Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Perbandingan Penyembuhan Luka Superfisial Pasca Eksisi Shave Dengan Kontak Larutan Nacl 0.9% Dan Kelompok Tidak Diberi Larutan Nacl 0.9% Adiprama, Gita Siti Purnama; ME, Hamda
Jurnal Inovasi Global Vol. 3 No. 3 (2025): Jurnal Inovasi Global
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jig.v3i3.305

Abstract

Penyembuhan luka merupakan proses yang kompleks dan berkesinambungan yang melibatkan berbagai mediator, dan kaskade enzimatik yang secara langsung atau tidak langsung. Oleh karena itu, penting untuk memeriksa secara cermat faktor-faktor penting seperti pertukaran material, dan lingkungan yang lembap. Kondisi tersebut memiliki beberapa manfaat yang menghasilkan penyembuhan yang lebih cepat dan berkualitas lebih baik. Hal ini memfasilitasi debridemen autolitik, mengurangi nyeri, mengurangi jaringan parut, mengaktifkan sintesis kolagen, memfasilitasi dan meningkatkan migrasi keratinosit di atas permukaan luka, dan mendukung keberadaan dan fungsi nutrisi, faktor pertumbuhan, dan mediator terlarut lainnya di lingkungan mikro luka. Pembalut luka dapat digunakan untuk menciptakan, memelihara, dan mengendalikan lingkungan yang lembap untuk penyembuhan. Luka akibat cedera tajam pada lapisan kulit yang superfisial, di mana bagian epidermis kulit hilang, seperti luka post eksisi shave menciptakan luka yang superfisial yang dapat menunjukkan hasil proses re-epitelisasi.
Temuan Penyakit Skabies di Pesantren Modern Cianjur Jawa Barat Gita Siti Purnama Adiprama; Muhammad Ersyad Hamda
Jurnal Sosial Teknologi Vol. 5 No. 6 (2025): Jurnal Sosial dan Teknologi
Publisher : CV. Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jurnalsostech.v5i6.32202

Abstract

Latar belakang: Penyakit skabies banyak ditemukan di area padat penduduk seperti pesantren dan panti asuhan. Disebabkan oleh Sarcoptes scabiei, penyakit ini telah ditetapkan sebagai NTDs (negtlected tropical diseases) pada tahun 2017. Studi ini dilakukan untuk menambah data baru prevalensi skabies dan sebagai bahan edukasi bagi masyarakat berisiko. Metode: Studi ini berbentuk studi deskriptif cross-sectional. Data diambil secara total sampling di satu Pesantren Modern tingkat SMP di Cianjur pada rentang juli-agustus 2024. Data yang didapatkan berupa data primer melalui anamnesa, pemeriksaan fisik, serta pemeriksaan penunjang laboratorium dari kerokan kulit dengan mikroskop untuk mendukung diagnosis skabies. Data yang telah dikumpulkan dan dianalisis univariat. Hasil: Hasil Penelitian menunjukkan bahwa prevalensi skabies didapatkan sebesar 1.8% kejadian skabies dari populasi santri sebanyak 278 orang. Kesimpulan: hasill studi ini menunjukkan kasus skabies tidak tinggi. Kemungkinan pengetahuan santri dan guru sudah cukup baik atau penanganan yang terjangkit cukup baik di Pesantren ini.