Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Pengembangan Perangkat Penggerak Kursor bagi Tunadaksa Berbasis Wireless dengan Konektivitas Sinyal Radio dan Bluetooth Yoga Cahyo Utomo; Romy Budhi Widodo; Mochamad Subianto
Prosiding Seminar Nasional Universitas Ma Chung Vol. 2 (2022): Prosiding Seminar Nasional Universitas Ma Chung
Publisher : Ma Chung Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1319.564 KB)

Abstract

Penyandang disabilitas di Indonesia berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2020 berjumlah 22,5 juta jiwa atau sekitar 5% dari jumlah penduduk Indonesia dan dari 22,5 juta penyandang disabilitas terdapat 17,74 juta yang bekerja. Pada perusahaan komputer banyak dimanfaatkan untuk berbagai hal seperti mengolah data dengan microsoft excel. Bagi penyandang tunadaksa mengoperasikan komputer dibutuhkan alat bantu tambahan. Pada penelitian ini pengembangan dilakukan untuk menambahkan fungsi tetikus seperti melakukan klik kanan, menggulir halaman, dan fitur wireless. Pengujian dilakukan oleh partisipan sebanyak 6 orang non-disabilitas guna mendapatkan data kualitatif dan kuantitatif, pengujian ini menggunakan format ISO 9241-411, pengujian tersebut akan membandingkan prototipe 1 (perangkat yang sudah diperbarui) dengan prototipe 2 (perangkat yang belum diperbarui). Pengujian kuantitatif dilakukan menggunakan perangkat lunak Fitts’Law yang memiliki 4 tingkat kesulitan yang akan diulang sebanyak 3 kali, lalu akan diambil data Time of Movement dan Throughput. Pengujian kualitatif dilakukan dengan pengisian kuesioner setelah pengujian kuantitatif guna mengetahui tingkat kenyamanan dan tingkat kelelahan menggunakan perangkat. Hasil pengujian statistik menggunakan Wilcoxon Signed Rank tidak ada perbedaan yang signifikan untuk nilai Throughput dan Time of Movement kedua perangkat yang berarti setelah ditambahkan fitur wireless tidak mempengaruhi performa dan akurasi. Hasil kuisioner dapat disimpulkan untuk tingkat kenyamanan prototipe 1 lebih unggul dari prototipe 2 karena sudah wireless dan untuk tingkat kelelahan antara dua perangkat tidak ada perbedaan. Hasil pengujian fungsi tambahan untuk klik kanan dan menggulir layar dilakukan dengan mengerjakan permasalahan sederhana menggunakan microsoft excel dan dapat disimpulkan untuk semua fungsi tambahan tersebut bekerja dengan baik. 
Penerapan PECS-Bahan Ajar Autisme Romy Budhi Widodo; Windra Swastika; Kestrilia Rega Prilianti
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat Universitas Ma Chung Vol. 1 (2021): Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat Ma Chung 2021
Publisher : Ma Chung Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (466.607 KB) | DOI: 10.33479/senampengmas.2021.1.1.333-340

Abstract

Kegiatan yang dilakukan bertujuan untuk memberikan nilai lebih kepada mitra. Pada kesempatan ini, kelompok kami berusaha ingin memberikan nilai lebih kepada salah satu Wisma Epilepsi yang ada di kota Malang. Di wisma tersebut terdapat anak autis, ASD (Autism Spectrum Disorder) dan sekaligus hiperaktif yang berusia 14 tahun. Dari hasil pengamatan oleh pembina, anak asuh dengan ASD ini memiliki tipe belajar visual. Alat-alat bermain dan belajar visual yang telah dimiliki perlu dianalisis dan jika perlu ditingkatkan keberagamannya sesuai kerjasama dengan penanggung jawab wisma. Keragaman bahan ajar juga disesuaikan dengan kemajuan pemahaman konsep dari anak tersebut. Beberapa alat belajar juga sering mengalami kerusakan sehingga diperlukan cara melindungi alat-alat belajar tersebut dari koyak dan kerusakan. Luaran sosial yang diharapkan adalah adanya peningkatan kemampuan dan kreatifitas anak ASD di Wisma Epilepsi tersebut. Pada kegiatan ini usaha menerapkan PECS-picture exchange communication system-dilakukan meski kendala pertemuan fisik yang jumlahnya tidak dapat terlalu banyak disebabkan ketidaknyamanan interaksi fisik di masa pandemi. Hasil pengamatan dari beberapa kali pertemuan dengan menerapkan PECS diperoleh bahwa penggabungan PECS dan model 3 dimensi, lebih sesuai digunakan, daripada hanya metode PECS saja, pada subjek
Penerapan dan Pelatihan Mouse Difabel pada Disabilitas Tunadaksa Romy Budhi Widodo; Yusuf Giovanno; Yoga Cahyo Utomo; Kevin Christopher Wungow
Jurnal SOLMA Vol. 11 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v11i2.8220

