Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Dinamika Perkembangan Islam Di Eropa: Potensi Di Tengah Islamofobia Rahmah, Nuthaila; Eviani, Anita Puspa; Mahadana, Sunaryo Jona; Dalimoenthe, Ghassaani A.; Najmi, Armiya
Action Research Literate Vol. 9 No. 3 (2025): Action Research Literate
Publisher : Ridwan Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46799/arl.v9i3.2841

Abstract

Pada tahun 2020, dunia internasional dikagetkan dengan pernyataan negatif dari Presiden Perancis Emmanuel Macron mengenai Islam pasca terjadinya beberapa serangan terorisme di Perancis kala itu. Pernyataan tersebut menuai kecaman dari beberapa negara Islam serta pemeluk Islam di dunia, dan mengakibatkan persepsi Islamofobia di Eropa semakin mengental. Hal ini berdampak pada kebijakan-kebijakan diskriminatif bagi umat Islam di Eropa serta framing negatif tentang Islam. Eropa telah bersentuhan dengan Islam sejak dikuasainya Andalusia oleh Bani Umayah pada tahun 711 M, yang meninggalkan warisan berharga bagi kemajuan Eropa hingga kini. Penelitian ini bertujuan untuk membahas dinamika perkembangan Islam di Eropa di tengah situasi Islamofobia saat ini, dengan menyoroti sejarah singkat mengenai pertumbuhan Islam. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif kualitatif, mengumpulkan data dari dokumen, berita, dan jurnal untuk memberikan pemahaman yang mendalam mengenai topik ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun ada tantangan signifikan, potensi perkembangan Islam di Eropa tetap ada, terutama melalui penguatan identitas dan keterlibatan sosial. Implikasi dari penelitian ini sarat dengan pentingnya dialog antaragama dan pemahaman lintas budaya untuk meredakan ketegangan dan mempromosikan integrasi yang lebih baik di masyarakat Eropa saat ini.
Kebijakan Luar Negeri Indonesia Di Bawah Pemerintahan Jokowi: Perkembangan, Prioritas, Dan Tantangan Mahadana, Sunaryo Jona
Advances In Social Humanities Research Vol. 1 No. 10 (2023): ADVANCES in Social Humanities Research
Publisher : Sahabat Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46799/adv.v1i10.143

Abstract

Kebijakan luar negeri Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah mengalami perkembangan yang mencolok. Dalam menjalankan kebijakan luar negeri, Jokowi memiliki tiga prioritas utama: urusan maritim dan keamanan, diplomasi ekonomi, dan perlindungan warga negara Indonesia di luar negeri. Dalam hal urusan maritim dan keamanan, Indonesia mengakui posisinya sebagai negara kepulauan terbesar di dunia. Pemerintahan Jokowi telah mengambil inisiatif "Maritime Axis" untuk memanfaatkan potensi ekonomi dari sumber daya maritim Indonesia. Hal ini mencakup pengembangan jalur laut, infrastruktur maritim, dan penggunaan sumber daya laut yang berkelanjutan. Dalam diplomasi ekonomi, Indonesia aktif berpartisipasi dalam inisiatif seperti Belt and Road Initiative. Tujuannya adalah untuk memanfaatkan pertumbuhan ekonomi dan memperkuat hubungan dengan negara-negara mitra. Pemerintahan Jokowi melihat pembangunan ekonomi sebagai kekuatan penggerak untuk keterlibatan diplomatik. Perlindungan warga negara Indonesia di luar negeri juga menjadi prioritas utama. Pemerintahan Jokowi telah meningkatkan layanan konsuler, manajemen krisis, dan perlindungan hak-hak warga negara Indonesia di luar negeri. Selain itu, perlindungan pekerja migran Indonesia juga menjadi fokus utama, dengan upaya untuk mencapai kesepakatan yang menguntungkan dengan negara tuan rumah. Kebijakan luar negeri Indonesia di bawah pemerintahan Jokowi mencerminkan visi strategis yang mengatasi keadaan geopolitik dan ekonomi Indonesia yang unik. Dengan penekanan pada urusan maritim dan keamanan, diplomasi ekonomi, dan perlindungan warga negara di luar negeri, Indonesia berusaha memanfaatkan kekuatannya, mendorong pertumbuhan ekonomi, dan melindungi kepentingan warganya di dunia yang semakin terhubung.