Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Social support, Quality of life, and Death Anxiety among Soldiers in Papua Xavier, Selyo Febrio; Rini, Rr. Amanda Pasca; Ariyanto, Eko April
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 16 No. 01 (2025): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jptt.v16n01.p1-9

Abstract

Background: Soldiers in conflict areas face heightened death anxiety due to physical challenges, armed conflict, and harsh conditions. Social support and quality of life are vital for their psychological well-being.  Objective: To examine the role of quality of life as a mediator between social support and death anxiety among Indonesian National Armed Forces in Papua. Method: Correlational quantitative research involving 165 samples using the accidental sampling technique. Measurement using scales of death anxiety, social support, and quality of life. Path analysis was used to analyze the data. Results: The findings indicate a significant negative relationship between social support and death anxiety (r = -0.421, p < 0.001), as well as a significant positive relationship between social support and quality of life (r = 0.536, p < 0.001). There is a significant negative relationship between quality of life and death anxiety (r = -0.478, p < 0.001), which also acts as a mediator. Conclusion: Social support can improve the quality of life and reduce death anxiety among Indonesian National Armed Forces in Papua. This study suggests psychosocial interventions to improve soldiers' psychological well-being through enhancing social support and quality of life.   Keywords: Death anxiety; military personnel; Papua; quality of life; social support.   Abstrak Latar Belakang: Tugas prajurit di daerah konflik meningkatkan kecemasan terhadap kematian akibat tantangan fisik, konflik bersenjata, dan kondisi geografis yang sulit. Dukungan sosial serta kualitas hidup prajurit berperan penting dalam kesejahteraan psikologis mereka. Tujuan: Untuk menguji peran kualitas hidup sebagai mediator antara dukungan sosial dan kecemasan kematian pada prajurit TNI di Papua. Metode: Penelitian kuantitatif korelasional dengan melibatkan 165 sampel dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Pengukuran dengan skala kecemasan terhadap kematian, dukungan sosial, dan kualitas hidup. Analisis jalur digunakan untuk menganalisis data. Hasil: Temuan menunjukkan hubungan negatif signifikan antara dukungan sosial dengan kecemasan kematian (r = -0,421, p < 0,001), serta hubungan positif signifikan antara dukungan sosial dengan kualitas hidup (r = 0,536, p < 0,001). Hubungan negatif signifikan antara kualitas hidup dengan kecemasan kematian (r = -0,478, p < 0,001), sekaligus berperan sebagai mediator. Simpulan: Dukungan sosial yang kuat dapat meningkatkan kualitas hidup dan mengurangi kecemasan terhadap kematian pada prajurit TNI di Papua. Penelitian ini menyarankan intervensi psikososial untuk meningkatkan kesejahteraan psikologis prajurit melalui penguatan dukungan sosial dan kualitas hidup.   Kata Kunci: Dukungan sosial; kualitas hidup; kecemasan kematian; Papua, prajurit militer.
DI BALIK SENYAP KONFLIK: RESILIENSI PSIKOLOGIS PRAJURIT TNI DI PAPUA Febrio Xavier, Selyo; Pasca Rini, Rr. Amanda; Suryanto, Suryanto
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v5i3.7709

Abstract

Military assignments in conflict areas such as Papua expose Indonesian Army (TNI) soldiers to physical threats and psychological pressures that can impair psychological functioning and mission readiness. Resilience, as the ability to endure and adapt in extreme conditions, is crucial in this context. This study aims to analyze the dynamics of resilience among TNI soldiers in Papua, focusing on risk factors, protective mechanisms, and psychological processes that support their endurance and performance in the field. A qualitative approach with in-depth interviews and thematic analysis was used to explore the soldiers' subjective experiences in managing stress, using coping strategies, and deriving meaning from their deployment experiences in conflict areas. The findings indicate that resilience develops through the interaction of emotional regulation, flexible coping strategies, strong social support, and spirituality as a key psychological resource. The deployment also contributes to the positive transformation of soldiers, including enhanced emotional maturity and prosocial orientation. This study provides practical insights for the TNI in designing training programs and psychological support based on spirituality and social support to enhance the mental readiness of soldiers in conflict areas. ABSTRAK Penugasan militer di daerah konflik seperti Papua menempatkan prajurit TNI pada ancaman fisik dan tekanan psikologis yang dapat mengganggu fungsi psikologis dan kesiapan tugas. Resiliensi, sebagai kemampuan untuk bertahan dan beradaptasi dalam kondisi ekstrem, sangat penting dalam konteks ini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika resiliensi prajurit TNI di Papua, dengan fokus pada faktor risiko, mekanisme protektif, dan proses psikologis yang mendukung ketahanan dan kinerja mereka di lapangan. Pendekatan kualitatif dengan wawancara mendalam dan analisis tematik digunakan untuk menggali pengalaman subjektif prajurit dalam mengelola stres, menggunakan strategi coping, dan membangun makna dari pengalaman penugasan di daerah konflik.Temuan menunjukkan bahwa resiliensi berkembang melalui interaksi antara regulasi emosi, penggunaan strategi coping yang fleksibel, dukungan sosial yang kuat, dan spiritualitas sebagai sumber daya psikologis utama. Penugasan ini juga berkontribusi pada transformasi positif prajurit, termasuk peningkatan kedewasaan emosional dan orientasi prososial. Penelitian ini memberikan wawasan praktis bagi TNI dalam merancang program pelatihan dan dukungan psikologis berbasis spiritualitas dan dukungan sosial untuk meningkatkan kesiapan mental prajurit di daerah konflik.