Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Hubungan Identitas Moral dengan Perilaku Cyberbullying pada Remaja Fitriah, Fitriah; Listiya, Meta Aldila; Nisma, Nisma
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 4 (2025): Volume 7 Nomor 4 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i4.19309

Abstract

ABSTRACT The increasing internet penetration among adolescents has brought both benefits and challenges. While it facilitates access to information, it also raises social issues such as cyberbullying, which negatively impacts adolescents' mental and physical health. This study aims to analyze the relationship between moral identity and cyberbullying behavior among adolescents at SMPN 21 Pontianak, West Kalimantan. An analytical survey with a cross-sectional design was conducted, involving 90 adolescents selected through accidental sampling. Data were collected using the Moral Identity Questionnaire (MIQ) and the Cyber Victim and Bullying Scale (CVBS). The study revealed a significant negative correlation between moral identity and cyberbullying behavior (r = -0.326; p = 0.002). Adolescents with stronger moral identity are less likely to engage in cyberbullying, while moral disengagement increases the risk of such behavior. Social support from family and peers also strengthens adolescents' moral identity. Moral identity serves as a protective factor against cyberbullying among adolescents. A holistic approach, including moral education in schools, parental involvement, and community support, is essential to prevent cyberbullying. Future studies should explore other environmental factors influencing this behavior. Keywords: Moral Identity, Cyberbullying, Adolescents, Moral Disengagement, Moral Education  ABSTRAK Peningkatan penetrasi internet di kalangan remaja membawa manfaat sekaligus tantangan. Di satu sisi, akses terhadap informasi menjadi lebih mudah, tetapi di sisi lain, cyberbullying menjadi masalah sosial yang berdampak negatif pada kesehatan fisik dan mental remaja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara identitas moral dan perilaku cyberbullying pada remaja di SMPN 21 Pontianak, Kalimantan Barat. Penelitian ini menggunakan desain survei analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sebanyak 90 remaja dipilih sebagai sampel menggunakan teknik accidental sampling. Data dikumpulkan melalui Moral Identity Questionnaire (MIQ) dan Cyber Victim and Bullying Scale (CVBS). Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan negatif yang signifikan antara identitas moral dan perilaku cyberbullying (r = -0,326; p = 0,002). Remaja dengan identitas moral yang lebih kuat cenderung tidak terlibat dalam cyberbullying, sedangkan pelepasan moral meningkatkan risiko perilaku tersebut. Dukungan sosial dari keluarga dan teman sebaya juga memperkuat identitas moral remaja. Identitas moral berperan sebagai faktor pelindung terhadap perilaku cyberbullying. Pendekatan holistik, termasuk pendidikan moral di sekolah, keterlibatan orang tua, dan dukungan komunitas, diperlukan untuk mencegah cyberbullying. Penelitian lebih lanjut direkomendasikan untuk mengeksplorasi faktor lingkungan lainnya. Kata Kunci: Identitas Moral, Cyberbullying, Remaja, Pelepasan Moral, Pendidikan Moral
Peningkatan Pengetahuan Tentang Kesiapan Mental Pada Calon Ibu Dalam Menghadapi Kehamilan Popy, Popy; Fitriah, Fitriah; Listiya, Meta Aldila
Jurnal Pengabdian Sosial Vol. 2 No. 9 (2025): Juli
Publisher : PT. Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/hhrnph87

