Irawati Azizah
Universitas Negeri Surabaya

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

IMPLEMENTASI KONSEP PENDIDIKAN ANDRAGOGI TERHADAP PROGRAM PENDIDIKAN DAN PELATIHAN LEMBAGA KORP PELAJAR PUTRI (L-KPP) PASURUAN Irawati Azizah; widodo -
J+PLUS UNESA Vol. 10 No. 1 (2021): J+PLUS, Juni 2021
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini di tulis sebgaai laporan Penelitian yang bertujuan untuk mengetahui, mendeskripsikan, danmenganalisis implementasi prinsip -prinsip andragogi pada pelaksanaan pendidikan dan pelatihan LembagaKorp Pelajar Putri (L-KPP) Pasuruan. Pada kesempatan ini peneliti menggunakan metode penelitianevaluasi (evaluation research) dengan model evaluasi responsive stake dan pendekatan deskriptif kualitatifdengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Subjek yangdiambil ialah peserta diklat, pengelola, dan instruktur diklat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa padapenerapan pendidikan andragogi sendiri dapat dikatakan perlu banyak berbaikan Pertama, tujuan ataucapaian yang mengacu pada kebutuhan bidang garap perlu untuk dielaborasikan dengan kebutuhan yangingin dipelajari dan dikuasai peserta diklat, karena sejatinya pendidikan merupakan process of becoming aperson. Maka program diklat harus memfasilitasi peserta agar dapat mengaktualisasi diri dan menyiapkanpeserta agar lebih cakap dan kreatif dalam menghadapi permasalahan saat terjun bermasyarakat. Hal initidak tercapai disebabkan peran instruktur yang belum memahami penuh prinsip-prinsip pendidikanandragogi, sehingga pada tahap persiapan rancangan diklat tidak terelaborasikan dengan baik berdasarkanprinsip andragogi, yang berdampak pada kualitas diklat dan lulusan diklat yang masih belum optimal.Kedua, Jumlah peserta yang terlalu banyak yakni 50 orang tidak sebanding dengan tenaga instruktur yangdimiliki, hal ini berdampak pada peran instruktur sebagai pendamping tidak tercapai dengan baik danpendekatan yang sulit terbangun dengan kapasitas peserta yang tergolong banyak. Maka dirasa perlu untukmelakukan seleksi terhadap peserta diklat atau pembatasan jumlah peserta agar tercapainya pembelajaranyang kondusif.