Abstract

Background: Some physically disabled people cannot operate a computer mouse due to their limitations. But the rest of the arm or thigh can still be moved so that it has the opportunity to be used to move the mouse cursor on the computer screen. The purpose of this activity is to implement a proposed new mouse for physically disabled people, this prototype has reached the technology readiness level (TRL) 6th level. Method: The implementation techniques are as follows: 1) Cloning and repairing the prototypes; 2) Participate in the disablement community; 3) Training disabled persons in Pendopo Lawang Subdistrict, Malang Regency, and getting feedback from subjects and prospective employers of the disabled person. The suggestion of future development of the proposed mouse should be towards spreadsheet processing easily, such as Excel. Results: The prototype was successfully operated, and the basic functions included left-right and top-down cursor movement, and left-click working properly. The feedback from three subjects, two of them successfully used the proposed mouse, while one subject had difficulty. The application of the proposed mouse needs to pay attention to the characteristics of every disabled people. Conclusions: This activity successfully applies the proposed mouse and gets suggestions, as well as prospective employers of the disabled person.
RANCANG BANGUN PENGONTROL GERAKAN ROBOT OPENMANIPULATOR DENGAN MATLAB Winarta, Daniel Kelvin; Widodo, Romy Budhi; Subianto, Mochamad
Sainsbertek Jurnal Ilmiah Sains & Teknologi Vol. 5 No. 1 (2024): September - Sainsbertek Jurnal Ilmiah Sains & Teknologi
Publisher : Ma Chung Press, Universitas Ma Chung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33479/sb.v5i1.343

