Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Makna Simbolik Dalam Upacara Pernikahan Adat Kei di Ohoi Faan Kabupaten Maluku Tenggara Talubun, Michael; Fangohoi, Adriana; Belekubun, Susilawati; Savsavubun, Chrisye M E; Renwarin, Martinus
Jurnal Ilmiah Multidisipin Vol. 3 No. 4 (2025): Jurnal Ilmiah Multidisiplin, April 2025
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60126/jim.v3i4.857

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji makna simbolik dalam upacara pernikahan adat Kei di Ohoi Faan, Kabupaten Maluku Tenggara. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Adapun informan dalam penelitian ini dibagi menjadi tiga kategori: 1) Informan Kunci, yaitu Kepala Desa (E. Renwarin), yang dianggap memiliki informasi pokok terkait penelitian; 2) Informan Utama, yaitu tokoh adat (Theodorus Harbelubun), yang terlibat langsung dalam interaksi sosial dan upacara adat; dan 3) Informan Tambahan, yaitu masyarakat Ohoi Faan (Mikhael Kebubun, Frederikus Renwarin, dan M.R.), yang terlibat langsung dalam prosesi upacara pernikahan adat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa upacara pernikahan adat Kei terdiri dari tiga proses utama, yaitu Lenan Red Fid, Manu Marai, dan Ev Yan. Setiap proses memiliki simbol-simbol komunikasi yang kaya akan makna, seperti Lela (Sad-sad), Gong, dan Mas adat. Simbol-simbol ini tidak hanya berfungsi sebagai alat komunikasi, tetapi juga sebagai representasi nilai-nilai budaya dan kearifan lokal masyarakat Kei. Lela (Sad-sad)melambangkan penghormatan dan permintaan izin untuk memulai pembicaraan adat, sementara Gong melambangkan ikatan kekeluargaan dan kepemilikan. Mas adat seperti Mas He dan Mas A memiliki makna sebagai bentuk penghormatan dan permintaan restu dari keluarga mempelai perempuan. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam memahami pentingnya pelestarian budaya adat melalui upacara pernikahan, serta memberikan rekomendasi untuk meningkatkan kesadaran generasi muda tentang nilai-nilai budaya tersebut.
Spiritual-Integrated Interpersonal Communication in Mentoring Children with Special Needs Belekubun, Susilawati; Renwarin, Martinus; Talubun, Michael; Futauni, Maria Irmawati
Jurnal Komunikasi Pemberdayaan Vol 4 No 2 (2025): December
Publisher : Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat Desa APMD

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47431/jkp.v4i2.857

Abstract

This study examines interpersonal communication practices in mentoring children with special needs conducted by the ALMA Sisters at Bhakti Luhur Orphanage in Langgur, Southeast Maluku. Children with special needs often experience communication barriers, limited social interaction, and social stigma within their communities. Effective interpersonal communication therefore becomes a crucial element in the mentoring process. This research employs a qualitative approach using a case study design. Data were collected through in‑depth interviews, participant observation, and document analysis involving sisters who directly assist children with special needs. The data were analyzed thematically to identify patterns of interpersonal communication that emerge in the mentoring process. The findings reveal six dominant forms of interpersonal communication in mentoring practices: openness, empathy, supportiveness, equality, contextual awareness, and sacrifice. These communication practices function not only as interaction mechanisms but also as relational strategies that foster emotional security, self‑confidence, and social development among the children. Furthermore, the religious spirituality embraced by the sisters strengthens the interpersonal relationships established during the mentoring process.This study contributes to interpersonal communication scholarship by highlighting the integration of spiritual values within mentoring practices for children with special needs.