Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hubungan Ketebalan Lemak Viseral dengan Tekanan Darah Sistolik dan Diastolik pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi dengan Obesitas Sentral Caezarian Judhea Tumundo, Ariel; Hellen Carol Pangemanan, Damajanty; Adams Pangkahila, Erwin
Blantika: Multidisciplinary Journal Vol. 3 No. 4 (2025): Reguler Issue
Publisher : PT. Publikasiku Academic Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57096/blantika.v3i4.318

Abstract

Meningkatnya prevalensi hipertensi dan obesitas viseral di kalangan mahasiswa, yang berpotensi meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi hubungan antara ketebalan lemak viseral dengan tekanan darah sistolik dan diastolik pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi. Metode yang digunakan adalah desain penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional, melibatkan 96 mahasiswa yang dipilih secara purposive sampling. Pengukuran ketebalan lemak viseral dilakukan menggunakan ultrasonografi (USG), sementara tekanan darah diukur menggunakan sphygmomanometer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa distribusi ketebalan lemak viseral terbanyak berada pada rentang 5-5,99 mm, dan tekanan darah sistolik menunjukkan hubungan signifikan (p = 0,003) dengan ketebalan lemak viseral (r = 0,303). Namun, tidak ditemukan hubungan signifikan antara ketebalan lemak viseral dan tekanan darah diastolik (p = 0,564). Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa ketebalan lemak viseral memiliki pengaruh signifikan terhadap tekanan darah sistolik, tetapi tidak terhadap tekanan darah diastolik. Penelitian ini memberikan wawasan penting tentang faktor yang mempengaruhi hipertensi di kalangan mahasiswa.
Penanganan Kasus Immune Thrombocytopenic Purpura pada Pasien Dewasa di Kabupaten Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur Hermanto, Melinda; Christofel Supit, Gilbert; Adams Pangkahila, Erwin
Bahasa Indonesia Vol 24 No 3 (2025): Damianus Journal of Medicine
Publisher : Atma Jaya Catholic University of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25170/djm.v24i3.5464

Abstract

Pendahuluan: Immune thrombocytopenic Purpura (ITP) merupakan suatu kelainan autoimun dengan manifestasi klinis yang bervariasi dari asimtomatik hingga perdarahan berat yang mengancam jiwa. Penanganan kasus ITP di daerah tertinggal dengan sarana dan fasilitas kesehatan yang terbatas menjadi tantangan bagi tenaga kesehatan. Tingginya angka kegagalan terapi dan relaps menjadi salah satu kesulitan dalam pemberian terapi yang optimal. Laporan Kasus: Pasien perempuan, 50 tahun, datang ke rumah sakit dengan keluhan gusi bedarah, buang air kecil bercampur darah, buang air besar disertai darah berwarna merah kehitaman, dan timbul petekie serta purpura di kedua extremitas. Dari hasil anamnesis dan pemeriksaan fisik tidak ditemukan kecurigaan adanya faktor pencetus ataupun penyakit komorbid. Hasil pemeriksaan darah lengkap awal menunjukkan adanya trombositopenia dengan jumlah trombosit 12.000/µL. Pasien kemudian menjalani rawat inap dan diberikan terapi steroid berupa metilprednisolon intravena selama 8 hari. Keluhan pasien berangsur-angsur membaik dan trombositopenia teratasi. Pasien dipulangkan dengan melanjutkan terapi steroid. Hasil evaluasi darah lengkap satu bulan pasca perawatan menunjukkan hasil yang baik. Pasien diedukasi untuk rutin kontrol ke poli rawat jalan agar tenaga kesehatan dapat memantau terjadinya kegagalan terapi ataupun relaps. Simpulan: Penilaian klinis dengan anamnesis yang cermat serta pemeriksaan fisik yang lengkap sangat penting dalam penegakan diagnosis ITP. Pemeriksaan darah lengkap sering kali menjadi satu-satunya pemeriksaan penunjang yang bisa dilakukan terutama di daerah tertinggal. Pasien harus dilibatkan dalam proses pengambilan keputusan dan rencana pengobatan harus mempertimbangkan kualitas hidup pasien.