Abstract

With the advancement of science, society demands industry to make a product with good quality and produced in a short time. Because of this demand, many industries have switched from manual production processes to automated production processes so that the products produced have consistent quality and are quickly produced. One of the most widely used technologies today is the robot arm. This study aims to create a robot arm motion control application using the MATLAB application. The robot arm used consists of several devices, namely the U2D2 board, power adapter, and servo dynamixel. Prototype testing is carried out by moving the position of the robot arm according to the predetermined position. The test was 100% successful in carrying out all the movements of moving the robot arm position, although improvements still need to be made so that the robot arm can function better in the future. 
Penggunaan Machine Learning dalam Klasifikasi Bahasa Isyarat BISINDO Menggunakan Kamera Handoko, Nico Alexander; Widodo, Romy Budhi; Swastika, Windra
Prosiding Seminar Nasional Universitas Ma Chung (Informatika & Sistem Informasi Bahasa dan Seni
Publisher : Ma Chung Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bahasa isyarat digunakan untuk berkomunikasi antara penyandang tunarungu dan tunawicara dengan pendengar. Permasalahan yang ada ialah bahasa isyarat jarang dipahami oleh masyarakat pada umumnya, sedangkan biaya penerjemah bahasa isyarat pada umumnya cukup mahal. Oleh karena itu, penggunaan teknologi Machine Learning dalam mengartikan bahasa isyarat menjadi penting untuk membantu meningkatkan komunikasi antara masyarakat umum dengan penyandang tunarungu dan tunawicara. Selain itu penggunaan teknologi Machine Learning dalam mengartikan bahasa isyarat dapat membuka peluang untuk pengembangan aplikasi cerdas yang lebih canggih, seperti sistem kontrol cerdas, robotika, dan rumah cerdas. Penelitian ini bertujuan untuk membuat prototipe aplikasi penggunaan teknologi Machine Learning dalam mengartikan bahasa isyarat BISINDO menggunakan kamera. Prototipe telah berhasil dibuat menggunakan empat jenis model classifier dari Machine Learning yaitu Random Forest, KNN, SVM, dan Decision Tree. Model-model yang digunakan berhasil mengidentifikasi bahasa isyarat SIBI, walaupun memiliki kekurangan dan masih lama dibandingkan dengan metode ketik. Kinerja model terbaik ialah Random Forest dengan nilai akurasi, presisi, f1, serta recall sebesar 97,7% yang diperoleh dari pengujian model dan 84% presisi secara real time. Serta mampu mencapai standar durasi paling singkat dalam mengklasifikasi gestur yaitu sebesar 34,6 kata per menit. Model yang lain memiliki kinerja yang cukup baik dengan kemampuan kinerja terendah diperoleh dari Decision Tree yaitu sebesar 89,3% untuk nilai akurasi, presisi, f1, dan recall yang diperoleh dari pengujian model. Kemudian memperoleh 75% nilai presisi secara real time dan memperoleh rata rata kecepatan klasifikasi 17.6 kata per menit.
Analisis Perbandingan Waktu Reaksi pada Individu Usia Dewasa Muda dan Usia Lanjut dalam Tugas Kognitif Priasmara, Bernardus Reynaldi Ananda; Widodo, Romy Budhi
Prosiding Seminar Nasional Universitas Ma Chung (Informatika & Sistem Informasi Bahasa dan Seni
Publisher : Ma Chung Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Studi ini bertujuan untuk menguji hipotesis bahwa terdapat perbedaan yang signifikan dalam waktu reaksi kognitif antara kelompok usia 13-25 tahun (masa remaja) dan 50 tahun ke atas (akhir kedewasaan). Masa remaja ditandai dengan perkembangan fisik dan mental yang optimal, sedangkan akhir kedewasaan ditandai dengan kemunduran fisik dan kognitif secara bertahap. Delapan subjek, termasuk laki-laki dan perempuan dengan variasi usia, dilibatkan dalam studi ini. Analisis data dilakukan menggunakan software GoStats. Untuk menguji normalitas data, digunakan uji Liliefors. Perbedaan waktu reaksi kognitif antar kelompok usia dianalisis menggunakan uji Mann-Whitney U. Hasil analisis menunjukkan bahwa data tidak terdistribusi normal (uji Liliefors, p < 0.05). Uji Mann-Whitney U selanjutnya menunjukkan tidak adanya perbedaan yang signifikan antara waktu reaksi kognitif kedua kelompok usia pada keempat tugas (p > 0.05). Adapun keempat tugas yang diberikan yaitu Simple Reaction (SR), Physical Matching (PM), Name Matching (NM), dan Class Matching (CM). Temuan ini menunjukkan bahwa perbedaan usia tidak selalu berdampak signifikan pada semua aspek fungsi kognitif. Studi lebih lanjut diperlukan untuk menyelidiki faktor-faktor lain yang mungkin mempengaruhi waktu reaksi kognitif, seperti jenis tugas kognitif, tingkat kesulitan tugas, dan pengalaman individu.
PEMBELAJARAN GAME EDUKASI DENGAN OBJECT-ORIENTED PROGRAMMING PADA JENJANG SMP YPK MALANG Widodo, Romy Budhi; Swastika, Windra; Yuswanto, Yuswanto
Jurnal Difusi Ipteks Legowo Vol. 1 No. 1 (2023): Jurnal Difusi Ipteks Legowo
Publisher : Perkumpulan Legowo Cerdas Sejahtera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62242/jdil.v1i1.5

Abstract

Extracurricular activities which are supplements and complements of the curriculum have been planned in the educational calendar of a school. Although these activities are outside the curriculum, whether they are compulsory or optional activities, they play an important role in personality development and discovering student talents. Learning educational games at SMP YPK Malang is carried out in community service for the 2019/2020 period. The material uses object-oriented programming with the Greenfoot platform. The results of this extracurricular learning are evaluated with a qualitative assessment of the domain of acting skills. The assessment techniques used include practices, products, and projects. The results of the evaluation show that the aspects of student diligence and the selection of suitable materials are the dominant factors in the success of students in producing game products.
Studi Klasifikasi Gerakan Semaphore menggunakan Fuzzy Mamdani dari Data IMU Sensor Budimartono, Tobias Nagata; Widodo, Romy Budhi
Intelligent System and Computation Vol 5 No 1 (2023): INSYST: Journal of Intelligent System and Computation
Publisher : Institut Sains dan Teknologi Terpadu Surabaya (d/h Sekolah Tinggi Teknik Surabaya)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52985/insyst.v5i1.263

