Gimon, Pricilia Angelia
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

HUBUNGAN DISMENOREA DENGAN AKTIVITAS BELAJAR REMAJA DI SMA NEGERI 1 TONDANO: Dismenore dan aktivitas belajar Manoppo, Ivanna; Gimon, Pricilia Angelia
Klabat Journal of Nursing Vol. 7 No. 1 (2025): Building Resilient Communities
Publisher : Fakultas Keperawatan, Universitas Klabat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37771/kjn.v7i1.1273

Abstract

Dismenorea adalah rasa nyeri atau kram yang dialami wanita saat menstruasi. Bagi mereka yang mengalaminya, aktivitas belajar bisa terganggu karena nyeri tersebut memengaruhi konsentrasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara dismenorea dan aktivitas belajar siswi di SMA N 1 Tondano. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif korelasi dengan desain penelitian cross-sectional. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 131 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 131 responden, 69 (53,7%) mengalami dismenorea dengan nyeri berat, 31 (23,7%) dengan nyeri sedang, 30 (22,9%) dengan nyeri ringan, dan 1 (0,8%) dengan nyeri yang tidak tertahankan. Untuk aktivitas belajar, 75 (57,3%) mengalami gangguan, 30 (22,9%) tidak terganggu, dan 26 (19,8%) sangat terganggu. Hasil uji statistik menunjukkan p-value = 0,000 < 0,05, yang berarti ada hubungan signifikan antara dismenorea dan aktivitas belajar siswi di SMA N 1 Tondano, dengan nilai korelasi r = 0,637 yang menunjukkan korelasi kuat dan arah positif. Rekomendasi: Penelitian selanjutnya disarankan untuk lebih spesifik, termasuk meneliti faktor usia di bawah 12 tahun untuk melihat pengaruhnya terhadap kejadian dismenorea dan dampaknya pada aktivitas belajar. Selain itu, penelitian lebih lanjut mengenai penanganan dismenorea pada siswi juga disarankan agar aktivitas belajar tidak terganggu. Dysmenorrhea is the pain or cramps experienced by women during menstruation. For those who experience it, learning activities can be disrupted because the pain affects their concentration. The aim of this study is to determine the relationship between dysmenorrhea and the learning activities of female students at SMA N 1 Tondano. The research method used is descriptive correlational with a cross-sectional design. The sampling technique used is purposive sampling, with a total sample of 131 respondents. The results show that out of 131 respondents, 69 (53.7%) experience dysmenorrhea with severe pain, 31 (23.7%) with moderate pain, 30 (22.9%) with mild pain, and 1 (0.8%) with unbearable pain. For learning activities, 75 (57.3%) were disrupted, 30 (22.9%) were not disrupted, and 26 (19.8%) were highly disrupted. The statistical test results show a p-value = 0.000 < 0.05, meaning there is a significant relationship between dysmenorrhea and the learning activities of female students at SMA N 1 Tondano, with a correlation value of r = 0.637, indicating a strong positive correlation. Recommendation: Future research is advised to be more specific, including investigating the impact of age under 12 years to see its effect on the occurrence of dysmenorrhea and its impact on learning activities. In addition, further research on the management of dysmenorrhea in female students is recommended so that learning activities are not disrupted.