Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Campur Kode Bahasa Indonesia–Inggris dalam Tuturan Generasi Z di Media Sosial: Kajian Sosiolinguistik terhadap Fenomena “Bahasa Jaksel” Andini, Try Widya; Lubis, Qesya Balqis; Hapiz, Naina Ikhdina; Andari, Zaskia Putri; Akrima, Shintya; Sasmitha, Afriani; Wulandari, Ayu Nadira
Jurnal Ilmu Bahasa, Sastra, dan Budaya Vol. 2 No. 1 (2026): BASADYA - Januari
Publisher : CV. SINAR HOWUHOWU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70134/basadya.v2i1.1365

Abstract

The phenomenon of code-mixing between Indonesian and English has become increasingly prevalent among Generation Z, particularly in social media communication. This study aims to examine the forms, causal factors, and impacts of code-mixing in youth speech, especially the variety known as “Jaksel language.” This research employs a descriptive qualitative approach, with data collected from social media content such as TikTok and YouTube. Data collection techniques include observation, documentation, and note-taking, while data analysis is conducted through data reduction, classification, and interpretation based on a sociolinguistic framework. The findings reveal that the dominant forms of code-mixing involve the insertion of English elements at the levels of words, phrases, and clauses, with Indonesian remaining the primary language. The factors influencing this phenomenon include bilingualism, the prestige of English, communicative efficiency, and the influence of social media and global culture. Furthermore, code-mixing functions as a means of self-expression and a marker of social identity among urban youth. In terms of impact, code-mixing has positive implications in enriching vocabulary through integration processes, but it also has the potential to cause interference if it affects the structure of the Indonesian language. Socially, this phenomenon can strengthen group solidarity while also creating exclusivity in communication. Therefore, code-mixing is a complex and multidimensional linguistic phenomenon that reflects the dynamic nature of language in a bilingual digital society.          
Alih Kode Dan Campur Kode Dalam Konten Instagram @Legerigi (Lege Marbun): Kajian Sosiolinguistik Kusmariati, Kusmariati; Manullang, Delima Br; Silaen, Rismauli N.; Afarrel, Mhd Ridho; Pakpahan, Wijar; Barus, Irfansyah; Wulandari, Ayu Nadira
Jurnal Ilmu Bahasa, Sastra, dan Budaya Vol. 2 No. 1 (2026): BASADYA - Januari
Publisher : CV. SINAR HOWUHOWU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70134/basadya.v2i1.1369

Abstract

This study aims to discuss and identify forms of code-switching and code-mixing, analyze the factors underlying them, and examine the prevalence of these forms in the Instagram content of creator Lege Marbun (@legerigi). The study was conducted using a qualitative descriptive approach with the observe-and-record technique. This analysis identified 12 authentic speech data points from 25 Reels/Stories posts from January to March 2026. The data source came from the Instagram account of Lege Marbun, a Batak diaspora content creator with 83K followers. Data collection involved observation and note-taking; data analysis techniques included data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results indicate that code-mixing is the most dominant form with 7 instances (58.3%), compared to code-switching with 5 instances (41.7%). The most common contributing factors are dual ethnic identity and a bilingual diaspora audience. This phenomenon reflects the communication style of the urban Batak youth in the digital age, which is flexible, expressive, and reflects a multilingual identity. These findings align with the sociolinguistic theories of Suwito, Holmes, and Wardhaugh, which emphasize the close relationship between language choice, social context, and identity strategies.
Makna Nyanyian Lagu Sitalasari dalam Acara Tradisi Pernikahan Adat Batak Simalungun Daely, Apriliani; Hasanah, Aulia; Aini, Retno Anggelica; Amanda, Riva; Marbun, Shela Jenari; Wulandari, Ayu Nadira
Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Vol 5, No 1 (2026): March 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetish.v5i1.8150

Abstract

Lagu Sitalasari merupakan salah satu bentuk sastra lisan yang terdapat dalam tradisi pernikahan adat Batak Simalungun. Lagu ini tidak hanya berfungsi sebagai hiburan dalam upacara adat, tetapi juga mengandung berbagai nilai budaya dan pesan moral yang diwariskan secara turun-temurun dalam masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji makna yang terkandung dalam lirik lagu Sitalasari yang dinyanyikan dalam tradisi pernikahan adat Batak Simalungun. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data penelitian berupa lirik lagu Sitalasari yang dianalisis berdasarkan makna yang terkandung di dalamnya. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi pustaka dan dokumentasi terhadap sumber-sumber yang relevan dengan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lirik lagu Sitalasari mengandung berbagai nilai budaya yang berkaitan dengan kehidupan masyarakat Batak Simalungun, seperti nilai penghormatan terhadap orang tua, pentingnya menjaga adat istiadat, serta harapan akan kehidupan rumah tangga yang harmonis bagi pasangan pengantin. Selain itu, lagu ini juga memiliki fungsi sosial sebagai media penyampaian nasihat dan doa dalam upacara pernikahan adat. Dengan demikian, lagu Sitalasari tidak hanya memiliki nilai estetika sebagai karya seni musik tradisional, tetapi juga memiliki fungsi sosial dan budaya dalam kehidupan masyarakat Batak Simalungun.