Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Perencanaan Model Bisnis Peternakan Ayam Kampung Skala Kecil dengan Pendekatan Business Model Canvas Irma Christiani; Nelly
Jurnal Ekonomi Bisnis, Manajemen dan Akuntansi (Jebma) Vol. 6 No. 2 (2026): Article Research Juli 2026
Publisher : Yayasan Cita Cendikiawan Al Khwarizmi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/jebma.v6i2.8899

Abstract

Usaha peternakan ayam kampung memiliki peluang pengembangan yang cukup besar seiring meningkatnya permintaan masyarakat terhadap produk pangan yang sehat dan alami. Meskipun demikian, peternakan skala kecil masih menghadapi berbagai tantangan, seperti keterbatasan modal, pemasaran yang belum optimal, serta belum tersusunnya model bisnis yang terarah. Fokus penelitian ini adalah menganalisis model bisnis yang diterapkan pada peternakan ayam kampung skala kecil, mengidentifikasi kondisi lingkungan internal dan eksternal yang memengaruhi kinerja usaha, serta merumuskan pengembangan model bisnis yang lebih kompetitif dan berkelanjutan. Penelitian menggunakan metode studi kasus dengan pendekatan kualitatif. Data penelitian diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dokumentasi, dan diskusi bersama pemilik usaha sebagai informan utama. Analisis dilakukan menggunakan Business Model Canvas (BMC) dan analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usaha memiliki beberapa keunggulan, antara lain produk ayam kampung yang alami, penggunaan pakan alami, serta kemampuan menghasilkan bibit secara mandiri. Di sisi lain, usaha masih menghadapi kendala berupa tingginya tingkat kematian anak ayam, keterbatasan modal, pemasaran digital yang belum maksimal, dan minimnya kemitraan strategis. Berdasarkan analisis SWOT dan Matriks TOWS, dirumuskan model bisnis usulan yang berfokus pada perluasan segmen pasar, penguatan nilai produk sehat dan alami, optimalisasi pemasaran digital, diversifikasi sumber pendapatan, peningkatan manajemen kesehatan ternak, serta pengembangan kemitraan usaha. Rancangan model bisnis yang dihasilkan diharapkan dapat menjadi strategi pengembangan usaha yang mampu meningkatkan produktivitas operasional, memperluas cakupan pemasaran, meningkatkan profitabilitas, serta mendukung keberlanjutan usaha peternakan ayam kampung skala kecil di masa mendatang.
Transformasi Bisnis Bengkel di Era Digital dengan Pendekatan Design Thinking: (Studi Kasus : Bengkel Tradisional di Indonesia) Irma Christiani; Matthew Abel Nugroho
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 4 No. 4 (2025): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v4i4.1345

Abstract

Transformasi digital telah mengubah banyak sektor jasa di Indonesia, namun bengkel kendaraan tradisional masih tertinggal dalam adopsi teknologi. Penelitian ini menganalisis tantangan dan peluang digitalisasi bengkel tradisional melalui pendekatan design thinking sebagai strategi transformasi bisnis yang berorientasi pada pengguna. Dengan metode kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan observasi terhadap pemilik bengkel serta pengguna jasa. Analisis tematik mengidentifikasi tiga hambatan utama: rendahnya literasi digital pelaku usaha, kurangnya kepercayaan konsumen, dan minimnya sosialisasi sistem digital. Selain itu, ditemukan tiga peluang utama digitalisasi, yaitu transparansi harga, kemudahan akses layanan, dan peningkatan pengalaman pengguna. Tahap ideate menghasilkan tiga kebutuhan inti pengguna, yaitu kemudahan pemesanan, estimasi biaya yang jelas, dan notifikasi progres servis, yang kemudian diterjemahkan ke dalam prototipe awal aplikasi bengkel daring melalui pendekatan iteratif design thinking. Hasil penelitian menunjukkan bahwa digitalisasi bengkel berpotensi tinggi apabila dirancang berdasarkan kebutuhan lokal dan pengalaman pengguna yang tepercaya. Penelitian ini berkontribusi pada penyusunan kerangka transformasi digital berbasis design thinking yang bersifat inklusif, adaptif, dan dapat digunakan sebagai rujukan dalam pengembangan inovasi layanan di sektor jasa otomotif Indonesia.