MUHAMMAD ABDILLAH IHSAN
STIT DARUL ULUM KOTABARU

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

MEDIA PENDIDIKAN ISLAM POPULER: Studi Kasus Resepsi Mahasiswa STIT Darul Ulum Kotabaru Terhadap Konten Animasi Nussa Official MUHAMMAD ABDILLAH IHSAN
Darul Ulum: Jurnal Ilmiah Keagamaan, Pendidikan dan Kemasyarakatan Vol 14 No 1 (2023): Darul Ulum: Jurnal Ilmiah Keagamaan, Pendidikan dan Kemasyarakatan, Juni 2023
Publisher : STIT DARUL ULUM KOTABARU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62815/darululum.v14i1.126

Abstract

Ruang publik dewasa ini telah berekspansi sedemikian rupa mengikuti kemajuan teknologi. Salah satu anak kandung dari kemajuan teknologi adalah dunia digital. Tawaran pengajaran dan pembelajaran melalui media digital merupakan sesuatu yang mau tidak mau harus kita terima seperti kemudahan, fleksibelitas, jangkauan audiens, dan sebagainya. Mahasiswa adalah salah satu kelompok yang paling sering menggunakan media digital namun kadang terjebak dengan kemegahan otoritas ini. Tontonan mahasiswa seringkali tidak tersaring dengan cukup baik. Penelitian ini berupaya untuk melihat Bagaimana Pandangan Mahasiswa STIT Darul Ulum Kotabaru terhadap konten media pendidikan Islam populer? Bagaimana Resepsi Mahasiswa STIT Darul Ulum Kotabaru terhadap konten animasi pendidikan islami Nussa Official dengan tema Toleransi, Marah, dan Bukan Mahram? Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Darul Ulum Kotabaru meresepsi berbagai konten animasi pendidikan Islam di media digital. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran pemahaman dan pemaknaan mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Darul Ulum Kotabaru terkait konten animasi pendidikan Islam di media digital. Pendekatan yang digunakan dalam peneltian ini adalah pendakatan penelitian kualitatif-deskriptif. Hasil peneltian ini menempatkan mahasiswa STIT Darul Ulum Kotabaru dalam kategori yang dibuat Stuart Hall, meliputi tipologi Dominant-hegemonic Audiens, Oppositional audiens, dan Negotiating Audiens terhadap konten-konten yang menjadi pilihan dalam penelitian
BEYOND THE ARAB SPRING: FLAKES OF PRE-NATION-STATES HISTORICAL HERITAGE OF THE ARABS MUHAMMAD ABDILLAH IHSAN
Darul Ulum: Jurnal Ilmiah Keagamaan, Pendidikan dan Kemasyarakatan Vol 15 No 1 (2024): Darul Ulum: Jurnal Ilmiah Keagamaan, Pendidikan dan Kemasyarakatan, Juni 2024
Publisher : STIT DARUL ULUM KOTABARU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62815/darululum.v15i1.161

Abstract

This article talks about the Arab Spring phenomenon using a different perspective. The author tries to guide the historical factors of the formation of nation-states in the Middle East and North Africa after the collapse of the Ottoman Turkish Empire with various factors that have a significant influence. Moving on from the failure of the unity of the Ummah which was carried out by the spirit of Pan-Islamism of the Ottoman Turks, which was followed by the failure of Pan-Turkism and Pan-Arabism, brought the Muslim community into the trap of narrow nationalism that was regionalistic and very tribal, group, and sectarian. These tribal, group, and sectarian fragments have a big contribution in creating the pre- and post-Arab Spring conditions that haven't found the dream; democratization, non-discrimination, and social and economic equality. Another assumption, Islam, as the main religion of Arab society, gives a positive response, or at least passively for the continuation of narrow nationalism which is identical to the interests of small groups and is contrary to the spirit of the unity of the ummah. This research uses a qualitative approach with a case study method to explore processes, activities, and events. The data data taken from relevant documents and uses a holistic analysis technique by narrative-descriptive approach. In the end, this research concludes the typical tribalist and sectarian Arab culture and historical factors contributed to the gaps in Arab society which culminated in the Arab Spring.