Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hubungan Gagal Jantung dengan Hiponatremia Salam, Furqon Rizki; Khotimah, Neng Nurul; Rahmadani, Lenni; Yuniar, Regina Venus; Puteri, Silvany Eka; Sopiah, Popi
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 7 No 2 (2025): April 2025, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v7i2.6009

Abstract

Gagal jantung merupakan kondisi klinis yang kompleks dengan tingkat mortalitas tinggi dan salah satu faktor yang berkontribusi terhadap peningkatan risiko mortalitas pada pasien gagal jantung adalah hiponatremia. Pengobatan gagal jantung yang bersifat kompleks memerlukan pantauan asupan cairan dan elektrolit terutama elektrolit dalam darah salah satunya natrium karena, ketika cairan dan elektrolit tersebut di bawah kadar normal dapat menjadi masalah berat bagi penderita gagal jantung. Penelitian dilakukan menggunakan metode literatur scooping review secara sistematis dengan teknik pengumpulan data menggunakan database Google Schoolar, OpenAlex dan Pubmed. Dari ketiga database tersebut, artikel yang diseleksi dari keyword dan kriteria tahun 2015 - 2024 berjumlah 411. Kemudian artikel diseleksi kembali berdasarkan judul yang relevan dengan topik dan di dapatkan sebanyak 56 Artikel yang sesuai. Setelah itu, artikel ditinjau, dibaca kembali dengan kriteria eksklusi dan mendapatkan sebanyak 44 artikel dan tahap akhir dievaluasi sehingga menafsirkan semua penelitian yang tersedia dan peneliti mendapatkan 7 artikel yang pokok pembahasannya sesuai dengan topik. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan signifikan antara hiponatremia dan kejadian mortalitas pada pasien gagal jantung. Pasien dengan hiponatremia memiliki risiko enam kali lebih tinggi untuk mengalami mortalitas dibandingkan dengan pasien yang tidak mengalami hiponatremia, sehingga diperlukan pemantauan penggunaan obat terhadap keseimbangan cairan dan natrium.
Efektivitas dan efek samping penggunaan suplementasi zinc dalam penatalaksanaan diare pada anak: Literature review: Effectiveness and side effects of zinc supplementation in the management of diarrhea in children: Literature review Khotimah, Neng Nurul; Yuniar, Regina Venus; Puteri, Silvany Eka; Hidayat, Akhmad Ryan; Agnesty, Silvia; Maulani, Ailsa Shakira; Ridwan, Heri
Jurnal Ilmiah Keperawatan (Scientific Journal of Nursing) Vol. 12 No. 1 (2026): JiKep | Februari 2026
Publisher : UPPM STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33023/jikep.v12i1.2960

Abstract

Diare masih menjadi salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas anak di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Penanganan yang kurang tepat dapat memperburuk kondisi anak akibat kehilangan cairan dan elektrolit. Salah satu terapi tambahan yang direkomendasikan adalah suplementasi zinc, yang dapat mempercepat regenerasi mukosa usus, meningkatkan kekebalan tubuh, dan membantu perbaikan penyerapan nutrisi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas serta efek samping penggunaan suplementasi zinc dalam tatalaksana diare pada anak. Metodologi yang digunakan adalah literature review dengan mencari artikel dari Google Scholar, PubMed, dan Crossref dari tahun 2015–2025. Dari total 406 artikel yang ditemukan, diseleksi tujuh studi relevan dengan metode eksperimen, quasi eksperimen, dan deskriptif retrospektif. Hasil dari sintesis menunjukkan bahwa pemberian suplementasi zinc dapat secara efektif mengurangi durasi dan frekuensi diare, mempercepat proses penyembuhan, serta mengurangi risiko kekambuhan sekitar 27–34%. Kombinasi zinc dengan probiotik juga terbukti lebih efektif daripada penggunaan secara terpisah. Efek samping yang biasanya muncul cenderung ringan, seperti mual atau rasa logam di mulut, dan tidak memerlukan penghentian terapi. Oleh karena itu, suplementasi zinc adalah intervensi yang aman dan efisien sebagai terapi tambahan diare pada anak. Tenaga kesehatan memiliki peran penting dalam memberikan edukasi dan melakukan pemantauan agar terapi dapat memberikan manfaat secara optimal.