Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pemanfaatan Jagung dan Ubi Ungu Dalam Bentuk Cookies sebagai Terapi Komplemnter Pada Ibu Hamil Anemia Mutia, Wa Ode Nurul; Alam, Hilda Sulistia; Dahlan, Dahniar
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 1 (2026): Volume 9 Nomor 1 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i1.23452

Abstract

ABSTRAK Anemia pada kehamilan merupakan anemia yang terjadi pada ibu hamil dengan kadar hemoglobin 11, 0 gram/ dL. Pergantian fisiologis sepanjang kehamilan, melalui kenaikan volume plasma yang lebih besar dibanding kenaikan sel darah merah, menimbulkan hemodilusi sehingga berisiko terjadi anemia. Komplikasi anemia dalam kehamilan bisa tingkatkan resiko morbiditas serta mortalitas ibu dan bayi , diantaranya abortus, persalinan prematur, Berat Badan Lahir Rendah (BBLR), sampai kematian ibu sepanjang ataupun setelah persalinan. Tujuan pengabdian ini  yaitu  memberikan edukasi ibu hamil dengan anemia tentang pemanfaatan jagung serta ubi ungu dalam bentuk cookies sebagai terapi  komplementer/ pengobatan pendamping. Program ini dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas Kampeonaho, Kota Baubau pada bulan Juni 2025 dengan sasaran 20 ibu hamil dengan anemia. Metode yang digunakan  yaitu melalui penyuluhan serta menggunakan Pre-Test serta melalui kuesioner. Hasil pengabdian  menunjukan bahwa kenaikan rerata pengetahuan partisipan dari 1, 40 ( Pre-Test) menjadi 1, 80 (Post-Test). Uji statistik menunjukan peningkatan signifikan antara pengetahuan saat sebelum serta sehabis penyuluhan (P-Value= 0,02 0,05. Kesimpulan:Terdapat pengaruh signifikan penyuluhan terhadap peningkatan pengetahuan ibu hamil anemia tentang pemanfaatan jagung serta ubi ungu sebagai terapi komplementer dalam penanganan anemia dalam kehamilan. Kata Kunci: Jagung, Ubi Ungu, Cookies, Terapi Komplementer, Ibu Hamil, Anemia.  ABSTRACT Anemia in pregnancy is anemia that occurs in pregnant women with hemoglobin levels of 11.0 grams/dL. Physiological changes throughout pregnancy, through an increase in plasma volume greater than the increase in red blood cells, cause hemodilution so that the risk of anemia occurs. Complications of anemia in pregnancy can increase the risk of maternal and infant morbidity and mortality, including abortion, premature delivery, Low Birth Weight (LBW), to maternal death during or after delivery. The purpose of this community service is to provide education to pregnant women with anemia about the use of corn and purple sweet potatoes in the form of cookies as complementary therapy/accompanying treatment. This program was implemented in the work area of the Kampeonaho Health Center, Baubau City in June 2025 with a target of 20 pregnant women with anemia. The method used was through counseling and using Pre-Test and through questionnaires. The results of the community service showed an increase in the average knowledge of participants from 1.40 (Pre-Test) to 1.80 (Post-Test). Statistical tests showed a significant increase in knowledge before and after counseling (P-Value = 0.02 0.05). Conclusion: There is a significant influence of counseling on increasing the knowledge of pregnant women with anemia regarding the use of corn and purple sweet potatoes as complementary therapy in treating anemia during pregnancy. Keywords: Corn, Purple Sweet Potato, Cookies, Complementary Therapy, Pregnant Women, Anemia
Peningkatan Derajat Kesehatan Masyarakat dengan Pemanfaatan Lancau Wolio sebagai Pengobatan Alternatif pada Ibu Nifas di Kota Baubau: Improving the Degree of Public Health by Utilizing Lancau Wolio as an Alternative Treatment for Postpartum Mothers in Baubau City Dahlan, Dahniar; Ansi, Sitti Aisyah
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 6 No. 2 (2023): February 2023
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v6i2.3127

Abstract

Latar belakang: Salah satu proses adaptasi fisiologi pada masa nifas adalah penyembuhan luka perineum, dan tidak semua penyembuhan luka perineum pada ibu nifas berjalan dengan cepat. Perawatan luka perineum bertujuan agar tidak terjadi infeksi, sehingga seorang bidan benar-benar berada pada kondisi steril siap melakukan perawatan. Tujuan: Penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitas obat tradisional Lancau Wolio dalam penyembuhan luka perineum. Metode: Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu atau quasi eksperiment yang membandingkan hasil perlakuan kelompok intervensi dan kelompok kontrol sedangkan Subjek penelitian adalah ibu nifas yang mengalami rupture perineum derajat 2 hari ke 1-7. Hasil: Hasil penelitian diperoleh bahwa bahwa ibu nifas pada kelompok kontrol sebanyak 11 orang atau sekitar 55% membutuhkan waktu penyembuhan lebih dari 7 hari postpartum sedangkan ibu nifas dengan kelompok perlakuan lama penyembuhan di atas 7 hari tidak ada. Pada kelompok kontrol untuk kriteria penyembuhan cepat membutuhkan waktu penyembuhan luka perimeum 6-7 hari sebanyak 9 orang atau sekitar 45%, sedangkan pada kelompok perlakukan sebanyak 20 orang atau sebesar 100% membutuhkan waktu penyembuhan luka perimeum 6-7 hari. Kesimpulan: Berdasarkan data tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa pemanfaatan Lancau Wolio efektif dalam meningkatkan derajat Kesehatan masyarakat karena penyembuhan luka perineum pada kelompok perlakuan waktu penyembuhan luka perineum lebih cepat dibandingkan dengan kelompok kontrol.
Increasing haemoglobin level of pregnant women: potential of corn cookies and purple sweet potato cookies Mutia, Wa Ode Nurul; Alam, Hilda Sulistia; Dahlan, Dahniar
Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Vol. 36 No. 1 (2026): MEDIA PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KESEHATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/jmp2k.v36i1.3333

Abstract

Background: Iron deficiency anemia is common in pregnant women and can cause premature birth, low birth weight, and labor complications. Corn and purple sweet potatoes are foods rich in iron, folic acid, and antioxidants. Objective: The study aimed to determine the effect of consuming corn cookies and purple sweet potato cookies on increasing hemoglobin levels in pregnant women. Methods: The method used was a quasi-experimental design with a pre-post test only with a control group. After the initial hemoglobin examination (pre-test) in the three groups, an intervention was given: corn cookies and purple sweet potato cookies for 14 days in the intervention group, and a repeat Hb examination in the 3 groups (Post-Test). The study sample was 30 respondents and was analyzed using Kruskal-Wallis. Results: The results showed a statistically significant difference in average hemoglobin (Hb) value after treatment between the three study groups, namely the purple sweet potato cookies group (19.40), the corn cookies group (16.30), and the control group (10.80). The results of the calculation of the nutritional value of corn cookies per serving (100 gr), obtained energy results of 171.2 Kcal, Protein 3.66 g, Fat 11.94 g, carbohydrates 14.26 g, and Iron (Fe) of 1.32 mg while the nutritional value of purple sweet potato cookies per serving (100 gr), shows energy of 180.1 Kcal, protein 3.18 g, fat 12.22 g, carbohydrates 16.14 g, and Iron (Fe) of 1.58 mg. Conclusion: Purple sweet potato cookies and corn cookies have the potential to increase hemoglobin levels in pregnant women.