Peningkatan intensitas ketegangan konflik Israel-Palestina memberikan dampak signifikan dan memicu aksi boikot sebagai aksi protes non-kekerasan terhadap produk perusahaan pro-Israel, salah satunya McDonald’s. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perkembangan gerakan boikot McDonald’s di Indonesia pasca Perang Gaza 7 Oktober 2023 oleh BDS Indonesia melalui media sosial X yang bertransformasi menjadi aksi fisik di lapangan menggunakan kerangka model gerakan sosial dalam media sosial yang meliputi trigger event, media response, viral organization, dan physical response. Penelitian ini mengadopsi pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode netnografi yang berfokus pada analisa konten cuitan akun X @GerakanBDS_ID dan dilengkapi hasil wawancara dengan BDS Indonesia serta data sekunder yang diperoleh melalui teknik studi kepustakaan. Perkembangan media sosial yang masif dan variatif mengakibatkan viralitas isu mendahului pemberitaan media tradisional. Hal ini mempengaruhi pola tahapan gerakan sosial menjadi eratik, yang mana terdapat tumpang tindih antar tahapan siklus tidak seperti kerangka model yang diaplikasikan. Kuantitas ekspansi gerai yang menurun mendukung pernyataan manajemen McDonalds Indonesia bahwa gerakan boikot di Indonesia mempengaruhi operasional perusahaan secara signifikan terutama terhadap omzet perusahaan. Temuan ini berkontribusi pada kajian gerakan sosial, tepatnya transisi perkembangan gerakan melalui media sosial menjadi aksi kolektif di dunia nyata.