu Putu Carisa
Jurnal Riset Kesehatan Nasional Vol. 9 No. 1 (2025)
Publisher : Institute Teknologi dan Kesehatan (ITEKES) Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37294/jrkn.v9i1.601

Abstract

PONV merupakan suatu kondisi timbulnya rasa mual dan muntah akibat dari efek samping obat anestesi yang diberikan kepada pasien saat dilakukan pembedahan. Kejadian PONV berlangsung 24 jam pertama setelah dilakukan pemberian agen anestesi pada klien yang akan dilakukan pembedahan. Ada berbagai faktor yang dapat menyebabkan timbulnya kejadian PONV yaitu pola kebiasaan klien berupa merokok dan minum alkohol, usia, jenis kelamin, serta riwayat mabuk dalam melakukan perjalanan jauh. Ada berbagai efek obat yang dapat menyebabkan PONV yaitu volatile agent, opioid, sevoflurance. Selain obat ada juga situasi yang dapat menyebabkan terjadi PONV yaitu jenis operasi yang dilakukan dan lama waktu operasi yang diperlukan untuk melakukan pembedahan. Dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana penggunaaan agen anestesi Inhalasi Sevoflurance dengan kejadian PONV pada klien yang melakukan pembedahan dengan tehnik general anestesi di RSUD Karangasem. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif, desain analitis korelatif dengan cross sectional. Instrument pada penelitian ini adalah menggunakan kuesioner. Uji Analisa data menggunakan sperman rho. Hasil Penelitian: diperoleh hasil bahwa mayoritas durasi pembiusan dengan inhalasi sevoflurane >30 menit sebanyak 46(59,7%), mayoritas klien mengalami PONV sebanyak 41 (53,2%). Dari uji bivariat dengan sperman rho diperoleh hasil 0,000 dimana nilai p value <0,05 dengan R 0,05 dengan hasil terdapat hubungan yang kuat antara inhalasi sevoflurane pada klien dengan pembedahan menggunakan tehnik general anestesi di RSUD Karangasem. Terdapat hubungan yang kuat antara penggunaan anestesi inhalasi sevoflurane dengan PONV pada klien yang melakukan pembedahan dengan anestesi umum di RSUD Karangasem. Maka dari itu perlu dilakukan pemantauan yang baik oleh penata anestesi ketika memberikan obat inhalasi sevoflurane agar tidak terjadi PONV. Kata Kunci: Anestesi Inhalasi, Sevofluran, PONV
Factors Associated with Delays in Early Stroke Detection among Older Adults Yusniawati, Yustina Ni Putu; Putra, I Gde Agus Shuarsedana; Lewar, Emanuel Ileatan; Dari, Ni Putu Desy Ratna Wulan; Juniawan, Putu Denny; Meikayani, Ida Ayu Putu Carisa; Irawan, I Kadek Feri; Djami, Rani Velentina Angelina
JURNAL INFO KESEHATAN Vol 24 No 1 (2026): JURNAL INFO KESEHATAN
Publisher : Research and Community Service Unit, Poltekkes Kemenkes Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31965/infokes.Vol24.Iss1.2278

Abstract

Stroke is a medical emergency caused by disrupted blood circulation to the brain, leading to rapid neurological dysfunction and potentially fatal outcomes if not treated promptly. Optimal management must be initiated within the first three hours after symptom onset, known as the golden period. However, many stroke patients experience delays in receiving treatment, particularly in the prehospital phase, where more than 80% of cases fail to obtain timely medical intervention due to late recognition of stroke signs and symptoms (Satapathy, et al., 2025). Several factors related to early stroke detection require further investigation to determine the most dominant contributors to delayed detection and management. This study aimed to analyze the factors associated with the occurrence of delays stroke detection among older adults in five Banjar in Melinggih Village. A descriptive correlational analytic design with a cross-sectional, conducted over three months from July to September 2025, with 292 respondents were selected proportionally based on inclusion and exclusion criteria. Data were collected from older adult using structured questionnaires from AST (Face, Arm, Speech, Time), the Los Angeles Prehospital Stroke Screen (LAPSS), and PACS (Medic Prehospital Assessment for Code Stroke). Data analysis was performed using spearman rho and multivariable logistic regression. The results demonstrated significant associations between early stroke detection and knowledge (p<0.001; OR=5.702), attitude (p<0.001; OR=4.820), awareness (p<0.001; OR=4.820), assistant support (p<0.001; OR=4.620), information access ((p<0,001; OR=0.474), education background (p<0,001; OR=4.820). Multivariate analysis identified knowledge factor associated early stroke detection occurrence (P<0.001; OR =5.502; 95% CI: 1.938–9.843). In conclusion, delays in early stroke detection among older adults is significantly associated with knowledge, attitudes, awareness, family accompaniment, access to information, and educational background. Enhancing knowledge among older adults, along with strengthening public health programs that provide stroke related education and reinforce the role of elderly health cadres in monitoring older adults’ health, is essential to reduce delays in early stroke detection among this population.