Abstract

Sering dijumpai di komunikasi antar kapal dan dikepramukaan penggunaan bendera semaphore untuk media komunikasi jarak jauh. Pembelajaran semaphore umumnya dilakukan secara manual dan menggunakan pendeteksian dengan citra digital. Namun keduanya memiliki keterbatasan yaitu ketersediaan tenaga ahli/tutor dan permasalahan pencahayaan. Mengingat pentingnya semaphore untuk komunikasi jarak jauh maka ahli semaphore memerlukan guidance system yang dapat menilai gerakan latihan. Penelitian ini menggunakan fuzzy logic dengan mamdani inference system. Metode yang digunakan adalah memasang sensor inersial pada kedua pergelangan tangan untuk mendapatkan data sudut gerakan tangan. Sensor inersial yang digunakan menghasilkan tiga sudut orientasi yaitu roll, pitch, dan yaw; namun dalam penelitian ini digunakan sudut roll. Gerakan semaphore pada penelitian ini berporos hanya pada satu sumbu sehingga data sudut roll yang digunakan untuk analisis. Sensor inersial secara nirkabel memberikan data ke komputer yang telah berisi perangkat lunak fuzzy system. Pada dasarnya gerakan semaphore memiliki delapan titik sudut, namun dalam penelitian ini telah ditemukan metode baru menggunakan lima area untuk mengelompokkan sudut kedua tangan. Pengelompokan pada lima area bermanfaat untuk penciptaan rule fuzzy. Output fuzzy berupa skor sesuai atau tidak sesuai. Eksperimen menggunakan lima orang subjek yang diminta melakukan delapan karakter yang mewakili huruf A-Z, dan spasi. Hasil pengujian menunjukkan sistem berhasil mendeteksi gerakan dengan akurasi 67.5%. Hasil umpan balik analisis menunjukkan bahwa kedepannya diperlukan sebuah sensor yang dapat mendeteksi kemiringan torso untuk mengkompensasi postur tubuh yang kurang tegak saat subjek melakukan eksperimen.
Perbandingan Akurasi Deteksi Emosi Pada Suara Menggunakan Multilayer Perceptron, Random Forest, Decision Tree dan K-NN Swastika, Windra; Widodo, Romy Budhi; Oepojo, Alvin Andrius
Intelligent System and Computation Vol 5 No 1 (2023): INSYST: Journal of Intelligent System and Computation
Publisher : Institut Sains dan Teknologi Terpadu Surabaya (d/h Sekolah Tinggi Teknik Surabaya)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52985/insyst.v5i1.264

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan akurasi pengenalan emosi melalui suara dengan menggunakan beberapa jenis classifier. Emosi dasar yang akan dikenali ada 4, yaitu senang, sedih, neutral dan marah. Metodologi penelitian dimulai dengan memperoleh dataset suara dari database RAVDESS, yang terdiri dari 24 aktor dengan jumlah suara sebanyak 60 per aktor. Namun, hanya 28 suara yang dipilih dari setiap aktor, sehingga total ada 672 suara yang digunakan dalam penelitian ini. Untuk mengekstraksi fitur dari dataset suara, digunakan tiga teknik yaitu mel frequency cepstral coefficient (MFCC), Chroma, dan Skala Mel. Kemudian, empat jenis classifier digunakan dalam pembuatan model yaitu Multilayer Perceptron Classifier (MLPC), Decision Tree, Random Forest, dan K-NN. Dataset dibagi menjadi data train dan data test dalam 3 uji coba untuk masing-masing classifier, yait 85% train – 25% test, 80% train – 25% test, dan 75% train dan 25% test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model dengan menggunakan Random Forest Classifier memiliki akurasi tertinggi yaitu sebesar 79% dengan pembagian dataset 80% train - 20% test. Sedangkan, model dengan Decision Tree Classifier memiliki akurasi terendah sebesar 57% dengan pembagian dataset menjadi 75% train - 25% test. Dalam penelitian ini, teknik ekstraksi fitur yang digunakan yaitu MFCC, Chroma, dan Skala Mel, yang terbukti efektif dalam menghasilkan fitur dari dataset suara. Selain itu, hasil penelitian juga menunjukkan bahwa Random Forest Classifier lebih unggul dalam mengenali emosi melalui suara jika dibandingkan dengan jenis classifier yang lain.