Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ALTERNATIF KEBIJAKAN BERBASIS KEARIFAN LOKAL SUKU OSING DAN KONSEP ONE HEALTH DENGAN METODE TRADE-OFF ANALYSIS Putri, Firrial Eksa Maulidania; Nurfaizah, Diza Ulya; Oktavadhan, Mohamad Devan Tri; Ridwan, Muhammad; Prajitno, Jennifer Kristina; Lailiyah, Syifa’ul
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2025): MARET 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i1.42398

Abstract

Indonesia merupakan salah satu negara yang menghadapi beban ganda dalam menangani penyakit tidak menular dan penyakit menular. Salah satu kabupaten di Provinsi Jawa Timur yang menghadapi penyakit tidak menular, penyakit menular, dan cidera adalah Kabupaten Banyuwangi. Konsep one health bertujuan untuk menyeimbangkan dan mengoptimalkan kesehatan manusia, hewan, dan lingkungan secara berkelanjutan. Suku Osing di Kabupaten Banyuwangi memiliki beragam kearifan lokal yang berpotensi untuk dijadikan kebijakan kesehatan. Riset ini menggunakan mix-methode, riset kualitatif dengan metode literatur review dan wawancara, riset kuantitatif dilakukan dengan metode analisis multikriteria trade-off. Riset ini fokus untuk mengintegrasikan perancangan kebijakan publik mengenai osing local wisdom one health concept. Hasil riset menunjukkan terdapat tujuh tema utama yang memiliki berbagai nilai dan makna yang digunakan untuk alternatif kebijakan. Alternatif kebijakan tersebut menghasilkan tiga skenario kebijakan yang berfokus pada peningkatan kesehatan, pengembangan ekonomi, dan pariwisata berkelanjutan. Berdasarkan hasil analisis multikriteria didapatkan skenario kebijakan yang berfokus pada peningkatan kesehatan sebagai prioritas utama dalam riset ini.
Hubungan Risiko Ergonomi, Keluhan Musculoskeletal Disorders, dan Kelelahan Kerja pada Pekerja Fabrikasi di PT.X Prajitno, Jennifer Kristina; Wahyudiono, Yustinus Denny Ardyanto
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.8297

Abstract

Pekerjaan fabrikasi memiliki risiko ergonomi karena sering melibatkan postur kerja tidak netral, seperti membungkuk, menunduk, jongkok, menjangkau, dan mempertahankan posisi tertentu selama bekerja. Kondisi tersebut dapat berkontribusi terhadap keluhan Musculoskeletal Disorders (MSDs) dan kelelahan kerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan risiko ergonomi dengan keluhan MSDs dan kelelahan kerja pada pekerja fabrikasi di PT X. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan desain cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 20 pekerja fabrikasi yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Risiko ergonomi dinilai menggunakan metode Rapid Entire Body Assessment (REBA), keluhan MSDs diukur menggunakan Nordic Body Map (NBM), dan kelelahan kerja diukur menggunakan kuesioner Industrial Fatigue Research Committee (IFRC). Data dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Fisher’s Exact Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pekerja berada pada kategori risiko ergonomi tinggi, yaitu 14 pekerja (70%). Keluhan MSDs paling banyak berada pada kategori tinggi, yaitu 9 pekerja (45%), sedangkan kelelahan kerja paling banyak berada pada kategori sedang, yaitu 10 pekerja (50%). Risiko ergonomi berhubungan secara bermakna dengan keluhan MSDs (p = 0,018) dan kelelahan kerja (p = 0,007; RR = 5,833). Temuan ini menunjukkan bahwa semakin tinggi risiko ergonomi, semakin besar kemungkinan pekerja mengalami keluhan MSDs dan kelelahan kerja. Oleh karena itu, diperlukan upaya pengendalian ergonomi melalui perbaikan postur kerja, penyesuaian alat kerja, peregangan, dan edukasi ergonomi.