Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Implementasi Relaksasi Nafas Dalam untuk Menurunkan Intensitas Nyeri pada Pasien Apendiksitis di Rumah Sakit Vita Insani Pematangsiantar Saragih, Wulan Andriani; Perangin-angin, Norong
Science: Indonesian Journal of Science Vol. 1 No. 3 (2024)
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/science.v1i3.64

Abstract

Apendiksitis adalah peradangan pada apendiks vermiformis dan merupakan penyebab nyeri abdomen akut yang paling sering. Penyakit appendiksitis dapat menimbulkan nyeri karena terjadi infeksi pada apendiks. Rasa nyeri dapat di minimalisir dengan dilakukan teknik non farmakologis dengan penerapan teknik relaksasi nafas dalam untuk menurunkan nyeri pada pasien appendiksitis. Desain penelitian deskriptif melalui pendekatan studi kasus. Sampel dalam penelitian sebanyak 2 responden yaitu pasien dengan gangguan sistem pencernaan pada penyakit appendiksitis yang dirawat Dirumah Sakit Vita Insani Pematangsiantar. Hasil studi kasus tentang asuhan keperawatan dengan penerapan teknik relaksasi nafas dalam pada kedua pasien dengan gangguan sistem pencernaan pada penyakit appendiksitis dalam menurunkan intensitas nyeri menunjukkan teknik relaksasi nafas dalam dapat menurunkan nyeri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan teknik relaksasi nafas dalam efektif dalam menurunkan nyeri. Disarankan kepada pasien dengan gangguan sistem pencernaan pada penyakit appendiksitis agar dapat menerapkan teknik relaksasi nafas dalam secara bertahap sehingga hasil yang diharapkan tercapai dengan menurunnya intesitas nyeri.
Penyuluhan Bahaya Merokok Di Desa Tanjung Pasir Kecamatan Tanah Jawa Kabupaten Simalungun Perangin-angin, Riska Wani Eka Putri; Perangin-angin, Norong
Marsipature Hutanabe: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 01 (2025): Marsipature Hutanabe: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : CV. Devi Tara Innovations

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Smoking is a social problem that has a significant impact on public health, especially for active and passive smokers. This counseling activity aims to increase public awareness about the dangers of smoking and encourage behavior change, especially among adolescents. This study uses a qualitative descriptive method with a case study approach in the form of community service in Tanjung Pasir Village, Tanah Jawa District, Simalungun Regency. Data was collected through observation, interviews, questionnaires, and documentation, then analyzed using the triangulation method. The results of the counseling showed an increase in participants' understanding of the negative effects of smoking, where 85% of participants expressed a new awareness of the dangers of smoking, and 68% of those who had previously smoked wanted to reduce or quit. In addition, there is a positive impact on social behavior, such as increasing parental commitments not to smoke at home and the proposed establishment of village regulations related to the prohibition of smoking in public areas. In conclusion, this counseling is effective in increasing awareness and motivating behavior change against smoking habits. Therefore, similar activities need to be carried out on an ongoing basis by involving various parties to strengthen smoking prevention efforts, especially among adolescents.
Pendidikan Kesehatan Pada Keluarga Penderita TB Paru Terhadap Pencegahan Resiko Menular Di Huta III Tanjung Pasir Kec Tanah Jawa Kab. Simalungun Perangin-Angin, Norong; Perangin-Angin, Riska Wani Putri; Lismawati, Lismawati; Sembiring, Armeysa
Center of Knowledge : Jurnal Pendidikan Dan Pengabdian Masyarakat Volume 2, No 2, Agustus 2022
Publisher : Pusdikra Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/cok.v2i2.729

Abstract

Penyakit Tuberkulosis sampai saat ini masih menjadi masalah kesehatan masyarakat baik negara maju maupun negara berkembang (Depkes, 2007). Penyakit TB paru adalah termasuk penyakit kronis karena rentang penyembuhan yang memerlukan waktu yang cukup lama yaitu sekitar 6-8 bulan selain pengobatannya yang berlangsung lama obat-obatan yang diberikan juga terbilang cukup banyak sehingga penderita merasa bosan untuk mengkonsumsi obat-obatan tersebut. Penyakit TB Paru ini pada dasarnya bisa di sembuhkan dengan cara patuh minum obat secara teratur, salah satunya dengan cara minum obat selama enam sampai delapan bulan secara teratur. Namun kebanyakan dari masyarakat khususnya penderita TB Paru tidak patuh minum obat, berdasarkan hasil wawancara pada tanggal 10 september 2019 ditemukan 4 dari 6 orang penderita di huta III tanjung pasir Tulangan, mereka mengatakan merasa bosan minum obat, dan dari pihak keluarga mengatakan adanya keterbatasan keluarga dalam mengingatkan penderita TB paru untuk patuh minum obat secara teratur dikarenakan masing-masing anggota mempunyai aktivitas tersendiri, misalnya istri yang ikut serta mencari nafkah (bekerja). Indonesia merupakan urutan ketiga penderita TBC paru terbanyak di dunia setelah India dan Cina dengan jumlah penderita sekitar 10% dari total jumlah penderita di dunia (DepKes RI 2007). Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan penderita TBC yang cukup besar dari tahun ke tahun. Tahun 2010 tercatat total kasus TBC sebanyak 36.352 kasus. Tahun 2011 tercatat total kasus TBC sebanyak 37.236 kasus. Sementara untuk hasil pengobatan dan kasus yang diobati pada tahun 2010 yang hasilnya diketahui pada tahun 2011, pasien yang disembuhkan sebanyak 19.568 (88 %), yang gagal disembuhkan 146 dan yang putus berobat sebanyak
The Relationship Between Drug Information Services and the Level of Compliance in Hypertension Patients at Tuan Rondahaim Regional Hospital, Simalungun Regency in 2025 Turnip, Dosma Rosita; Sitorus , Evi Junita; Perangin-angin, Norong
Jurnal EduHealth Vol. 17 No. 01 (2026): Jurnal EduHealt, January-March 2026
Publisher : Sean Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Drug information services are very necessary, especially since many patients have not received adequate drug information about the drugs they are using, because incorrect use of drugs and non-compliance with taking drugs can harm patients. Patient compliance influences the success of treatment. Without patient awareness, therapy results will not be optimal, and this can even lead to treatment failure.Hypertension patients need to regularly check themselves at the hospital or independently at home periodically to monitor their condition and adjust their treatment in a timely manner for optimal healing effectiveness. Hypertension treatment aims to prevent and avoid dangerous complications. This study was descriptive with a prospective approach.In this study, the sampling technique used was nonprobability sampling with purposive sampling technique.The research instruments used were checklist sheets and questionnaires. The most respondents were in the 60-69 year age group, namely 44 respondents (44%), the most common gender classification for hypertension sufferers was female, namely 53 people (53%), the most common level of education was high school with a total of 55 people (55%), and the most common type of work was farmer with a total of 57 people (57%). Drug information services that are frequently provided are Drug Name, Dosage, How to Use and Indications, implemented 99% - 100%, Dosage Form (55%), Side effects (66%), Interactions 43%, and storage only 8%, while. Information that has not been provided is drug contraindications (0%) and drug stability (0%). The level of compliance is low with 58 respondents (58%), the level of compliance is high with 8 respondents (8%). Based on the results of the statistical test, there is a relationship using correlation, obtaining a significant value of 0.000, indicating that there is a relationship between drug information services and the level of compliance of hypertension patients