Anita Rusianti
Universitas Cenderawasih

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Pengaruh IPM dan UMP terhadap Produktivitas Tenaga Kerja di Provinsi Nusa Tenggara Timur Syamsidar Sinaga; Anita Rusianti; Lidiah Tereda Iwo
EKOMA : Jurnal Ekonomi, Manajemen, Akuntansi Vol. 5 No. 4: Mei 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/ekoma.v5i4.15714

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dan Upah Minimum Provinsi (UMP) terhadap produktivitas tenaga kerja di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) periode 2020–2024. Produktivitas tenaga kerja merupakan indikator kritis bagi percepatan ekonomi dan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs). Saat ini, NTT masih menghadapi tantangan besar berupa tingkat produktivitas dan PDRB per kapita yang relatif rendah dibandingkan skala nasional. Penelitian ini menggunakan metode analisis regresi data panel dengan pendekatan Fixed Effect Model (FEM) untuk mengolah data dari berbagai kabupaten/kota di NTT. Hasil analisis menunjukkan bahwa variabel IPM dan UMP secara simultan berpengaruh signifikan terhadap produktivitas tenaga kerja dengan nilai R-Squared sebesar 90,17%. Secara parsial, IPM memiliki pengaruh positif dan signifikan; peningkatan kualitas pendidikan serta kesehatan secara langsung meningkatkan kemampuan kognitif dan produktivitas pekerja. Demikian pula dengan UMP yang menunjukkan pengaruh positif dan signifikan, memperkuat teori upah efisiensi bahwa imbalan yang mencukupi dapat meningkatkan motivasi dan daya upaya pekerja. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penguatan modal manusia dan kebijakan upah yang adil merupakan kunci utama dalam memacu pertumbuhan ekonomi yang inklusif di wilayah tersebut.
Dampak Sosial Ekonomi Implementasi Teknologi Pengolahan Sagu Skala Kecil Terhadap Kesejahteraan Masyarakat Adat dan Lingkungan Hidup di Kampung Yoboi, Simporo dan Babrongko Kabupaten Jayapura Richard Patty; Anita Rusianti; Dominggus Marei
EKOMA : Jurnal Ekonomi, Manajemen, Akuntansi Vol. 5 No. 4: Mei 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/ekoma.v5i4.17268

Abstract

Papua memiliki potensi sagu yang sangat besar secara nasional dan global, namun menghadapi berbagai tantangan seperti pergeseran pola konsumsi masyarakat, dominasi beras, serta alih fungsi lahan menjadi perkebunan. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi teknologi pengolahan sagu skala kecil pada masyarakat adat di Kampung Yoboi, Simporo, dan Babrongko, Kabupaten Jayapura. Metode pengolahan tradisional yang sebelumnya manual, memakan waktu lama, dan kurang higienis ditingkatkan melalui penerapan teknologi tepat guna yang lebih efisien dan produktif.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknologi ini mampu mempercepat proses pengolahan dari beberapa hari menjadi sekitar lima jam, meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi, serta membuka akses pasar yang lebih luas. Dampak sosial ekonomi yang dihasilkan meliputi peningkatan pendapatan rumah tangga, produktivitas, dan penciptaan lapangan kerja baru, terutama bagi perempuan. Selain itu, terjadi penguatan kelembagaan sosial, peningkatan partisipasi perempuan, transfer pengetahuan kepada generasi muda, serta pelestarian nilai budaya adat. Dari sisi lingkungan, implementasi teknologi mendorong pengurangan limbah dan praktik budidaya sagu berkelanjutan. Analisis Social Return on Investment (SROI) sebesar 4,14:1 menunjukkan bahwa setiap Rp1 investasi menghasilkan Rp4,14 nilai sosial ekonomi, sehingga model ini efektif, berkelanjutan, dan layak direplikasi secara luas.