Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Asah skill: An approach skill-based learning platform with management and strategic planning process Ellin Devihana Pratiwi; Hendrik Amrico; Muhammad Afiff Rizki; Resti Savira; Catur Apriono
Matrix : Jurnal Manajemen Teknologi dan Informatika Vol. 12 No. 2 (2022): Matrix: Jurnal Manajemen Teknologi dan Informatika
Publisher : Unit Publikasi Ilmiah, P3M, Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31940/matrix.v12i2.91-101

Abstract

Digital transformation in education improves entities by implementing significant changes in education by combining information technology, computing, communication, and coordination. This paper proposes improving education through a digital transformation through platforms, specifically online skills-based learning called ASAH Skill. The survey was conducted by collecting question data from Google Forms. By using the Problem Validation method and Primary Data, obtained Product Validation on Customer Needs (Survey) and Product Strategy (Affinity Diagram). It is a market-based validation as a guide for designing ASAH Skill products that meet the criteria and needs of Skill Providers and Seekers. The method considered consists of three steps, namely strategic situation analysis (SSA), strategy formulation (SF), and strategy implementation (SI). We have finally found what customers need to develop their skills during the isolation period of the covid-19 pandemic. The survey was conducted on 51 respondents. Strategic Implementation consists of Mockup, Business Model Canvas (BMC), and Problem Solution Fit Canvas. The biggest detention experienced by respondents was very limited mobility (82.4%). The survey also showed that most of the activities respondents did during the pandemic were exploring new things (37.3%). Video editing is the most learned skill during the pandemic (25.9%), and YouTube is the respondents' main choice as a medium for learning skills (43.1%). Overall, the results of the study show that dispensing and learning skills are a new need for society during a pandemic. The provision of a platform is a development opportunity as a forum for the dissemination and learning of skills. The highest priority is on the 'easy to use' attribute where all respondents give an importance rating of 5.
Sosialisasi Energi Hijau untuk Masa Depan : Mengenal Energi Terbarukan Sejak Dini di SMA Negeri 16 Padang Muhardika; Akbar Abadi; Resti Savira; Yani Kamisa Putri; Yudia Meka Seftiani
Jurnal Andalas: Rekayasa dan Penerapan Teknologi Vol. 5 No. 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Electrical Engineering Department Faculty of Engineering Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jarpet.v5i1.116

Abstract

Peningkatan pemahaman generasi muda tentang energi terbarukan sangat penting untuk mendukung transisi energi bersih dan pembangunan berkelanjutan di Indonesia. Namun, tingkat literasi energi hijau di kalangan siswa SMA masih tergolong rendah. Untuk itu, Program Studi Teknik Listrik Politeknik Negeri Padang melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat berupa sosialisasi energi terbarukan di SMA Negeri 16 Padang. Kegiatan dilaksanakan dalam bentuk presentasi edukatif, diskusi interaktif, dan demonstrasi aplikasi energi terbarukan. Evaluasi dilakukan menggunakan kuesioner pre-test dan post-test untuk mengukur efektivitas kegiatan terhadap peningkatan pemahaman siswa. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman yang signifikan pada seluruh indikator yang diukur. Pemahaman siswa terhadap konsep dasar energi terbarukan meningkat dari 32% menjadi 87%, pemahaman tentang jenis-jenis energi hijau meningkat dari 25% menjadi 80%, dan pemahaman manfaat energi terbarukan bagi lingkungan meningkat dari 38% menjadi 95%. Selain itu, seluruh siswa (100%) menyatakan pentingnya penerapan energi terbarukan di masa depan. Dengan demikian, kegiatan ini terbukti efektif dalam meningkatkan literasi energi hijau di kalangan siswa SMA dan dapat menjadi model yang layak direplikasi di sekolah lain. Ke depan, diperlukan kesinambungan program serupa untuk memperkuat pendidikan lingkungan di tingkat pendidikan menengah.