Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Literasi Keuangan Syariah, Literasi Digital Dan Religiusitas Terhadap Minat Menabung Generasi Z Pada Bank Syariah Di Mataram Irma Aulia; Irianto; Hj. Erviva Fariantin
Kredibel: Jurnal Ilmiah Manajemen Vol. 4 No. 1 (2025): Vol. 4 No. 1 Februari 2025
Publisher : Lembaga Pengembangan, Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LP3M) Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi AMM (STIE AMM) Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh literasi keuangan syariah, literasi digital, dan religiusitas terhadap minat menabung generasi Z pada Bank Syariah di Mataram. Variabel penelitian ini terdiri dari tiga variabel independen, yaitu literasi keuangan syariah (X1), literasi digital (X2), dan religiusitas (X3), serta satu variabel dependen, yaitu minat menabung (Y). Populasi penelitian ini adalah mahasiswa Program Studi Manajemen STIE AMM. Sampel diambil menggunakan teknik voluntary response sampling dengan jumlah 60 responden yang bersedia mengisi kuesioner. Data dianalisis menggunakan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial religiusitas memiliki pengaruh signifikan terhadap minat menabung, sedangkan literasi keuangan syariah dan literasi digital tidak berpengaruh signifikan secara individu. Secara simultan, ketiga variabel independen tersebut berpengaruh signifikan terhadap minat menabung. Religiusitas menjadi variabel dominan, menegaskan pentingnya integrasi nilai spiritual dalam mendorong keputusan keuangan berbasis syariah. Variabel independen dalam penelitian ini mampu menjelaskan variabel dependen sebesar 58,4%, sementara sisanya sebesar 41,6% dipengaruhi oleh faktor lain di luar model penelitian.
Fenomena AI Polaroid: Alasan di Balik Tren Visual yang Diikuti Remaja Ariiq Sean Qois; Fesra Cania; Hana Azzahra; Indah Reztu Putri; Irma Aulia; Ayu Adriyani
Social Empirical Vol. 2 No. 2 (2025): Social Empirical: Prosiding Berkala Ilmu Sosial
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/scemp.v2i2.399

Abstract

Teknologi kecerdasan buatan (AI) belakangan ini berkembang sangat pesat sehingga membawa pengaruh besar bagi kehidupan remaja. Salah satu yang sedang ramai di media sosial terutama Tiktok dan Instagram adalah tren penggunaan aplikasi "AI Polaroid". Penelitian ini bertujuan menganalisis bagaimana tren AI Polaroid tersebut berpengaruh terhadap perilaku, cara pandang diri (persepsi diri), dan proses pembentukan identitas di kalangan remaja bahkan pembentukan makna setiap individu. Untuk mengetahuinya, kami menggunakan pendekatan kualitatif. Dengan melakukan wawancara mendalam dengan tiga remaja yang aktif menggunakan AI Polaroid serta mengamati media sosial untuk menganalisis bagaimana kalangan remaja mengikuti tren tersebut, serta membaca penelitian lain yang berkaitan dengan dampak visual AI terhadap pembentukan diri remaja. Hasilnya menunjukkan bahwa adanya latarbelakang yang mempengaruhi remaja untuk mengikuti tren AI Polaroid dimana mereka menggunakan AI Polaroid karena visual yang dihasilkan menarik bahkan adanya hasil penggabungan foto dengan pasangan, idol bahkan orang yang telah meninggal serta alternatif dalam pembentukan diri serta pemaknaan dalam bentuk cinta dikalangan remaja. Tren ini ternyata juga memunculkan tekanan sosial agar remaja menampilkan versi diri mereka yang lebih ideal di dunia maya. Lebih jauh, fenomena ini menimbulkan beberapa masalah etika, seperti manipulasi gambar, pandangan yang keliru terhadap identitas diri, serta bahaya ketergantungan pada pengakuan atau validasi sosial (misalnya, jumlah like atau pujian). Kesimpulannya, tren AI Polaroid ini mencerminkan cara baru berkomunikasi menggunakan gambar (visual) di era digital. Hal ini perlu diimbangi dengan literasi media dan kesadaran di kalangan remaja akan manipulasi data. Tujuannya agar remaja dapat menggunakan AI bijak dan sesuai kebutuhan untuk meminimalisir resiko yang tidak diinginkan.