Abstract

Kehamilan merupakan sumber stres bagi wanita. Umumnya, saat pertama kali seorang wanita mengetahui dirinya hamil, ia merasa bahagia, namun di saat yang sama muncul rasa takut akibat perubahan yang terjadi dalam dirinya dan perkembangan janin. Kehamilan merupakan pengalaman spiritual penting yang membawa banyak perubahan psikologis bagi ibu hamil. Selama kehamilan, berbagai hormon berubah. Perubahan hormonal tersebut dapat menyebabkan berbagai perubahan emosi pada ibu yang dapat berujung pada kecemasan dan depresi. Kecemasan dan depresi pada masa kehamilan merupakan permasalahan utama yang terjadi di masyarakat karena prevalensinya yang tinggi. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesiapan tentang kesehatan mental pada calon ibu. Pengabdian dilakukan menggunakan metode ceramah, diskusi dan demonstrasi pada tanggal 12 Oktober 20224. Kegiatan tersebut diikuti oleh santri Rumah Quran Assyifa sebanyak 18 orang. Hasil kegiatan pengabdian ini yakni, terjadi peningkatan pengetahuan baik dari 75% menjadi 100%.
Edukasi Kesehatan Mental untuk Meningkatkan Kesejahteraan Ibu Hamil dalam Masa Kehamilan Popy, Popy; Fitriah, Fitriah; Listiya, Meta Aldila; Suryani, Vina Ayu
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 4 No. 2 (2025): Bulan November
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v4i2.667

Abstract

Kesehatan mental merupakan aspek penting yang berpengaruh terhadap kesejahteraan ibu hamil selama masa kehamilan. Kurangnya pengetahuan dan pemahaman tentang kesehatan mental dapat meningkatkan risiko stres, kecemasan, dan depresi yang berdampak negatif pada kondisi ibu dan janin. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil mengenai pentingnya menjaga kesehatan mental melalui edukasi yang terarah dan interaktif. Metode pelaksanaan dilakukan dengan pemberian edukasi secara langsung menggunakan media audiovisual dan diskusi kelompok. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan tingkat pengetahuan ibu hamil setelah diberikan edukasi, di mana sebelum kegiatan sebanyak 15 orang (58%) memiliki tingkat pengetahuan tinggi, 3 orang (11%) sedang, dan 8 orang (31%) rendah; sedangkan setelah edukasi meningkat menjadi 21 orang (81%) tingkat tinggi, 3 orang (11%) sedang, dan hanya 2 orang (8%) rendah. Peningkatan ini menunjukkan bahwa edukasi kesehatan mental efektif dalam meningkatkan pemahaman ibu hamil mengenai kesehatan mental selama kehamilan. Dengan demikian, kegiatan edukasi ini dapat menjadi salah satu upaya promotif untuk meningkatkan kesejahteraan ibu hamil dan mencegah gangguan psikologis selama kehamilan.
Optimalisasi Pertumbuhan dan Perkembangan Anak Usia di Bawah Dua Tahun Melalui Stimulasi Tumbuh Kembang Anak di Puskesmas Telok Melano Listiya, Meta Aldila; Nisma, Nisma; Fitriah, Fitriah; Popy, Popy
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 4 No. 2 (2025): Bulan November
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v4i2.809

Abstract

Anak usia di bawah dua tahun merupakan periode emas dimana pertumbuhan dan perkembangan anak sangat berkembang dengan pesat. Namun masih banyak ibu tidak mengetahui cara menstimulasi anak sehingga anak berpotensi keterlambatan pertumbuhan dan perkembangan. Minimnya ak­­ses terhadap informasi yang benar dan kurangnya edukasi mengenai pola asuh yang sesuai menjadi hambatan utama dalam mendukung tumbuh kembang anak. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan ibu dalam menstimulasi pertumbuhan dan perkembangan anak usia di bawah dua tahun. Metode yang digunakan dalam melaksanakan pengabdian ini adalah menggunakan metode edukasi dan pengukuran pengetahuan sebelum dan sesudah diberikan edukasi. Hasil menunjukkan bahwa hasil pengukuran tingkat pengetahuan sebelum diberikan edukasi terdapat 73,08% yang mempunyai pengetahuan yang baik dan setelah edukasi meningkat menjadi 88,46%. Sedangkan pengetahuan yang kurang dari 7,69% hingga setelah diberikan edukasi tidak ada responden yang masuk dalam kategori pengetahuan rendah. Sehingga dapat disimpulkan bahwa edukasi efektif dalam meningkatkan pengetahuan ibu tentang stimulasi pertumbuhan dan perkembangan anak usia di bawah dua tahun.