Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS SEMIOTIKA LOGO MINYAK KAYU PUTIH CAP AYAM MENGGUNAKAN TEORI CHARLES SANDERS PEIRCE Pradilla Utari; Dinda Fitriani
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 3 (2025): MARET 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk menafsirkan makna yang terkandung dalam logo produk Minyak Kayu Putih Cap Ayam melalui analisis semiotika Charles Sanders Peirce dengan tahapan: (1) Menganalisis tanda pada logo produk Minyak Kayu Putih Cap Ayam; (2) Menganalisis objek (warna dan tipografi) pada logo produk Minyak Kayu Putih Cap Ayam; dan (3) Menganalisis Interpretan pada logo produk Minyak Kayu Putih Cap Ayam. Melalui tahapan tersebut, penelitian ini mengidentifikasi elemen-elemen visual dalam logo, seperti gambar ayam jantan, komposisi warna, serta bagaimana elemen-elemen tersebut berfungsi sebagai tanda atau simbol yang menginformasikan suatu makna. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Hasil penelitian Logo Produk Minyak Kayu Putih Cap Ayam melalui teori Charles Sanders Peirce menunjukkan bahwa logo tersebut menggunakan representamen untuk mewakili objek produk, serta memicu interpretasi yang beragam di benak pengamat. Logo ini tidak hanya mengkomunikasikan identitas produk, tetapi juga nilai-nilai seperti kealamian, kualitas, dan kedekatan dengan masyarakat
Pemahaman Isbat Nikah sebagai Upaya Pencatatan Perkawinan yang Belum di Catatkan Iqlima Maizati; Irda Wati; Dinda Fitriani
Karimah Tauhid Vol. 5 No. 3 (2026): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v5i3.23847

Abstract

Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 mensyaratkan pencatatan perkawinan agar sah secara hukum negara. Namun, realitas di masyarakat menunjukkan masih maraknya praktik nikah siri (tidak tercatat) yang, meskipun sah secara agama, tidak memberikan perlindungan hukum yang memadai. Ketiadaan pencatatan ini berdampak langsung pada status hukum istri dan anak, terutama dalam pemenuhan hak-hak keperdataan seperti nafkah, warisan, dan pengurusan akta kelahiran. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji mekanisme legalisasi perkawinan tidak tercatat melalui penetapan isbat nikah dan hubungannya dengan pencatatan perkawinan. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan menelaah peraturan perundang-undangan dan bahan pustaka terkait. Hasil kajian menunjukkan bahwa isbat nikah, sebagaimana diatur dalam Kompilasi Hukum Islam (KHI), berfungsi sebagai sarana hukum untuk mengesahkan perkawinan yang telah terjadi di masa lampau. Pengajuannya ke Pengadilan Agama bersifat limitatif, artinya harus didasarkan pada alasan-alasan spesifik yang diatur dalam Pasal 7 ayat (3) KHI. Hubungan antara isbat nikah dan pencatatan perkawinan adalah hubungan sebab-akibat yang bersifat yuridis-administratif. Isbat nikah menghasilkan "Penetapan" pengadilan yang menjadi alas hukum bagi Kantor Urusan Agama (KUA) untuk melakukan pencatatan. Tanpa penetapan tersebut, KUA tidak berwenang menerbitkan Akta Nikah. Dengan demikian, isbat nikah dan pencatatan adalah satu kesatuan proses hukum yang tidak terpisahkan untuk mengubah status perkawinan dari de facto (sah agama) menjadi de jure (sah secara agama dan negara).