RIAN CHANDRA
STIT Darul Ulum Kotabaru

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

TRADISI PIDUDUK DALAM PERKAWINAN ADAT BANJAR DITINJAU DARI PERSPEKTIF HUKUM ISLAM RIAN CHANDRA
Darul Ulum: Jurnal Ilmiah Keagamaan, Pendidikan dan Kemasyarakatan Vol 11 No 2 (2020): Darul Ulum: Jurnal Ilmiah Keagamaan, Pendidikan dan Kemasyarakatan, Desember 202
Publisher : STIT DARUL ULUM KOTABARU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62815/darululum.v11i2.54

Abstract

This research is normative or literature research, by reviewing library materials to find out how according to Islamic law about the issue of occupational tradition in Banjar traditional marriages. The results of this study indicate that the concept of the piduduk tradition is to use several dishes in marriage. The occupation tradition is believed to refuse reinforcements in order to avoid the evil spirits that interfere with the wedding ceremony. Because the community assumed that there would be dangers to befall if the residents were not carried out. And so far the implementation of the occupation tradition in marriage has been categorized as al-urf al-fasid and al-urf al-shahih. Al-urf al-fasid, because many people believe in this position to avoid evil spirits, even though believing in other than Allah is a major sin and acts of shirk. It can become al-urf al-shahih if the person carrying out the marriage does not believe that the occupation tradition is something that causes disaster. The occupation tradition can be accepted as one of the good customs and does not contradict the Koran or the hadith if its implementation in society itself is changed, namely by straightening the intention in carrying it out instead of making us idolatrous but the address is provided only as a symbol or symbol of the expected prayer. for the bride
PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN PADA BIDANG STUDI AKIDAH AKHLAK DI MTS. RAUDHATUL JANNAH KOTABARU. RIAN CHANDRA
Darul Ulum: Jurnal Ilmiah Keagamaan, Pendidikan dan Kemasyarakatan Vol 13 No 1 (2022): Darul Ulum: Jurnal Ilmiah Keagamaan, Pendidikan dan Kemasyarakatan, Juni 2022
Publisher : STIT DARUL ULUM KOTABARU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62815/darululum.v13i1.76

Abstract

Media merupakan suatu pendukung dalam proes belajar mengajar dan juga mempunyai hasil yang cukup baik ketika dipergunakan. Hal ini yang menjadi alasan sebagian besar para pengajar untuk mempergunakannya. Perkembangan zaman membawa pengaruh perubahan di berbagai bidang, termasuk bidang pendidikan, dan ini juga menimbulkan perbincangan di kalangan masyarakat, dalam hal ini pendidikan mengalami berbagai perubahan di antaranya adalah penggunaan media pembelajaran di sekolah. Bukan dalam hal pendidikan, pemerintah membuat suatu landasan hukum untuk memberikan kewajiban kepada orangtua untuk mendidik anak. Memperhatikan hal tersebut di atas peran orangtua merupakan salah satu modal utama dalam menentukan keberhasilan seorang anak dalam berbagai hal, terutama dalam pendidikan karena seorang anak memerlukan dorongan perhatian dari orangtua dan lingkungannya untuk menambah semangat mencapai keberhasilan, Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan gambaran tentang bagaimana penggunaan media pembelajaran pada bidang studi Akidah Akhlak di MTs. Raudhatul Jannah Kotabaru dan faktor-faktor yang mempengaruhi penggunaan media pembelajaran pada bidang studi Akidah Akhlak tersebut. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, penggunaan media pembelajaran pada bidang studi Akidah Akhlak di MTs. Raudhatul Jannah Kotabaru termasuk mendukung. Hal ini dipengaruhi oleh profesionalnya seorang guru, bersemangatnya siswa dalam mengikuti proses belajar mengajar, fasilitas yang tersedia cukup memadai, dan lingkungan yang cukup mendukung proses belajar mengajar. Kata kunci : Media Pembelajaran, Perkembangan zaman, Profesional guru
ANALISIS HUKUM ISLAM TERHADAP HARTA WARIS SECARA ISHLAH DALAM MASYARAKAT BANJAR RIAN CHANDRA
Darul Ulum: Jurnal Ilmiah Keagamaan, Pendidikan dan Kemasyarakatan Vol 15 No 1 (2024): Darul Ulum: Jurnal Ilmiah Keagamaan, Pendidikan dan Kemasyarakatan, Juni 2024
Publisher : STIT DARUL ULUM KOTABARU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62815/darululum.v15i1.159

Abstract

Keberadaan agama sesungguhnya menjadi solusi bagi terciptanya realitas keadilan tanpa adanya satu pun yang dirugikan. Dalam hal ini adalah waris. Islam memperkenalkan konsep waris dalam hal pembagian harta peninggalan yang juga mengacu pada ayat-ayat substantif (uhuliyyah), sekaligus menjadi tujuan umum atas dasar syariah (maqasyid al-Syariah). Dalam konteks waris, khususnya pada masyarakat Banjar dikenal dengan istilah praktek ishlah yang menjadi salah satu cara membagi harta waris dan yang juga dipraktekkan hingga mampu disepakati menciptakan keadilan. Tulisan ini berupaya menganalisis dan mengemukakan gagasan bagaimana Islam meregulasi pembagian harta waris secara ishlah, yakni dengan cara bermusyawarah hingga menemukan kata mufakat yang berarti prosesnya menempuh jalan atau cara bermusyawarah dengan semua pihak yang berhak mendapatkan harta waris. Penelitian ini mencoba untuk mencermati dan menganalisis realitas dan fenomena yang ada terkait dengan aspek nilai keadilan waris. Penulis meneliti melalui penelitian normatif dan fenomenologis, pendekatan yang digunakan pendekatan analisis (analysis approach), dan pendekatan konseptual (conseptual approach).