Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

STRATEGI PENGABDIAN MASYARAKAT UNTUK PENCEGAHAN STUNTING DI DESA SUGERKIDUL MELALUI PROGRAM “SEBANTING” Ryan Bintang Satria; Wage Nur Iman; Maylafasya Rismawanti; Romli Rivaldi; Rahmat Supriyanto; Untung Untung; Achmad Soafianto Saputra; Royhansyah Saputra; Denok Risky Ayu Paramita
Jurnal SADEWA Vol 3 No 01 (2025): Sadewa: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas dr. Soebandi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36858/js.v3i01.823

Abstract

Stunting is a persistent nutritional issue that continues to pose a major challenge in Indonesia, particularly in East Java. Sugerkidul Village, Jelbuk District, is one of the areas in Jember Regency with a high numbers of stunting. This community service activity aims to improve the knowledge of the people of Sugerkidul Village regarding stunting and its influencing factors through community service activities under the name of “SEBANTING”, Sugerkidul Bebas Stunting. The activities carried out include socialization of PHBS (Healthy Living Behavior) and stunting, poster competitions, and the provision of stunting pocketbooks. Socialization was conducted involving students of SMPN 2 Jelbuk as the primary target. The results show significant increase in students' understanding after attending the socialization. The poster competition also successfully stimulated students' creativity in conveying messages about stunting prevention. The compiled stunting pocketbook is expected to be a source for the community to obtain accurate information about stunting. Overall, this community service activity has made a positive contribution to increasing public awareness in Sugerkidul Village about the importance of stunting prevention. However, continuous efforts involving various parties are needed to achieve a significant reduction in stunting rates.
Strategi Pengembangan Agroindustri Bawang Goreng Pada Umkm Sayuni Dengan Metode Swot (Strength, Weakness, Opportunity, Threat) Dan Ahp (Analytical Heirarchy Process) Royhansyah Saputra; Andika Putra Setiawan; Danu Indra Wardhana
National Multidisciplinary Sciences Vol. 4 No. 6 (2025): Proceeding SEMARTANI 4.2
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Agroindustri bawang goreng memiliki potensi besar dalam mendukung perekonomian daerah serta memenuhi permintaan pasar yang terus meningkat, terutama pada produk berbasis lokal yang autentik. Sejak berdiri pada tahun 2021, UMKM Sayuni telah memproduksi bawang goreng dengan kapasitas produksi 1 kuintal per hari, yang dikemas dalam bungkus 30 kg. UMKM Sayuni masih menghadapi sejumlah tantangan serius, di antaranya adalah masalah ketidakpastian pasokan bawang kupas untuk produksi, serta kelangkaan bahan baku yang kerap menghambat kelancaran operasional, promosi yang kurang optimal. Kabupaten Probolinggo, merupakan salah satu penghasil bawang merah terbesar di Provinsi Jawa Timur, menunjukkan potensi besar dalam produksi komoditas ini. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengidentifikasi faktor internal dan eksternal yang memengaruhi pengembangan agroindustri bawang goreng di UMKM Sayuni, (2) menentukan strategi alternatif yang dapat diterapkan, dan (3) menetapkan strategi prioritas untuk pengembangan usaha tersebut. Metode yang digunakan adalah analisis SWOT untuk mengidentifikasi faktor internal, eksternal, dan strategi alternatif, serta metode Analytical Hierarchy Process (AHP) untuk menentukan strategi prioritas. Penelitian ini melibatkan pengumpulan data melalui wawancara dan kuesioner dengan para ahli, pengusaha, dan stakeholder terkait. Hasil analisis SWOT menunjukkan terdapat lima alternatif strategi, yaitu: (1) mengoptimalkan produksi bawang goreng dengan skala besar dengan melakukan kerjasama dengan petani dan pemasok bawang merah, (2) pemasaran berbasis keunggulan lokasi dan keaslian produk lokal, (3) menggunakan keahlian untuk membentuk brand yang kuat Promosi berbasis edukasi kuliner, (4) promosi berbasis edukasi kuliner, dan (5) mengembangkan produk dengan strategi pemasaran berbasis rekomendasi konsumen. Selanjutnya, berdasarkan hasil analisis SWOT dan AHP, dihasilkan bahwa strategi 1 sangat direkomendasikan untuk diimplementasikan sebagai prioritas utama, karena menawarkan dampak terbesar dalam mendukung keberhasilan operasional dan pencapaian tujuan.