Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KETIKA BAHASA DAERAH MENJADI ALASAN BULLYING: STUDI KASUS DI LINGKUNGAN PENDIDIKAN Tamba, Lauren Teresia; M. Surip; Munthe, Nia Elovani; Saragih, Novaria Br
Argopuro: Jurnal Multidisiplin Ilmu Bahasa Vol. 7 No. 2 (2025): Argopuro: Jurnal Multidisiplin Ilmu Bahasa
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6734/argopuro.v7i2.12043

Abstract

Fenomena bullying berbasis bahasa daerah merupakan masalah sosial yang sering terjadi di lingkungan pendidikan, namun masih minim mendapat perhatian akademik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana penggunaan bahasa daerah dapat menjadi alasan terjadinya bullying di sekolah serta dampaknya terhadap korban. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif dengan teknik wawancara mendalam kepada siswa, guru, dan pihak terkait di lingkungan pendidikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan bahasa daerah tertentu sering dikaitkan dengan stereotip negatif, yang memicu tindakan ejekan, diskriminasi, dan eksklusi sosial terhadap individu yang menggunakan bahasa tersebut. Selain itu, faktor lingkungan, kurangnya kesadaran budaya, serta pengaruh media turut memperkuat pola bullying berbasis bahasa daerah. Dampak dari fenomena ini meliputi penurunan rasa percaya diri, stres, hingga keengganan korban untuk menggunakan bahasa daerahnya di ruang publik. Penelitian ini merekomendasikan perlunya sosialisasi kesadaran multikultural serta kebijakan sekolah yang lebih inklusif untuk mencegah diskriminasi berbasis bahasa.
KETIKA BAHASA DAERAH MENJADI ALASAN BULLYING: STUDI KASUS DI LINGKUNGAN PENDIDIKAN Tamba, Lauren Teresia; M. Surip; Munthe, Nia Elovani; Saragih, Novaria Br
Argopuro: Jurnal Multidisiplin Ilmu Bahasa Vol. 7 No. 2 (2025): Argopuro: Jurnal Multidisiplin Ilmu Bahasa
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6734/argopuro.v7i2.12043

Abstract

Fenomena bullying berbasis bahasa daerah merupakan masalah sosial yang sering terjadi di lingkungan pendidikan, namun masih minim mendapat perhatian akademik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana penggunaan bahasa daerah dapat menjadi alasan terjadinya bullying di sekolah serta dampaknya terhadap korban. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif dengan teknik wawancara mendalam kepada siswa, guru, dan pihak terkait di lingkungan pendidikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan bahasa daerah tertentu sering dikaitkan dengan stereotip negatif, yang memicu tindakan ejekan, diskriminasi, dan eksklusi sosial terhadap individu yang menggunakan bahasa tersebut. Selain itu, faktor lingkungan, kurangnya kesadaran budaya, serta pengaruh media turut memperkuat pola bullying berbasis bahasa daerah. Dampak dari fenomena ini meliputi penurunan rasa percaya diri, stres, hingga keengganan korban untuk menggunakan bahasa daerahnya di ruang publik. Penelitian ini merekomendasikan perlunya sosialisasi kesadaran multikultural serta kebijakan sekolah yang lebih inklusif untuk mencegah diskriminasi berbasis bahasa.