Stres adalah sesuatu yang dialami oleh semua orang, terutama mahasiswa fakultas kedokteran. Stres biasanya muncul dari masalah atau tugas yang belum terselesaikan, seperti pengerjaan skripsi bagi mahasiswa. Stres memiliki berbagai tingkat dan dipengaruhi oleh berbagai faktor. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi perbedaan tingkat stres antara mahasiswa yang sedang mengambil skripsi dengan mahasiswa yang tidak sedang mengambil skripsi di Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara pada tahun 2024. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional dan melibatkan 166 mahasiswa sebagai responden. Data penelitian diambil menggunakan metode random sampling serta dianalisis secara chi-square. Tingkat stres diukur menggunakan Perceived Stress Scale (PSS-10). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan signifikan dalam tingkat stres antara kedua kelompok dengan p-value sebesar 0,048. Mahasiswa yang sedang mengambil skripsi cenderung memiliki tingkat stres yang lebih tinggi dibandingkan dengan mahasiswa yang tidak sedang mengambil skripsi. Data menunjukkan bahwa di antara mahasiswa yang sedang mengambil skripsi, 11 (18,96%) mengalami stres ringan, 42 (72,41%) mengalami stres sedang, dan 5 (8,62%) mengalami stres berat. Sementara itu, di antara mahasiswa yang tidak sedang mengambil skripsi, 39 (35,77%) mengalami stres ringan, 66 (60,55%) mengalami stres sedang, dan 4 (3,66%) mengalami stres berat. Temuan ini menyoroti adanya hubungan yang signifikan antara pengerjaan skripsi dan tingkat stres mahasiswa. Faktor-faktor seperti beban akademik, tenggat waktu, dan tekanan berkontribusi terhadap tingginya stres pada mahasiswa yang sedang mengambil skripsi. Disarankan agar fakultas memberikan edukasi manajemen stres dan kesehatan mental secara berkala serta melakukan evaluasi dan pemantauan rutin terhadap tingkat stres mahasiswa untuk meningkatkan kesadaran dan menyediakan intervensi yang sesuai.