Usaha peternakan ayam kampung memiliki peluang pengembangan yang cukup besar seiring meningkatnya permintaan masyarakat terhadap produk pangan yang sehat dan alami. Meskipun demikian, peternakan skala kecil masih menghadapi berbagai tantangan, seperti keterbatasan modal, pemasaran yang belum optimal, serta belum tersusunnya model bisnis yang terarah. Fokus penelitian ini adalah menganalisis model bisnis yang diterapkan pada peternakan ayam kampung skala kecil, mengidentifikasi kondisi lingkungan internal dan eksternal yang memengaruhi kinerja usaha, serta merumuskan pengembangan model bisnis yang lebih kompetitif dan berkelanjutan. Penelitian menggunakan metode studi kasus dengan pendekatan kualitatif. Data penelitian diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dokumentasi, dan diskusi bersama pemilik usaha sebagai informan utama. Analisis dilakukan menggunakan Business Model Canvas (BMC) dan analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usaha memiliki beberapa keunggulan, antara lain produk ayam kampung yang alami, penggunaan pakan alami, serta kemampuan menghasilkan bibit secara mandiri. Di sisi lain, usaha masih menghadapi kendala berupa tingginya tingkat kematian anak ayam, keterbatasan modal, pemasaran digital yang belum maksimal, dan minimnya kemitraan strategis. Berdasarkan analisis SWOT dan Matriks TOWS, dirumuskan model bisnis usulan yang berfokus pada perluasan segmen pasar, penguatan nilai produk sehat dan alami, optimalisasi pemasaran digital, diversifikasi sumber pendapatan, peningkatan manajemen kesehatan ternak, serta pengembangan kemitraan usaha. Rancangan model bisnis yang dihasilkan diharapkan dapat menjadi strategi pengembangan usaha yang mampu meningkatkan produktivitas operasional, memperluas cakupan pemasaran, meningkatkan profitabilitas, serta mendukung keberlanjutan usaha peternakan ayam kampung skala kecil di masa mendatang.
Copyrights © 2026