Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Motivation, Punishment, dan Supervision, Pengaruhnya Terhadap Kinerja Karyawan Outsourcing (Studi Kasus Perusahan Syariah PT PRS Gresik) Atho’illah, Akhmad Yunan; Andrian, Tito
LAN TABUR : Jurnal Ekonomi Syariah Vol. 6 No. 2 (2025): Maret
Publisher : Lembaga Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Institut Agama Islam (IAI) Al-Qodiri Jember, Jawa Timur Indonesia bekerjasama dengan Kopertais Wilayah 4 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53515/lantabur.2025.6.2.166-173

Abstract

The workforce is the driving force of company activities. Therefore, companies need workers to carry out company operational activities. There are two work agreements regulated in Article 56 paragraph (2) of Law No. 13 of 2003 concerning employment, namely the Fixed Term Work Agreement (PKWT) and the Indefinite Term Work Agreement (PKWTT). Not a few companies use PKWT, such as PT Putera Rackindo Sejahtera. 64% of its employees are PKWT. This is because PKWT employees have better performance compared to PKWTT employees. The company provides pressure in the form of punishment and strict supervision to regulate the workforce so that they can work well. The results of the study showed that the performance of PKWT employees was 4% better than the performance of PKWTT employees Keywords: Motivation; Punishment; Supervision; Performance; Employee Outsourcing
PERAN PELATIHAN DAN PENGEMBANGAN DALAM MENINGKATKAN KOMPETENSI SDM DI PT SEMEN INDONESIA LOGISTIK Fitri, Masfiyah Zulia; Atho’illah, Akhmad Yunan
Growth Vol 23 No 2 (2025): NOVEMBER
Publisher : Relawan Jurnal Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/growth-journal.v23i2.7197

Abstract

This research aims to analyze the role of training and development in improving human resource (HR) competencies at PT Semen Indonesia Logistik (SILOG). The method used is descriptive qualitative with data collection techniques through document analysis and interviews. The results of the study indicate that the implementation of training at PT SILOG is structured based on a learning needs diagnosis using the STAR method (Situation, Task, Action, Result), making the training programs more targeted. The framework used includes three main stages: design, delivery, and evaluation. The evaluation stage is conducted six months to one year after training to assess the program's effectiveness. Training and development have proven to play a crucial role in enhancing HR competencies, which include knowledge, skills, and attitudes.
PENCEGAHAN GRATIFIKASI DALAM PENGADAAN BARANG DAN JASA: STRATEGI MANAJEMEN RISIKO DI PERUSAHAAN ‘X’ Fauziah, Rindu Umi; Atho’illah, Akhmad Yunan
Growth Vol 23 No 2 (2025): NOVEMBER
Publisher : Relawan Jurnal Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/growth-journal.v23i2.7517

Abstract

Kasus gratifikasi dan pemerasan dalam pengadaan barang dan jasa di perusahaan air minum daerah menunjukkan bahwa praktik korupsi masih menjadi risiko signifikan dalam sektor pelayanan publik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi manajemen risiko dalam mencegah terjadinya gratifikasi, dengan menelaah kasus seorang pejabat pengadaan yang ditetapkan sebagai tersangka karena melakukan pemerasan terhadap kontraktor dalam proyek pembangunan jaringan pipa. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi kasus, didukung analisis dokumen berita, literatur akademik, serta teori manajemen risiko. Hasil penelitian menunjukkan bahwa potensi gratifikasi muncul dari posisi tawar pejabat pengadaan terhadap kontraktor, lemahnya mekanisme pengawasan internal, dan minimnya pemanfaatan sistem whistleblowing. Strategi yang diperlukan meliputi penerapan kebijakan anti-gratifikasi, transparansi melalui sistem e-procurement, penguatan audit internal, serta kerja sama dengan lembaga pengawas eksternal. Dengan implementasi manajemen risiko yang komprehensif, perusahaan air minum daerah dapat menekan peluang praktik gratifikasi dan meningkatkan akuntabilitas layanan publik.
Dampak Kompensasi Dan Motivasi Kerja Dalam Meningkatkan Kepuasan Karyawan Pada Pt Pln Nusantara Power Unit Pembangkit Tanjung Awar-Awar Tuban ‘Ismah, A’isyah Nur Azatil; Atho’illah, Akhmad Yunan
Jurnal Akuntansi, Manajemen dan Ilmu Ekonomi (Jasmien) Vol. 5 No. 07 (2025): Jurnal Akuntansi, Manajemen dan Ilmu Ekonomi (Jasmien)
Publisher : Cattleya Darmaya Fortuna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54209/jasmien.v5i07.1900

Abstract

Dalam dunia kerja, keberadaan karyawan memiliki peran penting dalam mendukung kelancaran aktivitas dan keberlangsungan perusahaan. Perusahaan perlu memberikan perhatian terhadap aspek kesejahteraan karyawan, salah satunya melalui pemberian kompensasi berupa tunjangan, fasilitas, asuransi, dan bonus. Kompensasi dan motivasi kerja yang tinggi menjadi faktor penentu dalam menciptakan karyawan yang puas, loyal, dan produktif. Dalam lingkungan industri yang semakin kompetitif, strategi pengelolaan sumber daya manusia yang berfokus pada kesejahteraan dan pengembangan karyawan menjadi kebutuhan penting agar perusahaan mampu bersaing dan berkembang secara berkelanjutan.Tujuan menganalisis dampak kompensasi dan motivasi kerja terhadap kepuasan karyawan pada PT PLN Nusantara Power Unit Pembangkit Tanjung Awar-Awar. Metode dalam penelitian ini menggunakan kualitatif metode deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa menunjukkan bahwa kompensasi dan motivasi kerja memiliki pengaruh signifikan terhadap peningkatan kepuasan karyawan pada PT PLN Nusantara Power Unit Pembangkit Tanjung Awar-Awar. Pemberian kompensasi yang mencakup bonus, asuransi, insentif, serta pelatihan pengembangan diri terbukti mampu meningkatkan semangat, loyalitas, dan rasa puas karyawan terhadap pekerjaan mereka. Selain itu, motivasi yang diberikan melalui dukungan moral, apresiasi, serta kesempatan pengembangan karier juga berperan penting dalam menumbuhkan kepuasan kerja. Temuan ini memperkuat pentingnya strategi manajemen sumber daya manusia yang menempatkan kesejahteraan karyawan sebagai prioritas utama. Studi ini memberikan rekomendasi agar perusahaan secara berkelanjutan mengevaluasi dan memperbaiki sistem kompensasi serta menerapkan pendekatan motivasi yang adaptif guna menciptakan lingkungan kerja yang harmonis, produktif, dan kompetitif.