Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Feminisme dalam Pemikiran Malala Yousafzai bagi Pemberdayaan Perempuan di Pakistan 1997-2012 Falah, Butiras
Blantika: Multidisciplinary Journal Vol. 2 No. 11 (2024): Special Issue
Publisher : PT. Publikasiku Academic Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57096/blantika.v2i11.236

Abstract

Perbincangan mengenai emansipasi perempuan dan kesetaraan gender yang cukup ramai memenuhi ruang publik akhir-akhir ini telah menyentuh persoalan keagamaan Islam. Stereotipe negatif Barat terhadap Islam, khususnya terhadap perempuan terbentuk salah satunya karena pemberitaan media. Sehingga dalam mengonter pandangan tersebut peran media menjadi penting, media dapat membalikkan fakta atas tuduhan Barat terhadap perempuan Islam yang dianggap terbelakang. Penelitian ini membahas pemikiran feminisme Malala Yousafzai dalam konteks pemberdayaan perempuan di Pakistan pada periode 1997-2012. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis aktivitas sosial Malala Yousafzai dalam memperjuangkan hak-hak perempuan, pandangannya tentang feminisme, serta pengaruh pemikirannya terhadap pemberdayaan perempuan di Pakistan. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, penelitian ini dilakukan di Yogyakarta pada tahun 2024, dengan menggunakan data sekunder dari berbagai literatur terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemikiran Malala Yousafzai berfokus pada pentingnya pendidikan sebagai hak dasar perempuan dan mendorong kesetaraan gender dalam berbagai aspek kehidupan. Kesimpulannya, pemikiran feminis Malala berkontribusi signifikan terhadap perubahan persepsi masyarakat terhadap peran perempuan di Pakistan dan mempengaruhi kebijakan pendidikan yang inklusif dan adil.
Islam and Adat Minangkabau: The Implementation of the Principle Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah within the Bundo Kanduang Organization in Minangkabau, 2000–2018 Falah, Butiras; Ittihadiyah, Himayatul
Warisan: Journal of History and Cultural Heritage Vol 6, No 2 (2025)
Publisher : Mahesa Research Center (PT. Mahesa Global Publishing)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34007/warisan.v6i2.2801

Abstract

The Bundo Kanduang Organization represents a prominent women’s institution in Minangkabau society that plays a crucial role in preserving customary law and cultural identity, particularly through the implementation of the philosophical foundation Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah. This study aims to examine the historical background of the organization’s establishment and analyze the strategies employed in maintaining and transmitting these values within the community. The research applies Bronislaw Malinowski’s functionalist theory to assess the social functions of the organization. Employing the historical method within a qualitative research framework, the study follows the stages of heuristics, verification, interpretation, and historiography. Data were collected from literature reviews, historical documents, and interviews with traditional leaders and members of Bundo Kanduang. The findings reveal that the Bundo Kanduang Organization functions not only as a custodian of customary law but also as a center of moral and ethical guidance for Minangkabau women and the younger generation. Through its matrilineal kinship system, the organization assumes a strategic role in transmitting Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah values via training, cultural education, and community-based programs. These strategies firmly position Bundo Kanduang as a pivotal institution in sustaining the continuity of Minangkabau customary law rooted in this philosophical foundation.