Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Kuasa dan Resistensi : Analisis Narasi “Panggil Aku Kartini Saja” Karya Pramoedya Ananta Toer dalam Perspektif Foucault Fitri Sahira, Najwa; Diah K Sianturi, Nehemia; Amanda, Riva
CARONG: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 2 No. 1 (2025): Maret: Local Culture and Traditions
Publisher : Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/chtag634

Abstract

This article analyzes the narrative of Pramoedya Ananta Toer's novel Panggil Aku Kartini Saja from the perspective of Michel Foucault's theory of power and resistance. This study aims to understand how power relations operate in the text and how Kartini as the main character shows a form of resistance to the patriarchal and colonial systems. With a qualitative descriptive approach, this study highlights two main aspects in the novel: first, how feudal and colonial powers form norms that limit women, and second, how Kartini carries out resistance through thinking, writing, and establishing schools for women. The research findings show that Kartini is not only an object of power, but also an active subject in fighting the oppressive system. This novel represents the struggle of women in negotiating their identity and space in a society dominated by colonial and patriarchal powers. Thus, the narrative of Panggil Aku Kartini Saja can be understood as a form of counter-discourse that criticizes the existing power structure.
Ideologi dan Relasi Kuasa dalam Pemberitaan Kematian Gajah Sumatera: Kajian Analisis Wacana Kritis Teun A. Van Dijk Apriliani Daely; Hasanah , Aulia; Aini, Retno Anggelica; Amanda, Riva; Marbun, Shela Jenari; Arisnofita, Dewi
Jejak digital: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 2 (2026): MARET 2026
Publisher : INDO PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/rjdnef97

Abstract

This study aims to analyze ideology and power relations in the reporting of the death of a Sumatran elephant in Riau using Teun A. Van Dijk's Critical Discourse Analysis model. This study employed a qualitative approach, using data from three purposively selected online news texts. Data collection was conducted through documentation, while data analysis encompassed the text's macrostructure, superstructure, and microstructure, as well as dimensions of social cognition and social context. The results show that the media framed the event as a crime against protected animals and an ecological tragedy. The dominance of official sources reinforced the legitimacy of state institutions, while the use of emotional lexicon and passive voice created a dramatic effect while obscuring the perpetrators. These findings confirm that the reporting is not neutral, but rather represents power relations and specific ideological tendencies in conservation issues.
Makna Nyanyian Lagu Sitalasari dalam Acara Tradisi Pernikahan Adat Batak Simalungun Daely, Apriliani; Hasanah, Aulia; Aini, Retno Anggelica; Amanda, Riva; Marbun, Shela Jenari; Wulandari, Ayu Nadira
Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Vol 5, No 1 (2026): March 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetish.v5i1.8150

Abstract

Lagu Sitalasari merupakan salah satu bentuk sastra lisan yang terdapat dalam tradisi pernikahan adat Batak Simalungun. Lagu ini tidak hanya berfungsi sebagai hiburan dalam upacara adat, tetapi juga mengandung berbagai nilai budaya dan pesan moral yang diwariskan secara turun-temurun dalam masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji makna yang terkandung dalam lirik lagu Sitalasari yang dinyanyikan dalam tradisi pernikahan adat Batak Simalungun. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data penelitian berupa lirik lagu Sitalasari yang dianalisis berdasarkan makna yang terkandung di dalamnya. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi pustaka dan dokumentasi terhadap sumber-sumber yang relevan dengan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lirik lagu Sitalasari mengandung berbagai nilai budaya yang berkaitan dengan kehidupan masyarakat Batak Simalungun, seperti nilai penghormatan terhadap orang tua, pentingnya menjaga adat istiadat, serta harapan akan kehidupan rumah tangga yang harmonis bagi pasangan pengantin. Selain itu, lagu ini juga memiliki fungsi sosial sebagai media penyampaian nasihat dan doa dalam upacara pernikahan adat. Dengan demikian, lagu Sitalasari tidak hanya memiliki nilai estetika sebagai karya seni musik tradisional, tetapi juga memiliki fungsi sosial dan budaya dalam kehidupan masyarakat Batak Simalungun.