This Author published in this journals
All Journal Voice of HAMI
Lesnusa, Novi
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENGARUH CARA HIDUP JEMAAT MULA-MULA DALAM KISAH PARA RASUL 2:41-47 TERHADAP PERINTISAN GEREJA GBI ARAS 1 INDRAPURA SUMATERA UTARA hutasoit, parulian; Lesnusa, Novi
Voice of HAMI: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Vol 7, No 2 (2025): Februari 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Hagiasmos Mission

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59830/voh.v7i2.128

Abstract

Dalam pelaksanaan perintisan gereja ada banyak hal yang dapat mempengaruhi berjalanya kegiatan perintisan gereja dengan baik, Salah satunya yaitu cara hidup jemaat mula-mula. Keterlibatan jemaat mula-mula dalam perintisan dimulai pada waktu pencurahan Roh Kudus. Rasul-rasul memberikan pengajaran kepada jemaat, kemudian jemaat melanjutkannya melalui kesaksian hidup mereka, Sehingga mengakibatkan kegerakan rohani terjadi dan banyak orang percaya kepada Tuhan Yesus Kristus sebagai Juruselamat. Pelayanan para murid dapat berhasil tentu tidak lepas dari sikap hidup jemaat mula-mula yang dapat menjadi berkat bagi orang lain sehingga dikatakan dalam kisah para rasul mereka disukai oleh semua orang. Hal ini membuktikan sikap hidup jemaat mula-mula sungguh-sungguh menjadi berkat bagi orang lain. Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan dengan gembala GBI Aras 1 Indrapura mengenai pengaruh cara hidup jemaat mula-mula yang telah diterapkan dalam melaksanakan perintisan gereja  di GBI Indrapura sangat minim. Dikarenakan situasi dan kondisi saat ini karena covid-19 dan imbauan pemerintah juga supaya kita tidak boleh berkumpul, harus menjaga jarak sehingga di gereja GBI Aras 1 Indrapura untuk sementara hanya ibadah raya yang masih berjalan. Situasi saat ini sangat menentukan kesetiaan jemaat untuk datang beribadah ke Gereja. kondisi inilah yang menghambat pertumbuhan jemaat, karena ibadah dilaksanakan melalui aplikasi zoom, youtube dll membuat jemaat tidak maksimal dalam beribadah.  Hal inilah membuat cara hidup jemaat mula-mula sulit untuk diterapkan. Meskipun gereja berusaha untuk menerapkannya namun, dibatasi dengan keterbatasan dan kondisi yang ada. Adapun Penelitian ini mengunakan metode penelitian kuantitafif. Setelah melakukan penelitian sesuai dengan metodologi yang baku, maka didapat hasil perhitungan korelasi antara kedua variabel adalah 0,308 dan masuk pada kategori positif  dan rendah. Berdasarkan uji regresi didapat hasil regresi antara kedua variabel sebesar 0,095 atau 10% yang berarti pengaruh cara hidup jemaat mula-mula memberi kontribusi sebesar 10% terhadap perintisan gereja