Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Green Business Management in Hospital MANAJEMEN USAHA BERBASIS RAMAH LINGKUNGAN PADA RUMAH SAKIT Jarot Wicaksono; Noviarti; Slamet Riyadi Yuwono; Eka Pujiyanti
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia (JKMI) Vol. 2 No. 3 (2025): April
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jkmi.v2i3.3910

Abstract

Bagi Pemerintah  keberlangsungan dan kelestarian lingkungan merupakan hal penting bagi kelanjutan Bangsa Indonesia. Permenkes RI Nomor 7 Tahun 2019 tentang Kesehatan Lingkungan Rumah Sakit merupakan langkah konkrit dari Pemerintah akan hal ini. Green Hospital adalah bentuk ideal rumah sakit yang diharapkan terwujud di seluruh Indonesia. Akan tetapi pelaksanaannya membutuhkan biaya dan investasi yang tidak sedikit, terutama bagi rumah sakit yang telah beroperasi sebelum hal ini didengung oleh Kemenkes RI. Melalui studi literatur, peneliti menyampaikan konsep Green Business Management In Hospital sebagai langkah solutif. Dengan biaya dan investasi minimalis, rumah sakit dapat turut memulai kampanye mendukung keberlangsungan dan kelestarian lingkungan.
Analisis Dampak Kerusakan Hutan Mangrove Akibat Aktivitas Penambangan Di Laut Terhadap Migrasi Nelayan Kabupaten Bangka Pandjaitan, Manahan Budiarto; Iwan Bangun, Edi; Jarot Wicaksono
Paradigma Agribisnis Vol 7 No 2 (2025): Paradigma Agribisnis
Publisher : lembaga penelitian universitas swadaya gunung jati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/jpa.v7i2.9665

Abstract

Hutan Mangrove merupakan salah satu area vital, sumber paru-paru dunia jika berada dalam kondisi sehat. Kerusakan pada hutan mangrove memberi dampak besar bagi ekosistem yang ada padanya. Penyebab kerusakan hutan magrove beragam. Pada wilayah Kabupaten Bangka, perubahan stuktur hara dan sedimentasi akibat penambangan di laut memberi dampak rusaknya hutan mangrove di sana. Kerusakan yang membawa dampak perubahan ekosistem salah satunya adalah menurunnya populasi kepiting laut yang habitasi alaminya mulai dari area hutan mangrove sampai dengan kedalaman 40 meter dibawah permukaan air laut. Kondisi ini menyebabkan terjadinya migrasi sebagian nelayan yang perikehidupannya sangat tergantung pada keberadaan kepiting laut sebagai target utama melaut. Tim Peneliti LP2M Seskoal melakukan analisis atas fenomena kesenjangan ini sebagai upaya mengatasi permasalahan rusaknya hutan mangrove akibat proses penambangan di laut yang tidak memperkatikan aspek kesehatan lingkungan. Menggunakan metode penelitian kualitatif, Tim Peneliti LP2M Sekoal menemukan beberapa hal yang dapat menjadi solusi atas permasalahan yang sebelumnya ditemui. Dalam rangka meningkatkan populasi kepting laut di perairan sekitar Kab. Bangka, upaya yang paling penting mendasar dilakukan adalah melakukan rehabilitasi hutan mangrove. Upaya ini membutuhkan waktu yang tidak singkat, namun akan menjadi investasi penting bagi masa depan generasi penerus. Pada saatnya, nelayan yang sebelumnya bermigrasi, memiliki potensi besar untuk kembali ke Kab. Bangka karena disanalah asal usul kehidupan mereka bermula.