Presbikusis atau age-related hearing loss merupakan gangguan pendengaran progresif akibat proses penuaan yang berdampak pada kualitas hidup lansia. Selain faktor usia, gaya hidup seperti aktivitas fisik, kebiasaan merokok, dan pola makan diduga berperan dalam meningkatkan risiko presbikusis, terutama pada pasien dengan penyakit kronis seperti diabetes melitus dan hipertensi. Mengetahui hubungan antara gaya hidup dengan kejadian presbikusis pada pasien lansia dengan diabetes melitus dan hipertensi di Puskesmas Kedungmundu. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel terdiri dari 51 responden yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Data dikumpulkan melalui pemeriksaan audiometri untuk menilai presbikusis serta kuesioner gaya hidup yang meliputi aktivitas fisik (IPAQ-SF), kebiasaan merokok, dan pola makan (FFQ). Analisis dilakukan menggunakan uji Chi-Square.Dari 51 responden, sebagian besar memiliki gaya hidup tidak sehat (68,6%). Proporsi presbikusis lebih tinggi pada kelompok dengan gaya hidup tidak sehat (80,0%) dibandingkan kelompok dengan gaya hidup sehat (43,8%). Hasil uji Chi-Square menunjukkan nilai p = 0,010 yang menandakan adanya hubungan signifikan antara gaya hidup dan kejadian presbikusis. Terdapat hubungan yang signifikan antara gaya hidup dengan kejadian presbikusis pada pasien diabetes melitus dan hipertensi. Gaya hidup tidak sehat meningkatkan proporsi kejadian presbikusis.