Penelitian ini dilatarbelakangi oleh representasi ketidakadilan dan penindasan sosial terhadap perempuan yang ditampilkan secara berlapis dalam novel Jalan Lahir (2021) karya Dias Novita Wuri, mulai dari kekerasan seksual pada masa pendudukan militer Jepang hingga kekerasan domestik pascaperang. Penelitian bertujuan mendeskripsikan bentuk-bentuk ketidakadilan tersebut dan menganalisis struktur sosial yang melatarbelakanginya melalui bentuk ranah, modal, habitus, dan kekerasan simbolik dari Pierre Bourdieu. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitis; data berupa kutipan naratif dan dialog dikumpulkan melalui teknik baca-catat, kemudian dianalisis dengan model interaktif Miles, Huberman, dan SaldaƱa serta diperkuat melalui triangulasi teori. Hasil penelitian menunjukkan lima bentuk dominasi yang saling berkelindan, yaitu reproduksi habitus patriarki lintas generasi, kekerasan simbolik melalui normalisasi peran dan rasa bersalah perempuan, penindasan tubuh perempuan sebagai arena kekuasaan militer, dominasi melalui modal politik institusi pendudukan, serta variasi resistensi korban yang berkisar dari perlawanan terbuka hingga disintegrasi diri. Temuan ini menegaskan bahwa ketidakadilan dalam novel bukan peristiwa personal yang berdiri sendiri, melainkan struktur yang direproduksi secara berulang lintas ruang, waktu, dan generasi. Penelitian ini memberi kontribusi bagi kajian sastra Indonesia berupa penerapan kerangka Bourdieu secara terpadu dan integratif, yang memungkinkan pembacaan ketidakadilan sebagai bentuk relasi kuasa berlapis, bukan sekadar tema representasi perempuan yang berdiri sendiri, sekaligus memperkaya khazanah sosiologi sastra Indonesia dalam mengkaji karya bertema trauma sejarah dan kekerasan berbasis gender.