Penggunaan smartphone telah menjadi bagian penting dari kehidupan sehari-hari, termasuk di kalangan siswa, namun penggunaannya yang berlebihan dapat berdampak negatif pada kualitas tidur. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak penggunaan smartphone terhadap kualitas tidur siswa kelas XI SMA Negeri 15 Pekanbaru. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif dengan melibatkan 40 responden yang dipilih melalui metode purposive sampling. Data dikumpulkan melalui survei daring yang mengukur durasi penggunaan smartphone sebelum tidur, persepsi kualitas tidur, serta dampaknya terhadap pola tidur responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas siswa menggunakan smartphone selama 15–30 menit sebelum tidur (37%), sedangkan 30% menggunakan lebih dari 60 menit. Dampak yang dirasakan meliputi rasa lelah saat bangun pagi (48%), sering terbangun di malam hari (31%), dan kesulitan tidur (21%). Sebanyak 60% siswa merasa cukup tidur, tetapi 40% lainnya merasa tidak cukup. Sebagian besar siswa menilai kualitas tidur mereka baik (49%) atau cukup (33%), namun terdapat 18% yang menilai kualitas tidurnya buruk. Sebanyak 87% responden mencoba mengurangi penggunaan smartphone sebelum tidur, mencerminkan kesadaran akan dampaknya, namun 13% lainnya belum melakukan upaya tersebut. Penelitian ini menegaskan bahwa penggunaan smartphone yang tidak terkontrol sebelum tidur berkontribusi terhadap penurunan kualitas tidur siswa. Oleh karena itu, diperlukan edukasi tentang kebiasaan digital yang sehat untuk meningkatkan kualitas tidur, mendukung kesehatan, dan produktivitas siswa.