Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

FAKTOR RISIKO DIABETES MELITUS (DM) PADA USIA PRODUKTIF (20-44 TAHUN) DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS LEPO-LEPO KOTA KENDARI TAHUN 2024 Fin; La Ode Liaumin Azim; Suhadi
Medika Alkhairaat: Jurnal Penelitian Kedokteran dan Kesehatan Vol 7 No 01 (2025): April
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Alkhairaat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/ma.v7i01.262

Abstract

ABSTRAK Diabetes melitus (DM) adalah penyakit metabolik kronik yang ditandai dengan tingginya kadar gula darah akibat gangguan dalam sekresi atau pemanfaatan insulin. Menurut WHO, sekitar 422 juta orang di dunia menderita diabetes dengan 45% diantaranya terjadi sebelum usia 70 tahun. Di Indonesia, prevalensi diabetes pada usia produktif (20-44 tahun) mencapai 11,7%. Di Provinsi Sulawesi Tenggara tahun 2022 sekitar 961 kasus (8,3%) per bulan dan pada tahun 2023 menjadi 1.469 kasus (8,3%) per bulan. Adapun Puskesmas Lepo-Lepo di Kota Kendari melaporkan adanya peningkatan kasus DM pada tahun 2022 sebanyak 266 kasus (11,4%), dan jumlah ini meningkat menjadi 360 kasus (9,1%) pada tahun 2023. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor risiko DM pada kelompok usia produktif di wilayah kerja Puskesmas Lepo-Lepo Kota Kendari tahun 2024. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan observasional analitik yang menggunakan desain studi kasus kontrol dengan matching, populasi 1.058 orang yang berusia 20-44 tahun dengan 95 orang menderita diabetes. Sampel diambil menggunakan simple random sampling dan didapatkan 82 sampel terdiri dari 41 kasus dan 41 kontrol. Uji statistik yang digunakan yaitu McNemar dan Odds Ratio. Hasil penelitian didapatkan bahwa pola makan berisiko terhadap kejadian diabetes (OR = 3,000), dan aktivitas fisik (OR = 4,000). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pola makan dan aktivitas fisik merupakan faktor risiko Diabetes Melitus (DM) pada usia produktif (20-44 tahun) di wilayah kerja Puskesmas Lepo-Lepo Kota Kendari Tahun 2024. ABSTRACT Mapping is the process of grouping regions based on geographical conditions involving plains, resources, and populations that affect socio-cultural aspects, and is carried out at an appropriate scale. The total number of pulmonary tuberculosis cases in. East Nusa Tenggara Province in 2022 has 7,268 cases and the number of pulmonary tuberculosis cases in Kupang City in 2023 is 1,253 cases. This study aims to map the distribution of pulmonary tuberculosis disease based on the geographic information system in Kupang City in 2019-2023. This study is a descriptive research with a geographic information system approach, which is used to describe the distribution of pulmonary tuberculosis cases in Kupang City. The location of the research was carried out at the Kupang City Health Office and the Kupang City Central Statistics Agency in July-September 2024. The object of this research is health data on pulmonary tuberculosis disease in Kupang City in 2019-2023, then the data is processed using the ArcGis View 10.8 application in the form of maps (images), tables and narratives. The results of the Mapping of the Spread of Pulmonary Tuberculosis Disease Based on the Geographic Information System in Kupang City in 2019-2023, namely Kota Lama and Oebobo Regencies, contributed to the highest density figure for the last five years.