Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Eksplorasi Aktivitas Trekking di Wisata Alam Curug Leuwi Hejo Bogor Roels, Ni Made Sri Puspadewi
Altasia Jurnal Pariwisata Indonesia Vol. 6 No. 2 (2024): Jurnal ALTASIA (Agustus)
Publisher : Program Studi Pariwisata - Universitas Internasional Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37253/altasia.v6i2.9172

Abstract

Wisata alam selalu menjadi pilihan destinasi wisata menarik yang dapat dipilih wisatawan. Konsep wisata alam yang biasanya menyuguhkan kelestarian alam dan keindahannya membuat wisata alam mempunyai magnet tersendiri. Salah satu destinasi wisata alam yang menyuguhkan keindahan alam sebagai daya tarik utama adalah di Kawasan Curug Leuwi Hejo Bogor. Banyaknya pungutan liar yang terjadi di kawasan wisata alam membuat wisatawan tidak nyaman dan mengurungkan niat untuk berkunjung. Oleh karena itu, bermunculan beberapa agen perjalanan untuk membantu wisatawan menelusuri kawasan air terjun. Salah satu jasa trekking tersebut yaitu Trekking Sentul Mas Anto. Penelitian ini termasuk penelitian kualitatif dengan pendekatan eksploratif. Hasil penelitian ini adalah aktivitas wisata alam yang ditawarkan oleh Trekking Sentul Mas Anto di Kawasan Pesona Wisata Leuwi Hejo terdiri dari aspek keanekaragaman, aspek keindahan dan keunikan serta aspek petualangan lintas alam. Aspek keanekaragaman yaitu lansekap air terjun yang berbeda-beda, sehingga memberikan banyak pilihan kepada wisatawan. Aspek keindahan dan keunikan dapat dilihat dari panorama pemandangan alam sekitar serta warna air yang tetap jernih walaupun masuk musim penghujan. Aspek petualangan lintas alam dapat dirasakan dengan melakukan kegiatan trekking melewati kebun kopi, gowa, persawahan, perkebunan dan ladang milik masyarakat lokal. Penelitian ini dapat menjadi referensi untuk pengelolaan wisata alam. Keberadaan jasa usaha trekking sangat membantu wisatawan untuk melakukan kegiatan menyusuri air terjun dengan aman, nyaman dan efisien tanpa ada pungutan liar dalam perjalanan. Selain itu wisatawan dapat menyesuaikan rute perjalanan sesuai dengan kemampuan dan peserta trekking.
Tourism Management Practices in Traditional Villages: A Case Study of Shirakawa-Go and Its Implications for Tourism Village Development in Indonesia Roels, Ni Made Sri Puspadewi; Hariyanto, Lilik; Zuchradi Choesrani, Dikki
Khasanah Ilmu - Jurnal Pariwisata Dan Budaya Vol. 17 No. 2 (2026): September
Publisher : LPPM Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/khasanah.v17i2.13107

Abstract

Traditional villages have become increasingly important tourism destinations due to their cultural heritage, traditional lifestyles, and unique landscapes. This study examines the tourism management practices implemented in Shirakawa-go, Japan, a UNESCO World Heritage Site, and explores their implications for tourism village development in Indonesia. A qualitative case study approach was adopted through literature review, observation, interviews, and document analysis. The study focuses on key aspects of tourism management, including community participation, heritage conservation, visitor management, tourism information systems, and destination governance. The findings indicate that Shirakawa-go’s success is supported by strong community-based governance, integrated tourism information management, visitor regulation based on carrying capacity, clear tourism interpretation, and a strong commitment to preserving cultural authenticity. Tourism activities are managed collectively by local residents, ensuring that economic benefits are balanced with environmental sustainability and cultural preservation. The study highlights several lessons for Indonesia, including the importance of strengthening local tourism institutions, developing integrated digital information systems, implementing sustainable visitor management strategies, and maintaining the authenticity of cultural and natural resources. These findings suggest that sustainable tourism village development should prioritize the balance between economic benefits, community well-being, cultural preservation, and environmental sustainability rather than focusing solely on increasing visitor numbers.