Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Optimasi Kinerja Mesin Diesel dengan Campuran Biodiesel dan Aluminium Oksida sebagai Nanoadditif Abdillah, Muh; Wicaksono, Ariawan Bayu; Nurhidayanti, Nurhidayanti; Ishak, Ishak
Jurnal Energi Baru dan Terbarukan Vol 6, No 1 (2025): Maret 2025
Publisher : Program Studi Magister Energi, Sekolah Pascasarjana, Universitas Diponegoro, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jebt.2025.25892

Abstract

Biodiesel, yang berasal dari sumber daya terbarukan seperti minyak nabati dan lemak hewani, merupakan pengganti ramah lingkungan untuk diesel tradisional, terutama karena dapat terurai secara hayati dan menghasilkan emisi karbon yang lebih rendah. Meskipun ada keuntungan-keuntungan ini, tantangan seperti efisiensi energi yang lebih rendah dan peningkatan emisi nitrogen oksida menghambat penggunaannya yang lebih luas. Studi ini mengeksplorasi bagaimana penambahan nanopartikel aluminium oksida (Al₂O₃) ke dalam campuran biodiesel mempengaruhi kinerja mesin diesel. Penelitian ini mengkaji lima kombinasi bahan bakar yang berbeda: B30 (campuran biodiesel murni), B30 dengan Al₂O₃ pada konsentrasi 30, 50, 70, dan 90 ppm. Campuran-campuran ini diuji pada berbagai beban mesin untuk menilai dampaknya terhadap torsi dan brake power. Temuan menunjukkan bahwa penambahan nanopartikel Al₂O₃ secara signifikan meningkatkan kinerja mesin. Peningkatan torsi tertinggi sebesar 4,14% dan peningkatan brake power sebesar 6,22% diamati pada campuran B30+Al₂O₃ 70 ppm, terutama dalam kondisi beban tinggi. Peningkatan kinerja yang diamati dapat dikreditkan pada atomisasi yang lebih efektif, pencampuran udara-bahan bakar yang lebih baik, dan sifat katalitik dari nanopartikel, yang semuanya berkontribusi pada efisiensi pembakaran yang lebih baik. Namun, pada konsentrasi 90 ppm, terjadi penurunan kinerja yang sedikit, kemungkinan disebabkan oleh agregasi nanopartikel, yang dapat menghambat efisiensi pembakaran. Konsentrasi optimal sebesar 70 ppm memberikan hasil terbaik, menunjukkan potensinya untuk meningkatkan efisiensi biodiesel. Studi lebih lanjut diperlukan untuk mengevaluasi stabilitas jangka panjang dispersi nanopartikel dalam biodiesel dan untuk memahami dampaknya terhadap umur mesin.