Hasanah Mihdar, Uswatul
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGEMBANGAN SISTEM KONTROL DAN PENEPAT MESIN CNC SPOT WELDING UNTUK PERAKITAN BATTERY PACK Nasrullah, Baso; Hasanah Mihdar, Uswatul; Harmi, Nur; Pasau, Herianto Bintang; Nursyam, Muh.
Jurnal Teknik Mesin Sinergi Vol 22 No 2 (2024): Oktober 2024
Publisher : Politeknik Negeri Ujung Pandang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31963/sinergi.v22i2.4883

Abstract

Di Indonesia, hingga saat ini proses perakitan dan produksi battery pack masih menggunakan cara manual dan semi otomatis. Perakitan manual selalu menggunakan kabel yang disolder di antara setiap bagian baterai. Sedangkan proses perakitan semi otomatis menggunakan alat titik bergerak otomatis. Namun pemindahan benda kerja (baterai) pada proses pengelasan titik (Spot Welding) masih dilakukan secara manual. Mesin CNC Spot Welding ini sebelumnya diproduksi dan dioperasikan oleh beberapapihak. Setelah beberapa kali proses pengoperasian terdapat kekurangan yang dapat diperbaikiPenelitian ini bertujuan adalah untuk pengembangan konstruksi mesin CNC Spot Welding yang mudah dipindahkan, untuk sistem kontrol dan penepat yang dapat memudahkan pengoperasian mesin CNC Spot Welding, untuk menganalisis hasil pengujian pengelasan pada mesin CNC Spot Welding, dan untuk mengetahui estimasi biaya manufaktur mesin CNC Spot Welding. Penelitian ini dimulai dari studi literatur, identifikasi masalah, perancangan, pemilihan dan pembuatan komponen, pengecekan fungsi dan kesesuaian komponen, perakitan sistem mekanik elektrik dan sistem kontrol, pengujian dan pengambilan data, serta analisa data. Penelitian dilakukan dengan pemilihan tempat dan waktu, alat dan bahan, tahapan perancangan, dan prosedur pengujian. Metode pengambilan data dilakukan dengan menggunakan mistar ingsut dan balok aluminium untuk menguji keakuratan pergerakan. Dari hasil penelitian ini Telah dihasilkan produk CNC Spot Welding dengan spesifikasi yaitu meja 1200 mm x 600 mm x 743 mm, control box 450 mm x 260 mm x 160 mm, cover mesin 580 mm x 560 mm x 500mm. Sehingga produk hasil pengembangan ini dapat dengan mudah dipindahkan. Telah dibuat dan dikembangkan Mesin CNC Spot Welding yang mudah dioperasikan dan proses kalibrasi mesin sumbu-X, sumbu-Y, sumbu-Z menunjukkan tidak terdapat backlash dengan maksimal toleransi +-0,02, sehingga sumbu-X, sumbu-Y, dan sumbu-Z dapat digunakan. Berdasarkan beberapa pengujian menunjukkan mesin mudah dipindahkan dan hasil uji pengelasan dari pengembangan mesin CNC Spot Welding dengan lima kali percobaan dan menggunakan dua mode yaitu mode-8 dan mode-9 menghasilkan kualitas pengelasan yang bagus dengan waktu pengelasan selama 1 menit 7 detik yang terlihat padatampilan utama software Universal G-Code Sender. Dari hasil pengembangan mesin CNC Spot Welding untuk baterai pack diperoleh total harga produk untuk biaya bahan Langsung, biaya tenaga kerja, dan biaya bahan tidak langsung senilai Rp 10.123.232.Kata kunci: CNC, Spot Welding, Battery Pack, Universal G-Code Sender.
Pengembangan Desain dan Fabrikasi Mesin Pencacah Es Balok PS, Rahmat; Mu'tasim; Salam, Abdul; Hasanah Mihdar, Uswatul
Jurnal Teknik Mesin Sinergi Vol 24 No 1 (2026): April 2026
Publisher : Politeknik Negeri Ujung Pandang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31963/sinergi.v24i1.5867

Abstract

Based on observations conducted at several fish auction sites and fish vendors around fish markets, it was found that these locations require approximately 40 blocks of ice per day for fish preservation. Several limitations of the existing block ice crushing machines include the high workload required to insert ice blocks into the machine inlet and the production of only one type of crushed ice, namely a mixture of fine and coarse fragments. This applied design research aims to develop a block ice crushing machine capable of producing two types of crushed ice, namely fine and coarse fragments with more uniform particle sizes, and to evaluate the machine performance based on rotational speed variations in terms of crushed ice quality and production capacity. The research methodology consisted of several stages, including designing the machine structure with a foldable inlet channel, detachable crushing rods on the crushing drum, and a more practical construction design. The subsequent stages involved machine fabrication, machine performance testing at various rotational speeds, and the calculation of manufacturing costs. The results show that the best performance for fine ice crushing was achieved at a machine speed of 1100 rpm with particle sizes ranging from 0.5–2 cm, while coarse crushing was optimal at 900 rpm with particle sizes ranging from 5–8 cm. The manufacturing cost for producing this block ice crushing machine was Rp 5,253,438.